BUPATI SUBANG AKHIRNYA DIJEBLOSKAN KE KEBON WARU


Eep Hidayat Bupati Subang

Eep Hidayat

Pemerintahan Kabupaten Subang harus tetap melakukan aktivitas biasa tanpa ada pemogokan dari PNS nya hanya dikerenakan ditahannya Bupati Subang Eep Hidayat oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (28/3) Eep masih bisa mengendalikan pemerintahan sebelum kasusnya naik ke pengadilan.

Adapun kronologisnya sampai terjadi panahanan Bupati Subang adalah sebagai berikut :

– Desember 2003 Eep Hidayat dilantik sebagai Bupati Subang

– Tahun 2005 eep menerbitkan SK-Bupati Subang No.973/Kep-604-Dispenda/2005 tentang pembagian jatah dana

upah pungut.

– Eep memungut upah pungut pada periode 2005-2008 di lima sektor yaitu :

a. Tiga upah pungut yang tidak ada dasar adalah upah pungut perkebunan, perhutanan dan pertambangan.

b. Lima sektor itu adalah upah pungut sektor perkotaan, pedesaan, perkebunan, perhutanan dan pertambangan.

– November 2008, Kejari Subang resmi menetapkan Eep sebagai tersangka.

– 19 Desember Eep kembali dilantik sebagai Bupati Subang periode 2008-2013.

– November 2010, Surat ijin pemeriksaan Eep Hidayat turun dari presiden Republik Indonesia.

hingga tiga kali panggilan Eep tidak datang.

Selanjutnya hampir 5 kali Eep memimpin Massa berdemo di Kejati Bandung

– Selasa ( 15/3) 2011 Penangkapan Eep gagal karena ada aksi Demo.

– Kamis ( 24/3) 2011 Tim eksekutor dari Kejati datang kerumah Eep untuk menjemput tetapi Eep tidak ada ditempat.

– Senin ( 28/3) Eep mendatangi Kejati dan dijebloskan ke Rutan Kebon Waru Bandung.

Bupati Subang Eep Hidayat mengatakan kedatangannya ke Kejati adalah untuk memenuhi panggilan proses hukum yang harus dijalaninya.

Eep Minta maaf pada masyarakat sebesar-besarnya atas gangguan yang terjadi ketika melakukan demonstrasi di Bandung.

Iklan

Bubarkan Ahmadiyah atau makjulkan SBY ?


Bubarkan Ahmadiyah atau makjulkan SBY ?

Aksi pembubaran Ahmadiyah di Gd Sate

Aksi pembubaran Ahmadiyah di Gd Sate

Gedung sate kembali menjadi pusat perhatian dengan datangnya API ( Aliansi Pergerakan Islam ) Jawa Barat  dimana aksi ini merupakan aksi lanjutan tentang pembubaran ahmadiyah yang sampai saat ini belum juga ada gerakan untuk membubarkannya dari pemerintah Indonesia.

Hal ini menyangkut adanya isu kudeta yang melibatkan beberapa purnawirawan jendral ditegaskan olah Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, tidak percaya dengan isu kudeta yang akan dilakukan oleh para purnawirawan jendral TNI yang seperti dilansir oleh TV Al Jazeera Qatar. Mahfud mengakui sering bertemu banyak purnawirawan TNI dan tidak ada satupun yang berpikir akan kudeta SBY.

Memang diakui mahfud bahwa ada kekecewaan dari para purnawirawan dengan kinerja pemerintah yang dinilai lambat, kurang tegas dalam mengambil keputusan.

Ketua API Jawa Barat

Ketua API Jawa Barat

Kembali lagi bahwa dalam orasinya ketua API jawa Barat menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud kepedulian mereka terhadap SBY dimana kalau SBY jadi membubarkan Ahmadiyah maka mereka akan mengusung SBY sampai 2014 tetapi kalau tidak mereka akan terus aksi dengan massa yang lebih besar lagi sebagai aksi lanjutan.

Kontributor : Sugiyanto (24/03/11)

The Journalist ( Bacaan wajib para pebisnis berita )


The Journalist

Buku Simbiosa Rekatama Media

The Journalist

Bagi dunia informasi bekerja sebagai journalist tidaklah dikatakan pekerjaan mudah dimana harus dapat menyajikan berita dengan baik dan benar serta mudah dipahami oleh para pembaca.

Kejayaan bangsa -bangsa besar di dunia tentu saja tidak bisa dipisahkan dari perkembangan dunia persnya. Para wartawan sebagai peliput, pengemas dan penyebar berita menjadi sangat vital dan sentral, bahkan berkat sentuhan teknologi canggih, dunia pers makin maju pesat seiring kian modernnya proses kerja para Journalist. Al hasil berita di kutub utara pun dalam hitungan detik sudah bisa dilihat dari belahan bumi selatan.

Tugas utama para jurnalis dari jaman dahulu sampai sekarang tidak pernah berubah yakni meliput dan mengemas berita. Dalam proses pengemasan dan peliputan berita itulah mencakup beberapa hal penting diantaranya :

mewawancarai nara sumber, merekan atau mencatatnya, memotret peristiwa yang terjadi dan orang-orang yang terkait di dalamnya, dengan mengumpulkan data serta fakta, menentukan sudut pandang berita , menuliskan lead, membuat judul, serta menyajikannya secara memikat untuk kepentingan pembaca, pemirsa dan pendengar.

Dalam buku ini juga ditambahkan beberapa hal penting yang menjadi landasan seorang journalist yaitu :

1. Kode etik jurnalistik

2. Undang-undang pers no. 40 tahun 1999

3. Beberapa alamat surat kabar dan media elektronik di Indonesia.

Info dan pemesanan hubungi : Dody Iskandar,SH Telp : 0853.1416.2800

PRESIDIUM RAKYAT SUBANG MENGGUGAT !!!


 

PRESIDIUM RAKYAT SUBANG

PRESIDIUM RAKYAT SUBANG

 

Hari Selasa tanggal 15 Maret 2011 telah terjadi unjuk rasa aksi damai di halaman Gedung Kejaksaan Tinggi Bandung Jl. L.L.R.E Martadinata dimulai pukul 09.00 s.d 15.00 Wib. Adapun pengunjuk rasa mengatasnamakan Presidium Rakyat Subang ( PRS ) yang terdiri dari para pejabat mulai dari RT sampai pada Camat se Subang sehingga aksi damai ini berjalan dengan damai dan elegan.

Adapun yang ditanyakan oleh PRS adalah apakah surat dari Kejaksaan Negeri Subang telah sampai ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat ? tetapi mereka belum memperoleh hasil yang memuaskan dan belum dapat berdialog dengan KAJATI sehingga aksi mereka yang ke 9 kalinya ini masih bertepuk sebelah tangan.

 

Aksi damai Presidium Rakyat Subang

Aksi damai Presidium Rakyat Subang

 

 

PRS juga akan melakukan aksi ke Komnas Ham untuk meminta perlindungan terhadap mereka karena mereka sebenarnya ingin menegakkan supremasi hukum yang tegas, lugas dan Adil di Indonesia ini sehingga transparansi di bidang hukum sudah selayaknya di kemukakan pada masyarakat Indonesia umumnya dan Masyarakat Subang pada khususnya.

Pelaksana aksi hampir mewakili semua elemen termasuk dari ormas dan okp yang ada di Subang. Harapan mereka adalah bagaimana menegakkan keadilan yang seadil-adilnya bagi masyarakat dan mereka membuktikan bahwa masyarakat harus bersatu dalam memonitor bagaimana supremasi hukum ini dijalankan sehingga akan mengurangi hal-hal yang tidak di inginkan.

Diposkan oleh Exposenews tabloid online 2011

CIREBON SIAP JADI PROPINSI !!!!


CIREBON SIAP JADI PROPINSI

CIREBON JADI PROPINSI

CIREBON JADI PROPINSI

Bandung, 03 Maret 2011

Gedung Sate Bandung kembali kedatangan tamu dari Presidium Pembentukan Propinsi Cirebon (P3C) yang membawa rombongan hampir 4 bis yang terdiri dari  perwakilan kabupaten dan kota yang ada di Cirebon

P3C ( Presidium Propinsi Cirebon ) pada tanggal 03 Maret 2011 kemarin mendatangi Gd Sate Bandung untuk menyampaikan aspirasinya berkenaan dengan pembentukan propinsi cirebon dimana P3C sendiri kemarin telah mengumpulkan aspirasi warga untuk memisahkan diri Cirebon dari Jawa Barat.

Data yang P3C bawa adalah data wilayah, populasi penduduk dan data lainnya yang diperlukan untuk pembentukan propinsi Cirebon termasuk data aspirasi warga yang dibawa mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota , kabupaten yang ada semuanya di wilayah Cirebon.

 

P3C

Presidium Pembentukan Prop Cirebon

 

Harapan dari P3C sendiri ingin membentuk Propinsi Cirebon adalah agar mereka bisa mandiri dan memaksimalkan kemampuan wilayahnya karena potensi Cirebon sangat baik kalau dikelola oleh sendiri dan ini merupakan salah satu kemandirian Cirebon untuk bertanggung jawab atas wilayahnya sendiri.

Penyampaian aspirasi daerah ini kemarin sudah masuk ke dewan dan sedang dalam penelaahan di dewan propinsi. Aksi berjalan damai dan elegan karena para penyampai aspirasi adalah memang tokoh-tokoh yang ada di Cirebon.

Sumber : Exposenews.

PENCEMARAN LINGKUNGAN DI JABAR MEMPRIHATINKAN !!!


PERLUNYA MANAJER PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA

 

Wakil Gubernur Jawa Barat

Wagub Jabar H. Dede Yusuf

BPLHD JAWA BARAT bekerjasama dengan JETRO Japan External Trade Organization mengadakan pertemuan di Aula Barat GD Sate Bandung di fasilitasi oleh Pemprov Jabar yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat ( H. Dede Yusuf  ) dimana untuk ambang batas pencemaran udara di jawa barat sekarang ini sudah mulai berkurang yang dalam pelaksanaan yang bisa disebut pilot project ini baru diikuti oleh 4.000 perusahaan industri dari 24.000 perusahaan Industri yang ada di Jawa barat dimana BPLHD mengadakan pelatihan-pelatihan untuk para manajer di perusahaan industri guna mengelola IPAL di perusahaannya dengan baik.

 

Sungguh disayangkan bahwa hampir semua perusahaan yang ada di Jawa Barat memiliki ijin IPAL tetapi dalam pelaksanaanya IPAL tersebut hanya sebagai sarana pelengkap saja sehingga diperlukan dalam setiap perusahaan industri di Jawa Barat mempunyai seorang manajer yang mendalami dan mengetahui bagaimana sebenarnya pengelolaan limbah yang ada di industri tersebut.

Disamping itu juga perlu diketahui bahwa di Jawa Barat untuk penanganan DAS CITARUM dilakukan beberapa tahap dimana melibatkan beberapa sungai yang ada di Jawa Barat memang harus ditangani dengan serius. Sungai -sungai tersebut bermuara di :

1. Aliran sungai Citarum.

Aliran sungai citarum yang bermuara di Saguling adalah yang mengalami pencemaran terbanyak dan terparah

sehingga dijuluki “Septic Tank” terbesar di dunia hal ini dikarenakan sungai Citarum memiliki limbah dari semua

baik itu dari industri maupun dari limbah rumah tangga dimana di bendungan Saguling ini sudah tidak ada ikan yang

bisa bertahan hidup selain “Ikan Sapu” karena udara yang ada dalam air disana sudah sangat tipis bahkan bisa

dibilang sudah tidak ada oksigen di air tersebut hal ini juga ditambah dengan banyaknya karamba-karamba yang

dikelola oleh para peternak ikan di Sungai Citarum.

2. Bendungan Cirata

Bendungan Cirata mempunyai kualitas air yang agak lebih baik dari Saguling hal ini diakibatkan karena sebagaian

limbah yang ada telah mengendap di Saguling tetapi tetap pencemaran airnya masih ada disebabkan adanya karam

ba ikan yang dipelihara oleh para peternak ikan di Cirata.

3. Bendungan Jati luhur

mempunyai kadar kandungan air yang lebih baik dibandingkan dengan Saguling dan Cirata tetapi tetap masih ada

pencemaran yang terjadi disana karena pengelolaan karamba ikan oleh para peternak ikan disana.

 

Sudah saatnya para manajer pabrik industri yang mengelola lingkungan hidup harus bisa mengurangi dampak lingkungan yang ada karena limbah yang dikeluarkan dari kawasan industri tersebut sehingga Jaba bisa melakukan penghematan biaya dalam pengelolaan limbah dari kawasan Industri

Pihak yang terakait untuk penenganan hal ini adalah dinas perikanan, perindustrian, lsm lingkungan hidup serta NGO yang bergerak di lingkungan hidup yang ada di Jawa Barat.

Kedepannya harus dipisahkan antara limbah dari rumah tangga dan industri guna mengurangi pencemaran air yang da di Jawa Barat. Sebagai penutup Dede Yusuf menambahkan bahwa poject yang ada di Jawa barat ini akan direplikasikan juga di daerah lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tim Exposenews.

%d blogger menyukai ini: