HYPNOTEACHING AND NEURO LINGUISTIC PROGRAMING


NLP ( Neuro-Linguistic Programming )

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Neuro-Linguistic Programming (NLP) adalah model komunikasi interpersonal dan merupakan pendekatan alternatif terhadap psikoterapi yang didasarkan kepada pembelajaran subyektif mengenai bahasa, komunikasi, dan perubahan personal. NLP diawali pada sekitar tahun 1970-an oleh Richard Bandler dan John Grinder. Semula pembahasan lebih terpusat pada berbagai “hal beda yang dapat membuat perbedaan” antara individu “unggul” dengan individu “rata-rata”. Guna memahami lebih lanjut akan perbedaan tersebut, mereka melakukan serangkaian pemodelan pada berbagai aspek dari individu “unggul”, seperti berbagai prilaku dalam menerima serta menyikapi lingkungan sekitar. Hal itu berujung pada pemahaman mengenai mekanisme kerja pikiran. Sehingga NLP berisikan berbagai presuposisi mengenai mekanisme kerja pikiran dan berbagai cara individu dalam berinteraksi dengan lingkungan dan antar sesamanya, disertai dengan seperangkat metode untuk melakukan perubahan.

Secara semantik, Neuro dapat diartikan sebagai berbagai mekanisme yang dilakukan individu dalam menginterpretasikan informasi yang didapat melalui panca indra dan berbagai mekanisme pemprosesan selanjutnya di pikiran. Linguistic ditujukan untuk menjelaskan pengaruh bahasa yang digunakan pada diri maupun pada individu lain yang kemudian membentuk pengalaman individu akan lingkungan. Programming dapat diartikan sebagai berbagai mekanisme yang dapat dilakukan untuk melatih diri seorang individu (dan individu lain) dalam berpikir, bertindak dan berbicara dengan cara baru yang lebih positif. Walaupun pikiran individu telah memiliki program “alaminya”, yang didapat baik melalui pewarisan secara genetis maupun melalui berbagai pengalaman, individu tetap dapat melakukan peprograman ulang sehingga dapat bertindak lebih efektif.

NLP semula dikembangkan sebagai salah satu perangkat psychotherapeutic. Namun kemudian memperoleh kredibilitas ketika diaplikasikan pada berbagai bidang, seperti bisnis, komunikasi dan lainnya. NLP juga sangat bermanfaat ketika digunakan pada pengembangan pribadi maupun pada proses belajar dan mengajar yang efektif.

Hypnoteaching Bantu Proses Belajar
Education | Sun, Nov 8, 2009 at 04:33 | Yogyakarta, matanews.com

Hypnoteaching (hipnoterapi dalam pendidikan) merupakan hal yang bagus untuk diterapkan dalam dunia pendidikan karena dapat membuat proses belajar mengajar menjadi lebih baik, kata psikolog dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr Rahma Widyana MSi.

“Hypnoteaching menekankan pada komunikasi alam bawah sadar sang murid, baik yang dilakukan dalam kelas maupun luar kelas. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya sugesti dan imajinasi,” katanya di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia pada seminar hipnoterapi untuk pendidikan yang lebih baik, sugesti memiliki kekuatan yang luar biasa. Kemampuan sugesti yang terus terngiang di otak mampu mengantarkan seseorang pada apa yang dipikirkan.

Contohnya, penyanyi Agnes Monica ketika akan konser di Hongkong kakinya patah, namun karena selalu mensugesti pikirannya dengan keberhasilan konsernya, pada akhirnya Agnes sukses.

Ia mengatakan imajinasi merupakan proses membayangkan sesuatu terlebih dulu baru melakukannya. Seorang guru atau dosen harus mampu membiarkan siswa atau mahasiswa berekspresi dan membiarkan mereka mengimajinasi.

“Itulah yang diharapkan dari hipnoterapi dalam pendidikan bahwa guru, dosen, siswa, dan mahasiswa dapat melakukan proses belajar mengajar dengan baik untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik. Biarkan guru tersugesti untuk mengajar lebih baik, dan biarkan murid mengimajinasi,” katanya.

Sementara itu, praktisi hipnoterapi Sudibyo Sulistiyo mengatakan hipnoterapi atau yang biasa disebut hipnotis sering mampir di telinga masyarakat pada akhir-akhir ini.

“Acara televisi pun sering menayangkan reality show ala hipnoterapi. Contohnya seorang ahli hipnoterapi menghipnotis seseorang untuk melakukan apa yang diinginkan oleh ahli tersebut,” katanya.

Dalam hal negatif, menurut dia, hipnotis sering digunakan untuk melakukan kejahatan seperti gendam. Namun di sisi lain, hiphoterapi bisa digunakan untuk mensugesti diri agar lebih bersemangat dalam mencapai apa yang dicita-citakan.

“Jadi, hipnoterapi ternyata bisa memberikan efek positif pada diri kita. Melalui hipnoterapi, seseorang bisa mensugesti dirinya untuk lebih bersemangat menjalani hidup ini guna meraih apa yang diinginkan,”

Untuk melengkapi bagaimana mengajar menggunakan Hypnoteaching dan NLP telah terbit buku berjudul :
Bagaimana menjadi Guru Dahsyat Guru Yang memikat karya Fredy Faldi Syukur.

)Simbiosa Dody: 022-76697476 (  Buku PemesananInfo

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: