CHANGE YOUR DREAMS !!!


Kenapa Musti Mimpi?

Andai a … a … a … aku jadi orang kaya …
Andai a… a … nggak usah pake kerja …

— Opie Andaresta

Masih ingat dengan lagu tersebut? Lagu yang dipopulerkan Opie. Kamu juga sampe sekarang masih ingat kan, pesan dari lagu ini. Bermimpi untuk jadi orang … apa aja yang diinginkan tanpa berusaha ekstra.
Pertanyaan berikutnya, pernahkah kamu bermimpi? Sejak kapan kamu mulai bermimpi? Kenapa kita semua harus membuat dan menentukan mimpi? Juga kenapa kita menyusun beberapa hal penting dalam mimpi sehingga bisa mendapatkan kesenangan – sekaligus keabsurban — dari mimpi?
Jawabannya adalah meskipun kamu bermimpi setiap hari, kamu sering kali gagal untuk meraih dari pengalaman mimpimu. Kenapa demikian? Karena kamu nggak tahu apakah kamu sedang bermimpi atau nggak. Kebanyakan kamu nggak sadar kalo kamu sedang bermimpi. Hanya melamun dan hanya sebatas membayangkan seperti orang yang kehilangan sesuatu dan menjadi teringat-ingat terus.
Atau kamu nggak tahu apa itu mimpi? Kebanyakan orang memahami mimpi itu sebagai bunga tidur. Sebelum tidur ada beberapa kegiatan penting sehingga kegiatan tadi termemori sampe tidur. Betul juga sih, anggapan demikian.

Mimpi merupakan bagian yang paling dalam dari kehidupan. Mimpi merupakan satu kesatuan dalam diri manusia yang menggambarkan rekaman pengalaman kehidupan seseorang. Oleh sebab itu, mimpi adalah sebuah imajinasi yang kuat dan dimiliki oleh hampir semua orang. Impian seseorang bisa berwujud keinginan, cita-cita, angan-angan, harapan, yang sewaktu-waktu bisa terwujud atau tidak sama sekali, tergantung orang yang memimpikannya.
Dengan mimpi, kita bisa mendapatkan segalanya tanpa batas. Believe or not, yang jelas banyak orang besar dan sukses berawal dari mimpi-mimpinya: Guttenberg, Thomas Alpa Edison, Einstein dan Isaac Newton, atau ilmuan-ilmuan lainnya yang namanya sampe sekarang di kenang orang sejagat.
Akan tetapi, jangan heran ketika kita menyaksikan begitu banyak orang yang sukses atau gagal dalam menggapai impiannya, bahkan tidak sedikit orang menderita karena mimpinya tidak “terbeli”. Padahal, semua orang punya potensi untuk meraih mimpinya.
Potensi penting yang perlu dimanfaatkan adalah kemampuan nalar (otak) karena berawal dari otak yang kurang dimanfaatkan secara maksimallah orang menjadi mandul untuk maju, kreativitasnya nggak berkembang, dan ujung-ujung kebingungan, mesti bagaimana memanfaatkan potensi yang dimilikinya itu.
Buku ini mengupas bagaimana mewujudkan impian agar tidak hanya menjadi angan-angan. Mulai dari me-manage potensi, mengubah mindset, dan mengelola keinginan, serta memanfaatkan waktu. Dengan demikian, buku ini penting dibaca oleh mereka yang masih punya keyakinan bahwa masa lalu adalah pengalaman, masa kini adalah kesempatan, dan masa yang akan datang adalah kesuksesan.
Mudah-mudahan kehadiran buku ini bisa mengantarkan Anda menjadi orang-orang yang mampu meraih impian sehingga dapat digolongkan dalam kelompok manusia sukses dan menjadi kebanggaan setiap orang yang mengenal Anda.
Semoga Sukses.

Namun, maksud dari mimpi di sini adalah sebuah imajinasi yang kuat, yang harus terwujud di kemudian hari. Bisa jadi mimpi itu keinginan, cita-cita, angan-angan, atau harapan. Terkadang pula, mimpi inipun terbawa ke alam bawah sadarmu atau mimpi ketika tidur.
David Fontana (1997) menerjemahkan mimpi sebagai peluang untuk mengetahui percakapan antara ketidaksadaran dengan pikiran yang sadar, menyusun peluang-peluang untuk memahami diri lebih baik dan mencapai keserasian yang paling dalam.
Kalo ditelisik lebih jauh, antara maksud mimpi yang pertama dan kedua (yang diterjemahkan David Fontana) nggak ada bedanya. Dengan mimpi, berarti kamu akan atau telah menyusun peluang untuk mencapai keserasian. Maksud dari keseraian ialah menyesuaikan mimpi yang kamu buat dengan kemampuanmu.
Sangat seru rupanya ngomongin mimpi ini. Buktinya aja, kurang lebih 50 tahun lamanya, para ahli telah mengamati mimpi sampe lebih detail. Ada beberapa penelitian ilmiah mengenai mimpi.
Diawali dari sebuah penelitian ilmuwan Amerika, Nathaniel Kleitman dan Eugene Aserinsky yang mengamati para sukarelawan yang terbangun, sementara otaknya memperlihatkan irama-irama khusus yang memberitahukan mereka telah bermimpi.
Kemudian William Dement, seorang psikolog yang meneliti di Universitas Chicago, telah menemukan sebuah gejala baru sehingga bisa membentuk ilmu baru dengan melakukan penelitian terhadap mimpi. Dia mendeteksi jaringan antara isi mimpi dan kondisi psikologi seseorang yang sedang bermimpi. Dengan penuh keyakinan, ia memperlihatkan bagaimana banyak orang yang nggak puas dengan mimpinya.
Ternyata dari beberapa penelitian yang serupa, ditemukan bahwa kamu sering mengingat sekitar 80 persen dari setiap bagian mimpi jika kamu menyelesaikan mimpimu. Namun, 8 menit kemudian hal itu berubah, berkurang 30 persen. Sampe akhirnya kamu hanya bisa mengingat mimpimu sekitar 5 persen aja.
Sekarang penelitiannya lebih difokuskan pada jarak yang luas dari faktor-faktor yang berkaitan dengan mimpi, termasuk pengaruh kejadian-kejadian sebelum tidur. Sebuah kekuatan kreativitas dalam mimpi itu sangat berpengaruh dalam hidup, dan setiap bagian dalam mimpi — baik itu bayi, orang dewasa sampe seekor binatang pun — berdampak pada perkembangan dirinya. Sampe sekarang, pemahaman mimpi ini menjadi bidang yang serius digeluti dan terus diteliti.
Emang sih, mimpi merupakan bagian yang paling dalam dari semua kehidupan. Mimpi merupakan salah satu kesatuan dalam diri manusia yang memberikan banyak contoh sehingga tanpa curiga dan ragu-ragu kamu bisa mewujudkan pengalamanmu yang terekam dalam mimpi.
Sejarah mencatat, beberapa nenek moyang manusia meyakini mimpi sebagai suatu kekuatan dalam memecahkan masalah. Makanya, jangan heran kalo secara nggak langsung, mimpi membawa para prajurit yang gagah dan kompeten untuk bertempur memusnahkan musuh-musuhnya, menyulap kenistaan atau kebohongan menjadi sebuah kenyataan yang sulit diyakini oleh akal. Mimpi juga bisa memprediksi masa depan, meringankan rasa sakit, dan membawa semangat.
Nenek moyang bangsa Yunani menyakini pengetahuan akan mimpi sangat njelimet dan memusingkan, seperti halnya pengetahuan dalam beberapa bidang.
Plato, misalnya, mengamati Freud ketika dia menjelaskan bahwa mimpi ditempatkan di mana rasa kebinatangan seseorang tumbuh dengan merajalela kecuali jika jiwa yang membangun mimpi mampu untuk menggantikan naluri-naluri yang beralasan.
Sedangkan Aristoteles menyatakan wawasan yang didapat dari mimpi seperti objek-objek yang terpantulkan dari air.
Ketika air diam, bentuk-bentuknya mudah untuk dilihat. Namun ketika airnya bergerak, yaitu ketika pikiran secara emosional terganggu, maknanya berubah dan nggak bermakna. Lebih tepatnya, pikiran bisa dijaga sebelum tidur, sedangkan sesudah tidur jangan ditanya lagi.
Rene Descartes, seorang filsuf asal Perancis yang disebut-sebut sebagai pendiri ilmu modern, meyakini dalam kerangka pikiran untuk memaknai mimpi. Menurut pengakuannya, beberapa teori ditemukan dalam mimpi, dan dia berjuang untuk menemukan kejelasan segala sesuatu bukti yang muncul dalam pikiran itu sangat benar.
Banyak teknik untuk meraih sampe memengaruhi hasil sebuah mimpi. Mulai dari kebijakan atau teori-teori yang diajarkan manusia masa lalu, sampe hasil dari sebuah penelitian ilmu modern.
Ketahuilah, aku sangat menyadarinya kalo semua orang memiliki mimpi dan terbiasa memimpikan sesuatu yang besar dan lebih besar lagi. Oleh karenanya, aku berharap kamu bisa menentukan mimpimu sekarang? Dan seterusnya kulepaskan biar kamu terjun bebas di alam mimpi. So, bermimpilah!

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: