PENCEMARAN LINGKUNGAN DI JABAR MEMPRIHATINKAN !!!


PERLUNYA MANAJER PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA

 

Wakil Gubernur Jawa Barat

Wagub Jabar H. Dede Yusuf

BPLHD JAWA BARAT bekerjasama dengan JETRO Japan External Trade Organization mengadakan pertemuan di Aula Barat GD Sate Bandung di fasilitasi oleh Pemprov Jabar yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat ( H. Dede Yusuf  ) dimana untuk ambang batas pencemaran udara di jawa barat sekarang ini sudah mulai berkurang yang dalam pelaksanaan yang bisa disebut pilot project ini baru diikuti oleh 4.000 perusahaan industri dari 24.000 perusahaan Industri yang ada di Jawa barat dimana BPLHD mengadakan pelatihan-pelatihan untuk para manajer di perusahaan industri guna mengelola IPAL di perusahaannya dengan baik.

 

Sungguh disayangkan bahwa hampir semua perusahaan yang ada di Jawa Barat memiliki ijin IPAL tetapi dalam pelaksanaanya IPAL tersebut hanya sebagai sarana pelengkap saja sehingga diperlukan dalam setiap perusahaan industri di Jawa Barat mempunyai seorang manajer yang mendalami dan mengetahui bagaimana sebenarnya pengelolaan limbah yang ada di industri tersebut.

Disamping itu juga perlu diketahui bahwa di Jawa Barat untuk penanganan DAS CITARUM dilakukan beberapa tahap dimana melibatkan beberapa sungai yang ada di Jawa Barat memang harus ditangani dengan serius. Sungai -sungai tersebut bermuara di :

1. Aliran sungai Citarum.

Aliran sungai citarum yang bermuara di Saguling adalah yang mengalami pencemaran terbanyak dan terparah

sehingga dijuluki “Septic Tank” terbesar di dunia hal ini dikarenakan sungai Citarum memiliki limbah dari semua

baik itu dari industri maupun dari limbah rumah tangga dimana di bendungan Saguling ini sudah tidak ada ikan yang

bisa bertahan hidup selain “Ikan Sapu” karena udara yang ada dalam air disana sudah sangat tipis bahkan bisa

dibilang sudah tidak ada oksigen di air tersebut hal ini juga ditambah dengan banyaknya karamba-karamba yang

dikelola oleh para peternak ikan di Sungai Citarum.

2. Bendungan Cirata

Bendungan Cirata mempunyai kualitas air yang agak lebih baik dari Saguling hal ini diakibatkan karena sebagaian

limbah yang ada telah mengendap di Saguling tetapi tetap pencemaran airnya masih ada disebabkan adanya karam

ba ikan yang dipelihara oleh para peternak ikan di Cirata.

3. Bendungan Jati luhur

mempunyai kadar kandungan air yang lebih baik dibandingkan dengan Saguling dan Cirata tetapi tetap masih ada

pencemaran yang terjadi disana karena pengelolaan karamba ikan oleh para peternak ikan disana.

 

Sudah saatnya para manajer pabrik industri yang mengelola lingkungan hidup harus bisa mengurangi dampak lingkungan yang ada karena limbah yang dikeluarkan dari kawasan industri tersebut sehingga Jaba bisa melakukan penghematan biaya dalam pengelolaan limbah dari kawasan Industri

Pihak yang terakait untuk penenganan hal ini adalah dinas perikanan, perindustrian, lsm lingkungan hidup serta NGO yang bergerak di lingkungan hidup yang ada di Jawa Barat.

Kedepannya harus dipisahkan antara limbah dari rumah tangga dan industri guna mengurangi pencemaran air yang da di Jawa Barat. Sebagai penutup Dede Yusuf menambahkan bahwa poject yang ada di Jawa barat ini akan direplikasikan juga di daerah lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tim Exposenews.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: