Hari Ini KPK Periksa Nazaruddin sebagai Tersangka


Hari Ini KPK Periksa Nazaruddin sebagai Tersangka

Nazarudin

Bung Nazar diperiksa KPK Hari ini

Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Muhammad Nazaruddin, tersangka kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games, Kamis (25/8/2011) ini. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu akan dimintai keterangan sebagai tersangka. Hal tersebut disampaikan Juru Bicara KPK Johan Budi, Rabu (24/8/2011) kemarin.

“Nazaruddin baru besok (hari ini) rencananya, sebagai tersangka,” kata Johan. Nazaruddin dijadwalkan akan diperiksa sekitar pukul 10.00.

Sebelumnya, Nazaruddin berencana bungkam di hadapan penyidik sebelum dipindahkan dari Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Johan memastikan, bungkamnya Nazaruddin itu tidak akan mengganggu proses penyidikan.

“Kalau dia mau bungkam lagi, tidak menjawab pertanyaan penyidik, itu hak dia. Tapi, dipastikan tidak akan mengganggu dan memengaruhi proses penyidikan,” ujarnya.

Menurut Johan, pengusutan dugaan suap dalam proyek senilai Rp 191 miliar itu, KPK tidak tergantung hanya pada keterangan Nazaruddin. Meski statusnya adalah tersangka, pengakuan Nazaruddin bukan satu-satunya yang menentukan pengungkapan kasus tersebut.

“Kita tidak semata-mata mengejar pengakuan, tetapi kan juga mengejar alat bukti yang lain, dan juga keterangan dari saksi-saksi yang lain,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Nazaruddin melalui kuasa hukumnya, OC Kaligis, mengancam bungkam jika tidak dipindahkan dari Mako Brimob. Kaligis beralasan, menurut dokter yang memeriksa Nazaruddin, mental kliennya akan rusak jika dalam seminggu tidak pindah rutan.

Pernyataan ini dibantah dr Anton Castilani, kepala tim pemeriksaan dan perawatan kesehatan Nazaruddin. Menurut dia, kondisi mental dan fisik Nazaruddin masih normal. Stres yang dialami anggota DPR itu juga masih dalam batas wajar. Tim dokter, kata Anton, tidak pernah merekomendasikan Nazaruddin untuk pindah tahanan.

Sumber : Kompas hari ini

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: