QUICK READING MELEJITKAN DNA MEMBACA


MEMBACA BUKU MENGUBAH DUNIA


DNA Membaca Hanya Milik Kita

Pernahkah Anda berpikir bahwa semua buku yang ditulis dalam bahasa Inggris modern hanya terdiri dari pola-pola yang dibentuk oleh 26 huruf yang disebut alfabet? Bandingkan pula dengan bahasa Arab yang mengenal 28 (29,jika hamzah dianggap huruf) huruf yang disebut huruf Hijaiah. Sejak kapan mulai terjadi perubahan revolusioner dalam kehidupan manusia dan dunia ?
Peristiwa penciptaan sistem tulisan menduduki urutan pertama dari 100 peristiwa yang paling berpengaruh terhadap sejarah dunia, seperti yang ditulis dalam buku 100 Event that Shaped World History, karya Bill Yenne (2005). Dalam buku A History of God: The 4.000 Year Quest of Judaism, Christianity and Islam” karya Karen Amstrong, terungkap bahwa sejarah pemahaman manusia tentang Tuhan berawal dari firman yang mewujud jadi kitab suci. Demikian pula pendapat Dryden dan Voss dalam buku The Learning Revolution berkesimpulan bahwa komunikasi tulisan sebagai satu tonggak sejarah manusia.
Para pakar sejarahwan sepakat bahwa awal sejarah manusia dimulai sejak adanya tulisan. Sesuatu yang harus dibaca. Tulisan, abjad, atau huruf merupakan penanda bahasa manusia yang terpenting setelah bunyi dan gambar. Sejarah manusia dimulai sejak manusia mengenal budaya menulis. Sebelum adanya tulisan manusia adalah makhlu pra-sejarah. Adalah Mesir bangsa pertama yang mengenal budaya menulis yang disebut higriolief. Hieroglyph is a picture or written symbol that represents a word, a sound, or an idea, They were uses especially in ancient Egyp. Demikian, definisi kamusnya.
Dalam bukunya, The New Book of Knowledge the Children Encyclopaedia, (hal 171), penulisnya Martha G. Shapp menjelaskan, bahwa asal usul tulisan itu berasal dari Punisia (Phoenician), baik tulisan di Eropa maupun bangsa-bangsa yang serumpun dengan Punisia. Alfabet yang paling awal muncul sekitar 1700 SM. Bentuk-bentuk huruh Phoenician sebagai cikap bakal alphabet itu disebut sebagai Ancient Egyptian picture writing ( Childcraft Dictionary,1992) yang selama ribuan tahun berevolusi ke dalam lima fase, yaitu ancient middle eastern tribes, ancient greek, ancient tribe near Rome, Roman, dan Modern English yang kita kenal sebagai huruf Latin berjumlah 26 simbol. Informasi yang sama disebutkan dalam The World Book International (1992 : 308-309).
Huruf-huruf alphabet modern Inggris yang dikenal sekarang merupakan hasil evolusi sejak 3000 SM, mulai dari Egyptian, Semitic, Phoenician, Greek, Roman, dan Modern. Bangsa Yunani (Greek) belajar dari Punisia gagasan menulis bunyi bahasa. Huruf A, yang bunyinya oleh Punisia dibaca alif ,oleh mereka menjadi ‘alpha’ dengan perubahan bentuk hurufnya. Huruf ke-2, dibaca bait, menjadi betha,yang akhirnya menjadi huruf B.
Semua bangsa yang berperadaban tnbgi memiliki bahasa tulisan sendiri-sendiri, Tengoklah bangsa Rumawi, Arab, China, India, Mesir, dan Jepang. Kita mnengenakl abjad Latin, abdjad Arab, abjad China, Abjad Jepang, Abjad Hebrew, abjad Rusia dan abjad Sansekerta. Kertas pertama kali dibuat bangsa China,dan dicetak dalam skala industri ke seluruh dunia oleh bangsa Jerman. Industri percetakan buku yang terbesar ada di Jerman, sedangkan banga yang paling banyak menerbitkan buku adalah Amerika serikat.
Fakta-fakta ini jelas membuktikan tentang satu hal: Peran buku yang mengubah sejarah mausia dan aktivitas membaca yang membedakannya dari makhluk lain di bumi. Manusia adalah sang pembaca. DNA membaca sudah ada sejak manusia ada di bumi.
Kesimpulannya : Membaca Buku Mengubah dunia. Bagaimana caranya? Orang-orang besar yang memberi pengaruh terhadap perubahan sejarah tidak lepas dari peran buku dan aktivitas membaca. Sebuah buku terkenal di Barat, ‘Seratus Tokoh yang Paling Berpengarhuh dalam Sejarah’, Michael H. Hart, 1978 yang menempatkan Nabi Muhammad SAW di urutan No.1 sebagai manusia paling berpengaruh dalam sejarah dunia menjadi bukti tentang fakta ini. Buku apa yang mengubah sejarah dunia, sejak abad ke-7 Masehi itu? Itulah, Al Quran.
Dalam Islam, keyakinan Tawhid yang menjadi pusat ajarannya, bahkan dimulai dengan aktivitas membaca: Iqro. Membaca adalah pintu pertama ke arah keyakinan terhadap Tuhan dan ajaran-ajaran-Nya yang lain. Tidak ada keyakinan tanpa membaca. Yang buta huruf harus belajar membaca dan menulis. Yang dapat mengajarkan baca-tulis mendapat kebebasan dari statusnya sebagai tawanan perang. Demikian Nabi SAW mencontohkan. Tinta para ulama lebih berharga daripada darah syuhada dalam perang.
Tidak di Barat tidak di timur. Peradaban China yang tinggi itu karena penemuan bahan kertas yang kita kenal saat ini. Dari beribu-ribu judul buku yang pernah ditulis di China, mungkin yang paling banyak diterjemahkan dan dibaca di luar negeri itu adalah sebuah buku ditulis lebih dari 2000 tahun yang lalau, terkenal dengan nama Lao Tse atau Tao Te Ching. Buku Tao Te Ching ini atau “Cara Lama dan Kekuatannya” adalah naskah utama filosifi Taoisme yang terperinci.
Tahun 105 M, Ts’ai Lun mempersembahkan contoh kertas kepada Kaisar Ko Ti. Penggunaan kertas meluas di seluruh di seluruh China pada abad ke-2, dan dalam beberapa abad saja China sudah sanggup mengekspor kertas ke negara-negara di Asia. Lama sekali China merahasiakan cara pembuatan kertas ini. Di tahun 751 M, beberapa tenaga ahli pembikin kertas tertawan oleh orang-orang Arab sehingga dalam tempo singkat kertas sudah diproduksi di Bhagdad dan Sarmarkand. Teknik pembuatan kertas menyebar ke seluruh dunia Arab dan baru di abad ke-12 orang-orang Eropa belajar teknik ini. Sesudah itulah pemakaian kertas mulai berkembang luas dan sesudah Johann Guttenberg (1400-1468) menemukan mesin cetak modern, kertas menggantikan kedudukan kulit kambing sebagai sarana tulis menulis di Barat. Di tahun 868 M sebuah buku cetakan sudah ditemukan orang China.
Pada tahun 1799, Nicholas Louis Robert menemukan proses membuat lembaran kertas dalam satu wire screen yang bergerak dan sekarang dikenal sebagai mesin Fourdeinier. Teknologi pembuatan kertas makin maju setelah penemuan mesin silinder oleh John Dickinson pada 1809. Pada tahun 1814, Freidrich Gottol Keller menemukan proses mekanik pembuatan pulp dari kayu. Sekitar 1853-1854, Charles Watt dan Hugh Burgess mengembangkan pembuatan kertas dengan menggunakan proses soda. Pada 1857, Benyamin Chew Tilghiman mendapat hak paten untuk proses itu dengan hasil pulp yang cukup bagus dan siap diputihkan. Sampai sekarang, kertas yang kita gunakan masih menggunakan bahan baku dari kayu.

Komentar Tokoh tentang Membaca

Seorang mahasiswa Belanda bertanya kepada Bung Karno yang sedang dibuang ke Bengkulu Tahun 1938. “Tuan, saya lihat Tuan telah membaca semua buku yang Tuan pesan dengan sungguh-sungguh sekali. Mengapa Tuan belajar begitu giat?” Bung Karno mrnjawab, “Orang muda, saya harus belajar giat sekali karena insya Allah saya akan menjadi presiden di negeri ini.” Tujuh tahun kemudian hal itu menjadi kenyataan (dalam buku Musim Berganti, karya Rosihan Anwar)

Ketika dibuang ke Boven Digul, Bung Hatta membawa 16 peti bukunya. Selagi menjadi mahasiswa di Rotterdam, ia ke Jerman dan keliling Eropa Tengah. Di Hamburg ia memborong banyak buku di toko Meissner. Kegemarannya membaca dipuji Haji Agus Salim. Ketika itu Hata sudah membaca buku Baumhauer.

Soejatmiko, yang akrab dipanggil Koko, adik ipar Sutan Sjahrir, menurut Nurcholis Madjid, dikalangan intelektual Amerika dijuluki The Prince Indonesian Intellectual. Ketika masih di sekolah dasar, ia sudah membaca seri sejarah dunia dan kisah-kisah petualangan fiksi ilmiah Jules Verne. Di sekolah menengah, bacaannya mulai berat seperti karya Hegel, Karl Marx, atau Nietzsche, Ghandi, Khisnamurti serta Swami Vivekananda. (Dari artikel, Aku Ada Karena Buku: Mereka Berjuang Bersenjatakan Buku, M. Fahmi, Intisari, Mei 2005)

“Jangan terlalu banyak membaca, nanti matamu rusak”, kata sang bunda kepada Gus Dur yang kala itu berumur 10 tahun. Sejak di SMEP, ia sudah fasih berbahasa Inggris. Bacaannya, semisal What is to Be done-nya Lenin, Das Kapital Karya Karl Marx, buku filsafat Plato, Thaless, novel William Bochner, Romantisme Revosioner karangan Lenin. (dari buku, Beyond the Symbols: Jejak Antropologis Pemikiran dan Gerakan Gus Dur, Rosda Karya). Gus dur membaca pula buku Ethica Nechomochea karya Aristoteles yang hidup 1000 tahun sebelum datangnya Islam. Buku yang diterjemahkan Ibnu Rusyd menjadi Al Kitab Al-Akhlaq itu telah turut menuntunnya memahami ajaran-ajaran Islam yang mulia tentang toleransi, egaliterianisme, dan masalah-maslah mendasar lainnya dalam berhubungan antara sesama manusia. (Moh, Mahfud MD, Pemikiran dan Langkah Politik Gus Dur, artikel SINDO, 21 Feb 2008)

BJ. Habibie, mantan presiden ke-3 RI memiliki ciri khas yang melekat semenjak kecil, yaitu serakah membaca! Seolah-olah ada perasaan berdosa yang menyelinap dalam dirinya jika sampai membiarkan bacaan apapun menganggur (Mini Biografi dalam Buku MHMMD, karya Marwah D. Ibrahim).

“Membaca dan menulis itu seperti bernafas. Ada saat menghebus dan menarik. Menghembus berarti kita menulis, dan menarik berarti saat kita mencari informasi dari buku.”
Dewi dee Lestari, penyanyi dan novelis, Supernova dalam Home Library, Edisi1/III,2007,Gramedia)

Mau Tahu seberapa besar kemampuan kamu membaca ?

Baca dan beli bukunya :

Quick Reading melejitkan DNA

Harga : 38.000

Sudah bisa diperoleh di : Gramedia, Gunung agung, Togamas, Rumah buku, BBC Palasari, Balubur, Suci,Giant,Cimahi, TB. Lubuk Agung dan toko terdekat di kota Anda.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: