JURNALISTIK INDONESIA


JURNALISTIK INDONESIA

 

Penulis : AS HARIS S

Penerbit : SIMBIOSA REKATAMA MEDIA

Info : Dody ( 02276697476)

Kata Pengantar

Saya merasa tersanjung . Tapi , Jujur saja , Bahagia Saya . Kata Saya guru , Prof Dr KH Jalaluddin Rakhmat , Bahagia adalah pilihan berlangganan saya . Kebahagiaan hubungi untuk Artikel sesuatu Yang datang kepada Kita Di Luar kemampuan Kita . Kita Bahagia Memilih untuk Artikel Artikel . Memilih untuk Artikel Kami menjadi Bahagia . Bahagia , menyenangkan perasaan Yang yakni , adalah emosi positif , emosi negatif adalah sedih Dan ( Rakhmat , 2004:106 ) . Dan Saya merasa tersanjung Bahagia , KARENA beberapa alasan Yang Saya anggap Masuk akal untuk Artikel , hubungi Danijel Dan Dibuat – artifisial buat .
Pertama , Buku Saya terdahulu , Menulis Artikel Dan Tajuk Rencana ( Oktober 2004) , ternyata mendapat Sambutan hangat MENGGUNAKAN pembaca Di seluruh Indonesia . Saya menerima ratusan pesan singkat yang mirip : model pendekatan ( sms ) MENGGUNAKAN berbagai kota . Sebagian Besar berisi pujian isi Buku Atas ITU . English Bahasa Dari Semarang , DKI Tengah , misalnya , seorang pembaca doa mengungkapkan sudah sedangkan seperti Tahun Buku Yang Saya tulis menunggu . Bayangkan ! Sejumlah Dosen , Tanpa diminta memberitahukan Buku Buku Saya telah dijadikan Wajib Di kampusnya . Sebagian Yang berbaring , Saran Dan berisi masukan , termasuk permohonan agar Saya bersedia menunjukkan Permasalahan Alamat Penerbit Buku mencarikan Yang sudah lama diimpikannya . Tapi , juga ADA , Yang kena Pajak Penghasilan Dan menyatakan Saya terharu membaca fragmen sedih perjalanan Hidup . Mereka , umumnya mahasiswi Yang mungkin jatuh iba kepada Saya .
Kedua , Saya dapat melunasi Utang Janji kepada para Mahasiswa Saya Dan Jaksa juga kepada para pembaca Buku Saya terdahulu . Bulan enam sekali Saya katakan , Buku Terbit ITU Pajak Penghasilan kena , Buku – Buku seri jurnalistik Pokok bahasan Artikel Baru Sangat dibutuhkan Mahasiswa yang, Umum Dan juga , akan keanaeragaman keanaeragaman hadir mengunjungi pembaca ? Berlangganan masih berlangsung . Saya mohon doa Restu . Buku Jurnalistik Indonesia Bisa Terbit Suami ternyata tepat waktu . Saya bersyukur . Buku inisial , memang ditulis perasaan ketika sedang Saya Sangat Bahagia . Emosi positif Sangat menguasai Diri Saya . Bukankah tidak Ada Pagar Tinggi kebahagiaan bagi penulis kecuali apabila karyanya banyak dibaca Dan Siddharta Oleh diterima ?
Bahagia sedang menyelimuti perasaan Ketika Diri Saya merasuk , tiba – tiba Bencana Yang Sangat Dahsyat ITU pun datang . Apalagi untuk Artikel hubungi Dan kalau gempa Gelombang Tsunami Di Aceh Dan Sumatera Utara , Minggu Pagi 26 Desember 2004? Semua luluh lantak . Semua terpana . Orang tewas Benar – benar mengerikan : 150 ribu , ribuan Lainnya Hilang Dan Jaksa Aceh Jadi Lautan Sampah reruntuhan . Diperlukan waktu sedikitnya 10 Tahun Ke Aceh untuk Artikel Artikel mengembalikan kondisi semula . Tapi , mungkinkah ratusan ribu Yang telah kehilangan Anak , isteri , suami , ayah , ibu , Saudara Dan ITU Danijel kerabatnya , memperoleh Pajak Penghasilan kena 10 Tahun Dilaporkan orangutan Orang Yang Sangat dicintainya ? Mustahil .
Aceh tersayat . Aceh terluka . Aceh Merana . Duka Aceh duka Indonesia . Duka Kita Bersama . Bahkan Semua Bangsa jatuh iba . Bantuan kemanusiaan pun mengalir MENGGUNAKAN mana – mana , masih berlangsung ? Berlangganan Hari , ? Berlangganan saat masih berlangsung .  Semua bahu – membahu . Siapa pun Yang sudah terbujur Kaku , permainan Kata APA Yang sudah Jadi abu Dan Debu , diharapkan setidaknya dapat dikenang dalam kalbu . Janganlah Kita Dibuat terpaku . Tangis kesedihan Dan penderitaan boleh saja ditampakkan tetapi , Hari esok harus diisi Dibuat Dan berarti .

( SINOPSIS
Buku Jurnalistik Indonesia )

Aceh . Minggu Pagi , 26 Desember 2004. Secara Tak terduga , tiba – tiba , Perdana cepat Perdana begitu , gempa Dan Gelombang tsunami datang ITU , mengerang , menerjang .  Semua luluh lantak .semua terpana . Benar – benar mengerikan : 150 ribu Orang tewas dalam sekejap . Ribuan Lainnya Hilang . Aceh Jadi Lautan Sampah reruntuhan . Aceh tersayat . Aceh terluka . Aceh Merana . Duka Aceh duka Indonesia . Duka Kita Bersama . Bahkan * * Semua Bangsa jatuh iba . Bantuan kemanusiaan pun mengalir MENGGUNAKAN mana – mana . Hari ? Berlangganan masih berlangsung . ? Berlangganan saat masih berlangsung . * * Semua bahu – membahu . Siapa pun Yang sudah terbujur Kaku , permainan Kata APA Yang sudah Jadi abu Dan Debu , dapat diharapkan dalam kalbu dikenang . Janganlah Kita Dibuat terpaku . Tangis kesedihan Dan penderitaan boleh saja ditampakkan tetapi , Hari esok harus diisi Dibuat Dan berarti .

Proses  Semua ITU , dinyatakan dalam Siaran Berita Dan fitur media massa . Danijel Suka tidak Suka , Berita telah menjadi saksi Permasalahan Duta Setia Kita memucat . IA selalu Bersama Kita . Kita berada  sedangkan Di sekeliling .  sedangkan muncul dalam surat Kabar . sedangkan merambah halaman – halaman dalam tabloid .  sedangkan aneka warna dicetak dalam berbagai Majalah .  sedangkan menyelinap lewat radio Gelombang , asam Di gunung Dan Di Lembah Di, Laut Dan Di debet debit sungai . IA selalu hadir dalam Televisi Layar – Layar kaca .  sedangkan Masuk Ke Ruang – Ruang Pribadi MENGGUNAKAN Pagar Diri Dan Keluarga Kita . Berita hadir Di mana – mana . Tentang Kita Danijel Tentang siapa mereka : entah . Kita melaporkan kepada  sedangkan dalam 24 jam sehari , seminggu dalam Tujuh Hari .

Lalu mengapa fitur ? Berita adalah peristiwa Fakta Tentang Kurs Dilaporkan ( Berita kurs kembali ) . Teknik Yang digunakan : melaporkan ( untuk Artikel melaporkan ) . Sedangkan fitur Danijel adalah Cerita Kisah Fakta mengenai peristiwa ( Berita ) . Teknik Yang digunakan : mengisahkan ( Cerita ) . Berita hanya untuk Artikel Artikel Kita mengisi kepala ( kognitif ) , sedangkan fitur juga dimaksudkan untuk Artikel Artikel menyemaikan benih – benih kebajikan dalam dada Kita ( afektif ) . Kita lebih banyak menangisi Tragedi Tsunami Aceh untuk Artikel hubungi KARENA Berita Yang hanya melaporkan Fakta peristiwa , angka – angka , statistik , kuantitatif , Kaku Yang sesuatu , Kering , formal , Langsung tembak . Kita sampai banjir Udara mata duka , KARENA sajian fitur Yang menusuk Hati Kita, Kita perasaan , terdalam Kita PADA Aspek – Aspek kalbu . Kita tersentuh . Kita luruh . Sebagian bahkan rubuh Runtuh . Trauma .

Buku seri jurnalistik ditulis inisial memenuhi kebutuhan terutama untuk Artikel Artikel Dan permintaan para Mahasiswa jurnalistik , kehumasan ( public relations ) , penyiaran , Ilmu KOMUNIKASI , dakwah , praktisi media massa , praktisi Humas , Dosen , Guru Dan Jaksa siapa saja mendambakan Buku – Buku Yang berbobot PANDUAN Artikel Baru akademis jurnalistik harga ekonomis . Artikel Baru ditulis inisial Buku hd paduan seorang akademis , Jurnalis , cerpenis sekaligus Artikel Baru . Memikat , lincah , Segar , Mudah dicerna . Membangkitkan motivasi sekaligus mengembangkan Inspirasi Dan imajinasi .

rs . A.S. Haris Sumadiria , M. Si , adalah Dosen Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah Ketua Dan IAIN SGD Bandung .sedangkan alumni Jurusan Ilmu Jurnalistik Fakultas KOMUNIKASI ( S1 ) dan Program Pascasarjana Kajian Ilmu KOMUNIKASI Universitas Padjadjaran ( S2 ) . IA seorang penulis , kolumnis , novelis , Jurnalis Dan sekaligus . Sebagai akademisi , IA kerap menjadi pemateri dalam berbagai seminar , simposioum , Lokakarya Pelatihan Dan Jaksa bidang KOMUNIKASI , jurnalistik , Dan kehumasan . Sebagai pendidik  , sedangkan anggota Tim Asesor BAN PT . Sebagai konsultan KOMUNIKASI ,  sedangkan Aktif melakukan pendampingan Masyarakat Di DKI Dan Bali.

Ingin Tahu inisial Buku lengkapnya hubungi : Dody Iskandar / Simbiosa Rekatama Media
Proses * * Semua ITU , dinyatakan dalam Siaran Berita media massa . Danijel Suka tidak Suka , Berita telah menjadi saksi peristiwa duka Setia Permasalahan Yang Kita Pagar .  sedangkan dalam surat Kabar muncul , dalam halaman – halaman tabloid merambah Dan Jaksa Penuh Majalah dicetak dalam berbagai warna . mengendap – endap IA Dan menyelinap lewat radio Gelombang , asam Di gunung Dan Di Lembah Di, Laut Dan Di debet debit sungai . IA selalu hadir dalam Televisi Layar – Layar kaca .  sedangkan Masuk Ke Ruang – Ruang Pribadi MENGGUNAKAN Pagar Diri Dan Keluarga Kita . Di Ruang Tamu . Di Ruang Makan . Di Tempat Tidur . Bahkan sekalipun Di Tempat – Tempat Pertemuan . Berita Singkat Kata , hadir Di mana – mana . Kita melaporkan kepada AGLOCO sedangkan dalam 24 jam sehari , seminggu dalam Tujuh Hari .
Berita , sebagian untuk Artikel Artikel , membawa Bahagia Kita telah . Tetapi , sebagian untuk Artikel Lagi Artikel , Berita telah menyeret untuk Artikel Artikel Kita hanyut kesedihan Dalam, penderitaan , penyesalan Dan bahkan Jaksa luapan kemarahan kekesalan Permasalahan . Berita Bahagia Jika membawa emosi positif , Maka yang bernuansa Yang bernuansa Berita duka Dan Bencana melahirkan emosi negatif . Proses Suami Terus terjadi , datang silih – berganti . Berita Dampak terhadap kehidupan Kita, memang biasa dengan Artikel Baru Luar . Tetapi , bagaimana Berita – Berita ITU dicari , digali , ditulis , disiarkan media massa Ke MENGGUNAKAN menit menit , selai selai Ke , Hari Ke Hari , Pekan Ke Pekan ? Siapa Yang berada Di Balik pemuatan , penyiaran , penayangan Dan Berita – Berita ITU ? Kapan untuk Artikel Artikel Dan mereka melakukan * * Semua ITU APA ? Adakah motivasi , aturan Dan Jaksa Permasalahan moral IKATAN – IKATAN profesional Yang mengikat mereka dalam aktivitas jurnalistik tersebut ? Buku inisial berusaha , menjawabnya Artikel Baru tuntas .
Artikel Baru Sesuai Teori jurnalistik , diberi inisial Judul Buku : P provokatif : Jurnalistik Indonesia : Menulis Berita Fitur Dan. Judul Artikel Baru ditulis merujuk PADA hd bahasa prototo totem : seluruh untuk Artikel Artikel sebagian . Seluruh , KARENA Yang ditonjolkan adalah jurnalistik Indonesia . Sebagian , KARENA Pokok bahasan dikupas tuntas adalah filosofi Yang , Teori , Pengembangan Pengembangan strategi , kiat penulisan fitur Teknik Dan Berita Dan. Saya sengaja menonjolkan Nama Dan Jurnalistik Indonesia KARENA beberapa alasan pertimbangan .
ditulis Buku Pertama , secara filosofis , Suami Oleh Orang Asli Indonesia , diasumsikan dibaca Oleh sedikitnya 95 persen Orang Indonesia , media massa menyentuh Tentang Yang Terbit Dan mengudara Di Indonesia , membahas berbagai Permasalahan Dan Aspek teoretis praktis norma – norma Tentang diakui Yang jurnalistik , berlaku , Di Indonesia Dan dihormati . Jadi , Saya Tak membahas jurnalistik Tentang Wesel Ekspor Di Tengah tidak , juga Di Rusia Dan eropa . Dalam Buku Aspek inisial , teoretis praktis Dan ITU , lebih banyak difokuskan kepada bagaimana menggali dan Jaksa Jaksa mengolah fitur menulis Berita Dan. Bila Buku terdahulu mengupas bagaimana menulis artikel tajuk Rencana Dan ( dilihat ) , Maka yang bernuansa bernuansa Buku Yang inisial mengupas bagaimana Kita menulis Berita Dan fitur ( Berita ) . Jadi , Sesuai namanya sebagai Artikel Baru Buku seri . IA Satu kesatuan . AGLOCO sedangkan doa bagai Sama Sisi mata Uang yang. IA Bisa dibedakan , tetapi Tak dapat dipisahkan .
Dan media Kedua , secara akademis , Saya prihatin KARENA Kurs Dilaporkan ditulis berbagai Berita yang, disiarkan , ditayangkan massa Dewasa Suami , nafas tidak kerap tampil dalam Budaya Indonesia . Tak terhitung banyaknya Kurs Dilaporkan Berita Dan Yang nafas bahkan muncul fitur dalam Budaya Danijel eropa Wesel Ekspor Tengah . Kita pun sering dibuatnya geleng kepala Dan – terhenyak geleng . Paradigma , POLA Dan Jaksa hd jurnalistik wartawan media massa sebagian Danijel Kita, sudah seperti tidak mengindonesia Lagi . Reformasi ditafsirkan sebagai keterbukaan Dan keterbukaan , diartikan sebagai buka – bukaan . Telanjang . Liar . Bahkan vulgar .
Buku inisial , tidak Pagar , hadir untuk Artikel Artikel mendiskusikan Dilaporkan , menggugat tidak mengatakan untuk Artikel Artikel , Yang mulai merisaukan kecenderungan berbagai lapisan Masyarakat Dan ITU kalangan aparat . Mungkin Pak Guru Tak ubahnya Yang Di kampung sedang memberikan tausiah kepada para santrinya untuk Artikel Artikel Yang Pulang kota MENGGUNAKAN merantau . Tak Mungkin tausiah Danijel didengar nasihatnya . Mungkin Tak ubahnya setetes madu dijatuhkan Udara Yang Ke Laut . Jangankan Beta terbaru , ikan Hiu pun Tak Tahu . Tak APA – APA . Tapi setidaknya Pak Guru telah berbuat sesuatu kampung ITU . AGLOCO sedangkan Tetap menyeru kebajikan .
SIBOR pertimbangan praktis Jaksa Dan Bisnis . Di Pulau Pulau Pasaran , terkini telah beredar mengupas beberapa Buku Yang jurnalistik . Ada Yang menamakan dirinya ditempatkan – ditempatkan jurnalistik . Ada Yang lebih Suka menyebut Pengantar jurnalistik . Ada Yang Penuh percaya Diri Artikel Baru menyatakan Teori Dan praktik jurnalistik . Tapi Ada pula Yang PADA Pokok bahasan tertentu Langsung , seperti Teknik wawancara , meliput Teknik Dan menulis Berita , Teknik meliput fitur , kiat menulis artikel . Menurut Teori Pemasaran Produk , APA pun Yang diluncurkan , haruslah memiliki keunikan tertentu , uniqness . English Bahasa Dari Sisi Nama Dan penyebutan , juga harus berkonotasi tunggal . Keunikan Nama Dan itulah Yang membedakannya sekaligus MENGGUNAKAN berbaring Produk sejenis yang. Jurnalistik Indonesia , Yang hanya memusatkan bahasan penulisan PADA Berita Dan fitur , Saya asumsikan Masuk dalam kategori ITU .
Mengapa fitur ? Berita adalah peristiwa Fakta Tentang Kurs Dilaporkan ( Berita kurs kembali ) . Teknik Yang digunakan : melaporkan ( untuk Artikel melaporkan ) . Sedangkan fitur adalah Danijel Cerita Kisah Fakta mengenai peristiwa ( Berita ) . Teknik Yang digunakan : mengisahkan ( Cerita ) . Berita hanya untuk Artikel Artikel Kita mengisi kepala ( kognitif ) , sedangkan fitur juga dimaksudkan untuk Artikel Artikel menyemaikan benih – benih kebajikan dalam dada Kita ( afektif ) . Kita lebih banyak menangisi Tragedi Tsunami Aceh untuk Artikel hubungi KARENA Berita Fakta Yang hanya melaporkan , angka – angka , statistik , kuantitatif , Kaku Yang sesuatu , Kering , formal , Langsung tembak . Kita teriris , Kita bersedu – sedan , Kita banjir Udara mata duka , KARENA sajian fitur Yang menusuk Hati Kita, Kita perasaan , Aspek – Aspek kalbu terdalam Kita MENGGUNAKAN . Kita tersentuh . Kita luluh . Kita luruh .
Buku Buku adalah inisial seri kedua MENGGUNAKAN jurnalistik Yang Saya sedang siapkan untuk Artikel Artikel memenuhi kebutuhan para Mahasiswa jurnalistik , kehumasan ( public relations ) , penyiaran , Ilmu KOMUNIKASI , dakwah , praktisi media massa , Dan Umum Yang sudah lama mendambakan kehadiran Buku – Buku PANDUAN jurnalistik praktis Artikel Baru berbobot akademis harga ekonomis . Harap maklum . berbobot untuk Artikel Artikel akademis , akan keanaeragaman keanaeragaman Saya Tetap pegang komitmen ITU Teguh sampai kapan pun . harga ekonomis untuk Artikel Artikel , Saya mohon maaf harus sedalam – dalamnya . Buku KARENA Suami relatif lebih tebal Maka yang bernuansa bernuansa Yang harganya pun , menurut Penerbit , terpaksa disesuaikan . Apa boleh buat .
KARENA itulah pertimbangan nilai ekonomis , Buku inisial BAB terpaksa tidak menyertakan Yang Khusus membahas secara profil dan Jaksa syarat Jaksa kiat menjadi Jurnalis profesional . Saya mohon maaf Lagi . Dalam Buku Yang berbaring , Khusus BAB Tentang syarat menjadi Jurnalis ITU profesional , insya Allah Saya kupas Lebar Panjang . Selain ITU Saya , menyadari , Meski ditulis Artikel Baru Visi seorang Jurnalis tidak Aktif sentuhan – sentuhan jurnalistik sastra , PADA Bagian tidak beberapa tidak , Buku inisial mungkin dinilai masih bergaya akademis . Memang . Saat menulis , Ada kalanya Saya seperti sedang mengajar Kelas Di depan . Saya pun Rajin Dan bersemangat mengutip pendapat Pakar Teori Dan. Tetapi saat PADA berbaring Yang terutama , ketika safari Ke Bali , Akhir November 2004, menempatkan Diri Saya sebagai seorang cerpenis . Saya pun berenang jauh . Terhanyut .
KARENA ditulis Artikel Baru emosi positif seperti Kata guru Saya Maka yang bernuansa bernuansa MENGGUNAKAN Yang Lubuk Hati Yang dalam Pagar , Saya Ingin mengucapkan & Song penghargaan setinggi – tingginya Dan kasih kepada para Pakar Buku Dan penulis , Yang namanya dikutip Permasalahan sekaligus telah memberi Inspirasi dalam Buku inisial . Mereka Tak mungkin disebut Satu per Satu . * * Semua memberi Arti Dan mewarnai Buku inisial . kelebihan * * Semua Yang mungkin ditemukan inisial PADA Buku , sesungguhnya mereka MENGGUNAKAN berasal . Sedangkan Jaksa Dan segala kekurangannya berasal sekaligus menjadi Tanggung jawab Saya Pribadi . Cucu Sebagai seorang kiai kampung Di, tradisi tawadu Ingin Suami Saya Terus bangun . Maaf , Saya hanyalah seorang Jurnalis Indonesia MENGGUNAKAN kampung . hubungi untuk Artikel Saya Jurnalis Amerika. Saya juga untuk Artikel hubungi Jurnalis paparazzi ala eropa .
Pembaca Yang Budiman Saya , Tak akan keanaeragaman keanaeragaman bosan untuk Artikel Artikel memohon : Saya berilah dukungan . Ceritakan pun APA Yang Baik Dan dianggap bermanfaat MENGGUNAKAN Buku inisial kepada Keluarga , sahabat , rekan sejawat , para Mahasiswa , siapa saja Danijel Yang dianggap perlu untuk Artikel Artikel diberi Tahu . Seperti Sabda Kangjeng Rasul , kalau mengandung unsur kebaikan untuk Artikel Artikel Dan sekaligus , sampaikan kepada Yang berbaring walau hanya Satu ayat . Artikel Baru begitu , insya Allah , Nama Dan sudah menabur amal Dilaporkan Baik untuk Artikel Artikel Sesama . Tentang kelemahan Danijel Yang mungkin kejanggalan ditemukan : P , Nama Dan Dilaporkan kepada Saya saja sampaikan kepada Danijel Penerbit . Saya berterima kasih akan keanaeragaman keanaeragaman menerimanya Artikel Baru Dan Senang Hati untuk Artikel Artikel cetakan edisi revisi nanti .
Buku Terbit Suami juga , BERKAT dukungan sekaligus gugatan para Mahasiswa Saya MENGGUNAKAN PADA Tujuh Perguruan Tinggi Swasta Di Bandung Dan negeri . Selain isteri Dan SIBOR Anak Saya Di Rumah , telah menjadi pelecut motivasi mereka Permasalahan Sumber Inspirasi pemantik Akademik Saya . Kepada para Mahasiswa Saya Di mana pun terkini berada , Saya haturkan & kasih Song . Inilah kado untuk Artikel Artikel Terindah kalian dariku . Terimalah Artikel Baru Pintu Hati Yang Terbuka Dan Jernih . Janganlah Kita silaturahmi terputus . Jadi , Dan bacalah Buku inisial miliki . Tentu saja , secara Khusus , Saya juga harus menyampaikan penghargaan Dan berterima kasih kepada Rema Karyanti Soenendar , Hendrawan Penerbit Simbiosa Rekatama Media beserta stafnya , Yang telah bersedia menerbitkan Buku inisial . Selamat Tahun berulang untuk Artikel Artikel Simbiosa . Semoga Panjang umur Dan selalu beruntung .
Terakhir , seperti biasa dengan Artikel Baru , Saya menghaturkan & Song kepada siapa pun Dilaporkan Nama Dan Dan kasih Yang telah memiliki inisial Buku , rekan sejawat Permasalahan menganjurkan sahabatnya untuk Artikel Artikel Dan Buku Yang Segera memiliki sama. Artikel Baru berdoa setulus Hati Saya diberi , Nama Dan Dilaporkan Semoga Panjang umur , sehat bugar Tetap Segar , diberi Rejeki berkecukupan , diringankan masih berlangsung ? Berlangganan Kali menabur kebajikan , dalam segala urusan dimudahkan , selalu didampingi orangutan salehah Dan Orang Yang Saleh Dan Jaksa senantiasa berada Di Jalan Lurus yang.

Bandung , 1 Maret 2005
AS Haris Sumadiria

Iklan

HYPNOTEACHING AND NEURO LINGUISTIC PROGRAMING


NLP ( Neuro-Linguistic Programming )

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Neuro-Linguistic Programming (NLP) adalah model komunikasi interpersonal dan merupakan pendekatan alternatif terhadap psikoterapi yang didasarkan kepada pembelajaran subyektif mengenai bahasa, komunikasi, dan perubahan personal. NLP diawali pada sekitar tahun 1970-an oleh Richard Bandler dan John Grinder. Semula pembahasan lebih terpusat pada berbagai “hal beda yang dapat membuat perbedaan” antara individu “unggul” dengan individu “rata-rata”. Guna memahami lebih lanjut akan perbedaan tersebut, mereka melakukan serangkaian pemodelan pada berbagai aspek dari individu “unggul”, seperti berbagai prilaku dalam menerima serta menyikapi lingkungan sekitar. Hal itu berujung pada pemahaman mengenai mekanisme kerja pikiran. Sehingga NLP berisikan berbagai presuposisi mengenai mekanisme kerja pikiran dan berbagai cara individu dalam berinteraksi dengan lingkungan dan antar sesamanya, disertai dengan seperangkat metode untuk melakukan perubahan.

Secara semantik, Neuro dapat diartikan sebagai berbagai mekanisme yang dilakukan individu dalam menginterpretasikan informasi yang didapat melalui panca indra dan berbagai mekanisme pemprosesan selanjutnya di pikiran. Linguistic ditujukan untuk menjelaskan pengaruh bahasa yang digunakan pada diri maupun pada individu lain yang kemudian membentuk pengalaman individu akan lingkungan. Programming dapat diartikan sebagai berbagai mekanisme yang dapat dilakukan untuk melatih diri seorang individu (dan individu lain) dalam berpikir, bertindak dan berbicara dengan cara baru yang lebih positif. Walaupun pikiran individu telah memiliki program “alaminya”, yang didapat baik melalui pewarisan secara genetis maupun melalui berbagai pengalaman, individu tetap dapat melakukan peprograman ulang sehingga dapat bertindak lebih efektif.

NLP semula dikembangkan sebagai salah satu perangkat psychotherapeutic. Namun kemudian memperoleh kredibilitas ketika diaplikasikan pada berbagai bidang, seperti bisnis, komunikasi dan lainnya. NLP juga sangat bermanfaat ketika digunakan pada pengembangan pribadi maupun pada proses belajar dan mengajar yang efektif.

Hypnoteaching Bantu Proses Belajar
Education | Sun, Nov 8, 2009 at 04:33 | Yogyakarta, matanews.com

Hypnoteaching (hipnoterapi dalam pendidikan) merupakan hal yang bagus untuk diterapkan dalam dunia pendidikan karena dapat membuat proses belajar mengajar menjadi lebih baik, kata psikolog dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr Rahma Widyana MSi.

“Hypnoteaching menekankan pada komunikasi alam bawah sadar sang murid, baik yang dilakukan dalam kelas maupun luar kelas. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya sugesti dan imajinasi,” katanya di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia pada seminar hipnoterapi untuk pendidikan yang lebih baik, sugesti memiliki kekuatan yang luar biasa. Kemampuan sugesti yang terus terngiang di otak mampu mengantarkan seseorang pada apa yang dipikirkan.

Contohnya, penyanyi Agnes Monica ketika akan konser di Hongkong kakinya patah, namun karena selalu mensugesti pikirannya dengan keberhasilan konsernya, pada akhirnya Agnes sukses.

Ia mengatakan imajinasi merupakan proses membayangkan sesuatu terlebih dulu baru melakukannya. Seorang guru atau dosen harus mampu membiarkan siswa atau mahasiswa berekspresi dan membiarkan mereka mengimajinasi.

“Itulah yang diharapkan dari hipnoterapi dalam pendidikan bahwa guru, dosen, siswa, dan mahasiswa dapat melakukan proses belajar mengajar dengan baik untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik. Biarkan guru tersugesti untuk mengajar lebih baik, dan biarkan murid mengimajinasi,” katanya.

Sementara itu, praktisi hipnoterapi Sudibyo Sulistiyo mengatakan hipnoterapi atau yang biasa disebut hipnotis sering mampir di telinga masyarakat pada akhir-akhir ini.

“Acara televisi pun sering menayangkan reality show ala hipnoterapi. Contohnya seorang ahli hipnoterapi menghipnotis seseorang untuk melakukan apa yang diinginkan oleh ahli tersebut,” katanya.

Dalam hal negatif, menurut dia, hipnotis sering digunakan untuk melakukan kejahatan seperti gendam. Namun di sisi lain, hiphoterapi bisa digunakan untuk mensugesti diri agar lebih bersemangat dalam mencapai apa yang dicita-citakan.

“Jadi, hipnoterapi ternyata bisa memberikan efek positif pada diri kita. Melalui hipnoterapi, seseorang bisa mensugesti dirinya untuk lebih bersemangat menjalani hidup ini guna meraih apa yang diinginkan,”

Untuk melengkapi bagaimana mengajar menggunakan Hypnoteaching dan NLP telah terbit buku berjudul :
Bagaimana menjadi Guru Dahsyat Guru Yang memikat karya Fredy Faldi Syukur.

)Simbiosa Dody: 022-76697476 (  Buku PemesananInfo

KATAKAN TIDAK PADA NARKOBA


KATAKAN TIDAK PADA NARKOBA

Untuk memperingati hari Narkoba adalah hal ceremony yang mengingatkan kita semua tentang bahayanya narkoba pada generasi muda kita. Bahayanya sendiri akan merusak diri si pemakai dan perkembangan bangsa Indonesia kedepan karena majunya negara akan terlihat dari kreatifnya generasi muda yang berkecimpung disana.

Sekolah sekarang ini sudah mulai menjadi jalan masuknya narkoba di Indonesia. Oleh karena itu para pendidik harus mampu mengantisipasi masuknya Narkoba ke sekolah.

Untuk mengetahui bagaimana pencegahan dan peredaran narkoba di Indonesia telah terbit satu buku yang membuka wawasan kita mengenai narkoba yang didalamnya mencakup :

1. Bahaya Narkoba bagi si pemakai.

2. Bagaimana Peredaran Barang Haram tersebut masuk ke Indonesia.

3. Bagaimana penanggulangan Narkoba apabila telah masuk ke sekolah.

Buku yang membahas ini berjudul : Katakan Tidak Pada Narkoba”
Karya : Yusuf Apandi
Pengantar : H. Dede Yusuf ( Kepala BNN Propinsi Jabar )
Dr. H. MOH. Wahyudin Zarkasyi,AK ( Kadisdik Jabar )

Harga Buku : 39.000

Buku dapat diperoleh di Toko buku : Gunung agung, Togamas, Gramedia, Rumah buku, Paung Bona Jaya, Kurnia Agung, BBC, Lubuk agung dan toko buku terdekat dikota anda.

KOMUNIKASI RASULULLAH


KOMUNIKASI RASULULLAH ( KARYA THORIK GUNARA)

Harga buku : 22.000

Terbitan : Simbiosa Rekatama Media Bandung.

Dapat diperoleh di : Gunung agung, Togamas, Lubuk Agung, Paung Bona Jaya, BBC dan toko buku terdekat di kota anda.

Setiap orang pasti berbicara (komunikasi). Antara orang tua dan anak, atasan dan bawahan, komunikasi dengan teman, orang yang lebih tua atau lebih muda. Apakah cara berkomunikasi kita sudah tepat? Bagaimana metode komunikasi yang baik dan efektif sehingga isi dari pesan yang kita sampaikan bisa diterima dengan baik?

Berdasarkan penelitian, kita mengucapkan rata-rata 4000 kata setiap hari. Pertanyaannya, apakah dari 4000 kata yang kita keluarkan setiap hari, lebih banyak manfaatnya yang akan menyelamatkan kita atau justru lebih banyak mudharatnya yang justru akan mencelakakan kita di dunia dan akhirat?

Apakah Teori Komunikasi Modern sudah bisa menjawab permasalahan ini? Bagaimana perbandingan Teori Komunikasi Modern dengan Teori Komunikasi menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah?

Menurut Al-Qur’an, di dunia ini lebih banyak percakapan yang isinya dusta dan sia-sia. Apakah kita ingin selamat dari percakapan-percakapan dusta dan sia-sia? Bagaimana Al-Qur’an dan As-Sunnah menjelaskan tentang hal ini? Kalau ingin tahu akhlak Al-Qur’an, lihatlah akhlak Nabi Muhammad Saw. Mari kita lihat bagaimana cara berkomunikasi Nabi Muhammad Saw!

Tahukah Anda, apa sebaik-baik perkataan di dunia ini? Dan di akhirat nanti, siapakah yang boleh berbicara? Perkataan apa yang paling berat timbangannya di sisi Allah Swt? Apa ucapan terakhir yang bisa menyelamatkan kita di akhirat kelak? Temukan jawabannya di dalam buku ini!

Komunikasi adalah salah satu sarana untuk menyebarkan ilmu yang diperoleh seseorang kepada orang lain baik antara anak dengan anak, orang tua dengan anak, orang tua dengan orang tua dan antar sesama manusia.

harus diingat bahwa berkomunikasi harus selalu berpedoman pada akhlak Nabi Muhammad SAW selaku panutan seluruh alam dimana komunikasi yang santun dan ramah serta tidak pernah menyakiti orang lain adalah pedomannya.

Metodologi Qur’ani dalam Menyikapi Berita :
1. Kembalikan kepada Al-Quran, As-Sunnah dan para ulama
Allah Swt berfirman, “Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri[322] di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri)[323]. Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu)”. (An-Nisaa 4:83)
Maka dlm segala urusan syar’i atau duniawi, besar atau kecil, baik atau buruk, pengembaliannya hanya kpd kitabullah, sunnah Rasul-Nya Saw & para ulama.
Dgn itulah, perkara2 tsb ditimbang & menjadi benar lagi bermanfaat yang hanya bisa diketahui oleh org yg ditunjukkan kepada kebaikan & tertutup bagi selainnya.
Al-Qurthubi menjelaskan,”Artinya bahwa apabila mereka mendengar suatu berita yg mengandung ketenteraman, spt kemenangan kaum muslimin & terbunuhnya musuh2 mereka,(atau ketakutan) yakni kebalikan dr hal itu,maka (mereka menyiarkannya).Yakni mereka menyebarkan,mengungkapkan & memperbincangkannya sebelum mengetahui kebenarannya”.
Dhohhak & Ibnu Zaid berkata, “Perbuatan itu berkenaan dgn org2 munafik. Maka mereka dilarang dari hal itu lantaran kebohongan yg mereka tambahkan dlm rangka menimbulkan kekacauan”.

2. Tabayyun (Meneliti kebenaran berita dan mengetahui secara menyeluruh)
Allah Swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al-Hujurat 49:6)
Bagi yg mau memperhatikan sebab turunnya ayat di atas, cukuplah peristiwa itu menjadi nasihat & peringatan utk tdk menerima ucapan atau berita kecuali setelah meneliti & mengecek ulang, memastikan, berhati2 serta berusaha mengetahui sendiri hakikat & kandungannya atau melalui orang-orang yg terpercaya.
Kata an-naba’ adalah berita misterius dari orang yang membawakannya dan berita tersebut memiliki kedudukan tersendiri. Sedangkan tabayyun ialah mengorek kejelasan kebenaran berita & mengetahuinya secara menyeluruh.
Setelah membawakan peristiwa sebab turunnya ayat di atas, Ibnu Katsir menambahkan, “Qatadah berkata, “Rasulullah Saw bersabda, “Kehati2an itu bersumber dr Allah & tergesa2 itu bersumber dr setan”.

3. Jangan Tertipu oleh Berita Orang Kafir dan Munafik
Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar.” (Al-Ahzab 33:60)
Apabila manusia mau merenungkan ayat yg mulia ini & menelaah apa yg dikatakan para ulama tentangnya,nis caya ia akan menemukan suatu pelajaran, ibroh & nasihat utk menahan di ri dr segala apa yg diancam dgn lak nat & kebinasaan oleh Allah Swt.
Al-Qurthubi berkata,”Ayat ini turun ber kenaan dgn para pelaku kekejian”. Dikatakan bahwa kaum munafik dan orang-orang yang di hatinya ada penyakit itu hakikat adalah satu, namun diungkapkan dgn dua istilah. Dalilnya adalah ayat tentang org munafik di pembukaan su rat Al-Baqarah.
Dikatakan pula,”Mereka adalah bagian dr kaum muslimin yg suka berbicara dgn berita bohong utk menciptakan ke kacauan.Sungguh,di antara penyebar berita bohong itu (yakni perzinahan yg dituduhkan pada Aisyah ra) adalah sekelompok umat Islam,namun mereka turut menyebarkannya,lanta ran ingin menimbulkan fitnah”.
Ibnu Abbas berkata, “Al-Irjaf adalah mencari-cari fitnah (kekacauan) serta menyebarkan kebohongan dan kebatilan untuk mencari keuntungan”. Dikatakan pula, irjaf adalah mengobarkan hati (provokasi).
Kata irjaf adalah bentuk tunggal dari kata arojiful akhbaar. Kalimat qod arjafu fisy-syai’ artinya mereka telah membicarakan sesuatu. Jadi, irjaf itu haram karena ada unsur menyakiti. Ayat di atas menunjukkan haramnya menyakiti dengan perbuatan irjaf.

4. Harus Ada Saksi
Merenungkan berita bohong (haditsul ifki) yang Allah Swt telah menu runkannya dlm Al-Qur’an yg dibaca sampai hari kiamat,utk membebaskan Ummul Mukminin Aisyah ra dr kebohongan itu & membersihkan keluarga Rasulullah Saw. Yakni kisah yg memuat beberapa pedoman & kaidah syariat dlm menyikapi pernyataan & berita yg biasa didengar manusia dlm setiap masa. Hal itu menjadi gamblang dgn menelaah apa yg disampaikan oleh para ahli tafsir seputar penjelasan ayat-ayat tersebut.
Ibnu Sa’di berkata, “Selanjutnya Allah mengarahkan hamba2-Nya ketika mendengar perkataan seperti ini, Dia berfirman, “Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukmin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri..”. Maksudnya, org2 beriman sebagian mereka berprasangka baik thd sebagian yg lain, yakni terbebas dr apa yg mereka tuduhkan & bah wa keimanan yg bersemayam dlm diri mereka menolak kebohongan batil yg ditujukan kpd mereka.
“Dan mereka mengatakan..”,lantaran prasangkaan baik tersebut,”Maha Suci Engkau (Ya Allah)” (An-Nur 24:12). Yakni menyucikan-Mu dr segala kebu rukan & bahwa org2 pilihan-Mu tertim pa hal2 yg kotor.”Ini adalah suatu beri ta bohong yg nyata” (An-Nur 24:12), yakni kedustaan & fitnah,termasuk hal yg sgt besar & jelas dosanya.Inilah di antara prasangka yg wajib dilakukan seorang mukmin saat mendengar per nyataan seperti ini ttg saudaranya sei man.Yaitu membantah berita tsb dgn ucapan & mendustakan org yg menga takannya,”Mengapa mereka (yg menu duh itu) tdk mendatangkan empat org saksi atas berita bohong itu..” (An-Nur 24:13). Maksudnya,kenapa org2 yg me nuduh itu tdk menghadapkan empat org saksi (yg terpercaya & kredibel) atas tuduhan mereka.
“Oleh krn mereka tdk mendatangkan saksi2 maka mereka itu di sisi Allah adalah org2 yg dusta” (An-Nur 24:13). Meskipun secara pribadi mereka meya kini hal itu,namun sesungguhnya mere ka adalah para pendusta menurut ke tetapan Allah.Karena,Dia telah meng haramkan mereka membicarakan hal itu tanpa adanya 4 org saksi.
Oleh karenanya, Allah berfirman,”Maka mereka itu di sisi Allah adalah org2 yg dusta”. Semua ini termasuk mengagungkan kehormatan seorang muslim,dimana ia tdk boleh ceroboh melemparkan tu duhan kpd seseorang tanpa adanya korum (jumlah minimal) persaksian dgn benar.
Pada suatu hari, Umar bin Khattab ra menyaksikan peristiwa perzinahan. Dia kemudian datang ke masjid seraya berkata, “Wahai sekalian manusia! Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri dan aku mendengar dengan telingaku serta aku ingin menegakkan hukum Allah”. Ali bin Abu Thalib ra menimpali, “Apakah engkau memiliki beberapa saksi, sebab hukuman perzinahan membutuhkan empat orang saksi”.
Mendengar penuturan Ali tersebut Umar kemudian berkata, “Tidak wahai Ali”. Ali kembali berkata, “Janganlah engkau menyebutkan namanya. Jika tidak, engkau akan didera sebagaimana hukuman bagi orang yang menuduh berzina”. Umar berkata, “Wahai Ali, sungguh aku telah melihat dan mendengarnya sendiri”. Ali ra kembali berkata, “Demi Allah jika engkau menyebutkan namanya niscaya aku akan menderamu dengan 80 kali dera”. Umar kemudian berkata, “Baiklah wahai Abu Hasan, aku akan diam”.
“Sekiranya bukan karena karunia Allah & rahmat-Nya kpd kamu semua di du nia & di akhirat..”(An-Nur 24:14),dima na Dia telah menaungi kalian dgn ke baikan-Nya di dunia & akhirat,dlm uru san agama & dunia kalian.”Niscaya menimpa kalian karena pembicaraan kamu..”(An-Nur 24:14),yakni yg kalian bicarakan,”Tentangnya..”,berupa beri ta bohong itu.”Siksa yg dahsyat”,lanta ran kalian memang pantas mendapat kan hal itu akibat dr apa yg kalian kata kan.Akan tetapi,berkat karunia Allah & kasih sayang-Nya kpd kalian,Dia me merintahkan kalian bertaubat & menja dikan hukuman sbg pencuci dosa.
“(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dr mulut ke mulut..” (An-Nur 24:15),yakni kalian menerima begitu saja (berita bohong itu),sebagi an kalian menyampaikan kpd sebagian yg lain & kalian menyebarkannya,pada hal itu adalah ucapan yg bathil.”Dan kamu katakan dgn mulutmu apa yg tdk kamu ketahui sedikitpun…” (An-Nur 24:15),dan kedua hal tsb dila rang,yakni memperbincangkan kebati lan & berbicara tanpa dasar ilmu.
“Dan kamu menganggapnya suatu yg ringan saja..” (An-Nur 24:15). Karena nya beberapa org mukmin berani me lakukannya,yg kemudian mereka ber taubat & membersihkan diri.”Padahal dia di sisi Allah adalah besar”.(An-Nur 24:15)
Dalam ayat di atas mengandung la rangan keras melakukan dosa dgn cara saling bahu-membahu melakukannya. Karena keburukan seorang hamba tdk mampu memberikan faedah sama sekali kpd org lain & tdk bisa meri ngankan hukuman dosanya.Bahkan se baliknya,akan melipatgandakan dosa nya & ia akan mudah terjerumus utk keduakalinya.
“Dan andaikata ketika kalian mendengarnya..” (An-Nur 24:16),yakni kena pakah ketika kalian -wahai org2 yg beriman- mendengar ucapan para penebar berita bohong itu.”..kalian me ngatakan..”, dgn menolak berita itu & menganggap besar permasalahannya. “Sekali2 tidaklah pantas bagi kita memperbincangkan ini. Maha suci Eng kau (Ya Rabb kami)..”, yakni tdk seyog yanya & sepantasnya kita memperbin cangkan berita yg nyata2 bohong ini. Sebab,kekuatan iman seorang muk min akan mampu menghalangi dirinya dr keinginan melakukan hal2 yg buruk.
“Ini adalah kedustaan yang besar” (An Nur 24:16),yakni kebohongan besar, lantaran efeknya adalah menyakiti ma nusia yg menjurus pada timbulnya ke rusakan di tengah masyarakat.Sedang kan Allah tlh melarang kaum mukmi nin menyakiti antara sesamanya.Maka bila seseorang sengaja menyakiti ma nusia berarti ia menentang Rabbnya. Dan penentangan ini pantas mendapat kan hukuman pembangkangan thd pe rintah Illahi serta hukuman yg lain,yak ni hukuman krn menyakiti manusia se hingga siksaannya ganda.Oleh krn itu, Allah menyatakan kejahatan ini seba gai kejahatan besar dlm firman-Nya, “Padahal dia pada sisi Allah adalah be sar” (An-Nur 24:15)

5. Tidak Boleh Langsung Menyebarkan Apa yang Kita Dengar
Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah me ngetahui,sedangkan kamu tdk mengetahui”. (Q.S An-Nur 24 : 19)
Ibnu Katsir rh berkata, “Ini adalah pelajaran ketiga bagi orang yang yang mendengar suatu perkataan yang buruk lantas mempengaruhi pikirannya dan ia ingin menyiarkannya. Hendaklah ia tidak memperbanyak hal itu, tidak menyebarkan dan tidak menyiarkannya. Karena orang-orang yang gembira karena tereksposnya berita buruk tentang kaum beriman, maka mereka akan mendapatkan adzab yang pedih di dunia dan di akhirat. Tindakan yang benar adalah mengembalikan semua permasalahan kepada Allah.
Imam Ahmad meriwayatkan dr Tsauban dr Nabi Saw, beliau bersabda, “Janganlah kalian menyakiti hamba-hamba Allah, jangan mencela mereka dan jangan pula mencari-cari cacat mereka. Karena sesungguhnya orang yang gemar mengorek-orek aib saudaranya yang muslim, pasti Allah membuka aibnya, sehingga Dia menghinakannya di dalam rumahnya sendiri”.

6. Tidak Boleh Bicara tanpa Ilmu (Bersaksi Palsu)
Allah Swt berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yg kamu tdk mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan & hati, semuanya itu akan diminta per tanggungjawabannya”. (Q.S. Al-Isra 17 : 36)
Ibnu Katsir rh dlm penjelasan ayat ini mengungkapkan,”Ali bin Abi Tholhah mengatakan dr Ibnu ‘Abbas,ia berkata, “Maksud jangan engkau mengikuti adalah jangan engkau mengatakan”.”
Aufi menceritakan dr Ibnu Abbas juga, “Jangan engkau menuduh seseorang yg engkau tdk tahu menahu akan dirinya”. Muhammad bin Hanafiyah berkata, “Maksudnya adalah kesaksian palsu”.
Qatadah berkata, “Jangan engkau berkata, ‘Aku telah melihat’,padahal engkau tdk melihat; ‘Aku mendengar’ sementara engkau tdk mendengar & ‘Aku mengetahui’ sedangkan engkau tdk mengetahui.Karena Allah akan me nanyaimu ttg semua itu”.
Kesimpulan apa yg beliau sebutkan adalah bahwasanya Allah Swt melarang berbicara tanpa dasar ilmu tetapi hanya berlandaskan asumsi yg me rupakan halusinasi & khayalan belaka.
Sebagaimana yg tertera di dlm firman Allah Swt,”..jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa..” (Al-Hujurat 49:36).

Tabayyun
Yang pertama harus dilakukan dalam menyikapi konflik antar sesama mukmin adalah tabayyun yaitu klarifikasi, melakukan kroscek dan menanalisa masalah dengan cermat. Mencari akar permasalahan dan bijaksana dalam memandang alasan dan pendapat semua pihak. Kita juga perlu menimbang dan mengamati, jangan-jangan hal itu adalah ulah orang lain yang bermain, menyulut api permusuhan dan mencoba mengambil keuntungan sehingga dalam bersikap dan menentukan tindakan kita tidak salah.
Tabayun harus kita terapkan ketika mendengar isu-isu yang bisa memicu kebencian, kesalahpahaman dan ada muatan adu domba. Karena bisa jadi, kitalah yang menjadi target operasinya dan hendak dijadikan boneka tangan untuk memusuhi saudara seiman.
Ketika ada yang membawa kabar dan isu tak sedap pada Umar bin Khattab ra, beliau berkata, “Kalau kau mau, kami akan mericek perkataanmu. Kalau kamu bohong maka kamu adalah oknum yang ada dalam ayat, “Jika ada seorang fasiq yang datang membawa berita maka tabayunlah (cek ulanglah)” (Al-Hujurat 6). Dan jika kamu jujur maka kamu adalah orang seperti dalam ayat, “yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah”. (Al-Qalam 11). Tapi jika kamu mau, kamu bisa memaafkanmu?” lelaki itupun berkata, “Kalau begitu maafkan aku wahai amirul mukminin, aku tidak akan mengulanginya lagi selamanya”.
Kedustaan, ghibah, penghinaan dan isu-isu fitnah adalah senjata-senjata setan yang mampu membakar amarah hingga mengobarkan permusuhan antar umat Islam, maka hendaknya kita waspada.

Kritik itu bukan untuk Mengumbar Aib tapi untuk Mencari Kebenaran, baik untuk diri maupun untuk Orang Lain
Adapun mengungkap kesalahan seba gian ulama terdahulu yg berbuat salah dgn menggunakan tutur kata yg baik & sopan dlm membantah & memberi kan jawaban maka tdk ada dosa & ce laan yg perlu ditujukan kepadanya. Meski muncul kesan ia terpedaya oleh kata2nya.Sebagian generasi salaf apa bila sampai kepadanya pendapat yg di ingkarinya,ia berkata, “Si fulan dusta (salah)”.Termasuk dlm konteks ini sab da Nabi Saw,”Abu Sanabil berdusta (keliru)”,yaitu ketika sampai berita kpd beliau kalau Abu Sanabil berfatwa bah wa seorang istri yg ditinggal mati sua minya dlm keadaan hamil maka tdk serta merta halal (selesai masa iddah nya) dgn melahirkan kandungannya. Namun,ia hrs melewati masa empat bulan sepuluh hari.
Apabila tujuannya hanya menjelaskan kebenaran agar manusia tdk terpeda ya oleh pendapat2 yg keliru,maka tdk disangsikan lagi bahwa ia mendapat pahala krn maksudnya itu & lantaran perbuatannya dgn niat yg tulus ini dia tergolong menasihati utk Allah,Rasul- Nya,pemimpin2 muslimin & kepada kaum muslimin.
Adapun jika maksud dr menyanggah pendapat seseorang adalah utk mem pertontonkan aib & kekurangan org yg dia sanggah,membeberkan kebodo han serta kedangkalan ilmu & semisal nya,maka hal itu haram.Baik sangga hannya tsb langsung atau tidak,di ma sa hidup atau sesudah matinya.
Imam Ahmad meriwayatkan dr Tsau ban dr Nabi Saw,beliau bersabda,”Ja nganlah kalian menyakiti hamba2 Allah,jgn mencela mereka & jgn pula mencari2 cacat mereka.Karena se sungguhnya org yg gemar mengorek- orek aib saudaranya yg muslim,pasti Allah membuka auratnya,sehingga Dia menghinakannya di dlm rumahnya sen diri”.

Beberapa Tanda Membedakan Nasihat dan Celaan
Siapa saja yang diketahui bahwa bantahannya kepada para ulama bertujuan sebagai nasihat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia harus diperlakukan dengan penuh penghormatan, pemuliaan dan penghargaan seperti sikap para ulama kaum muslimin yang telah disebutkan di atas.
Siapa saja yang diketahui bahwa dalam menyanggah pendapat orang lain itu ia hanya ingin mencacat, mencela dan mempertontonkan aib orang lain, maka selayaknya ia diberi pelajaran agar ia dan orang-orang yang semisalnya menjauhi kelakuan-kelakuan rendah yang diharamkan ini.
Prasangka buruk terhadap orang yang tidak nampak tanda-tanda keburukan pada dirinya termasuk hal yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya. Jadi, orang yang berprasangka ini telah menggabungkan antara melakukan kesalahan dan dosa dengan menuduh orang yang bersih.
Allah Swt berfirman, “Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa kemudian dituduhkan kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata”. (An-Nisa 4:112)
Tergolongnya orang-orang yang berprasangka buruk dalam ancaman tersebut semakin kuat apabila nampak tanda-tanda kejahatan dalam dirinya. Seperti ia suka berbuat zhalim, sewenang-wenang, ceroboh, banyak bicara, suka mengghibah, memfitnah, iri terhadap manusia atas apa yg Allah anuge rahkan kepada mereka, mengungkit-ungkit jasa & sangat berambisi utk merebut kekuasaan sebelum waktunya. Siapa pun yg diketahui pada dirinya terdapat sifat-sifat yang dibenci para ahli ilmu & ula ma ini, maka hakikatnya dia hanya me ngarahkan sanggahan & bantahannya kpd mereka karena tujuan ingin men cela sehingga dia berhak dibalas deng an kehinaan.
Sedangkan orang yang secara umum tidak nampak tanda-tanda yang mengindikasikan suatu keburukan pada dirinya maka perkataannya harus ditafsirkan sebaik-baiknya dan tidak boleh ditafsirkan pada keadaannya yang paling buruk (yakni mencela).
Umar bin Khattab ra berkata, “Jangan lah engkau mempersepsikan negatif satu ucapanpun yang keluar dari mulut saudaramu seagama, sedangkan engkau mendapati penafsirannya pada hal yang positif”.

Cara Menasihati
Apabila seseorang menunjukkan satu aib kepada saudaranya agar ia meng hindarinya,niscaya hal itu baik bagi org yg diberitahu tentang aibnya se hingga dia bisa mengemukakan ala san bila memang mempunyai alasan. Namun apabila hal itu dilakukan untuk memperolok-olok perbuatan dosa,ma ka itu tindakan buruk lagi tercela.
Rasulullah Saw telah melarang men cemooh seorang budak wanita yg berzina,sekalipun beliau memerintahkan untuk menderanya. Dia didera sebagai penerapan hukum had dan tidak dicela serta diperolok-olok karena perbuatan dosanya.
Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang mencemooh saudaranya karena suatu dosa, niscaya dia tidak akan mati hingga melakukan perbuatan dosa tersebut”. (HR At-Tirmidzi)
Demikian itu ditafsirkan pada dosa yang pelakunya telah bertaubat darinya.
Fudhail bin Iyadh berkata,”Orang muk min itu bila berbuat salah ditutupi dan dinasihati, sedangkan org fajir diung kap & dicela”.
Yang disebutkan Fudhail ini di antara ciri2 nasihat dan celaan.Yakni bahwa nasihat itu diiringi dengan penutupan aib,sedangkan celaan diiringi dengan pembeberan aib. Siapa yang memerintah saudaranya di hadapan publik berarti dia telah melecehkannya. Mengekspos dan membeberkan aib adalah hal yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya.
Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih di dunia dan akhirat. Dan Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. Dan sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua dan bahwasanya Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang (niscaya kamu akan ditimpa adzab yang besar)”. (Q.S. An-Nur 24 : 19-20)
Sebagian ulama berpesan kepada orang yang beramar ma’ruf, “Bersungguh-sungguhlah untuk menutupi kesalahan orang-orang yang berbuat maksiat. Karena munculnya aib mereka dapat melemahkan Islam, sedangkan sesuatu yg paling berhak ditutupi adalah aurat (aib).

Ada 3 tipe Orang Yang Membicarakan Aib
1. Penasihat, yaitu
– menghilangkan atau bersungguh-sungguh dlm menutupi aib saudaranya
– agar dia menghindarinya
– tujuannya menghilangkan kerusakan dan menguatkan Islam
2. Orang fajir, yaitu
– menyebarkan aib saudaranya seiman
– mencemarkan kehormatannya
– tujuannya agar tertimpa kesusahan di dunia dan melemahkan Islam
3. Orang munafik, yaitu
– menyebarkan aib saudaranya seiman tapi dalam kemasan nasihat
– tujuannya agar tercapai kepentingannya, orang yang diumbar aib
tertimpa kesusahan dan melemahkan Islam
– menjadikan dirinyalah pahlawan kebaikan dan yang paling berhak atas
pujian, kehormatan dan materi
Jadi, betapa jauhnya perbedaan antara orang yang bertujuan menasihati dan orang yang hanya berambisi melecehkan. Tidak akan tersamarkan antara keduanya kecuali pada diri orang yang tidak memiliki akal sehat.

Hukuman Menyebarluaskan Keburukan & Mencemarkan Nama Baik
1. Allah pasti mengusut aibnya dan menghinakannya, walaupun di dalam tempat tinggalnya sendiri Imam Ahmad meriwayatkan dari Tsauban dari Nabi Saw, beliau bersabda, “Janganlah kalian menyakiti hamba-hamba Allah, jangan mencela mereka dan jangan pula mencari-cari cacat mereka. Karena sesungguhnya orang yang gemar mengorek-orek aib saudaranya yang muslim, pasti Allah membuka auratnya,sehingga Dia menghinakannya di dlm rumahnya sendiri”.
2. Allah akan menimpakan cobaan dan menjaga saudaranya
Rasulullah Saw bersabda, “Janganlah engkau menampakkan kegembiraan karena musibah saudaramu, akibatnya Allah akan menjaganya dan menimpakan cobaan kepadamu”. (HR Tirmidzi)
3. Dia tdk akan mati sampai melakukan dosa (aib) tersebut
Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang mencemooh saudaranya karena suatu dosa, niscaya dia tidak akan mati hing ga melakukan perbuatan dosa tersebut”. (HR At-Tirmidzi)
Tatkala Ibnu Sirin terhimpit hutang dan dipenjara karenanya, dia berkata, “Sungguh,aku mengetahui dosa yg me nyebabkan aku mengalami musibah ini. Aku telah mencela seseorang 40 ta hun silam,aku berkata kepadanya, ‘Wahai pailit’.”

Hukuman Perbuatan Makar kepada Orang Lain
Allah Swt mengabarkan bahwa petaka makar akan kembali kepada pelakunya. Allah Swt berfirman, “Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain org yg merencanakannya sendiri”. (Q.S. Fathir 35:43)
Realita membuktikan hal itu. Bagi yg mengikuti berita kehidupan manusia dan sejarah dunia, dia pasti akan me ngetahui kisah org yg berencana buruk terhadap saudaranya, namun makar tersebut berbalik kepada dirinya.

Pencela
Setiap kali Umayyah bin Khalaf melihat Rasulullah Saw maka pastilah dia selalu mencaci-maki dan menghina beliau. Maka turunlah firman Allah Swt, “Celakalah bagi setiap pengumpat lagi pencela”. (Q.S. Al-Humazah 1)
Ibnu Hisyam berkata,”
1. Al-Humazah adalah orang-orang yang selalu mencaci-maki orang lain dengan terang-terangan dan ketika dia memaki, maka matanya melotot serta mengisyaratkan penghinaan”.
2. Al-Lumazah adalah orang yang membeberkan aib dan mencela orang lain secara sembunyi-sembunyi”.

Jangan Buang Kesempatan di Dunia ini Dengan Berbicara yang Bathil
Selagi masih di dunia, pergunakanlah kesempatan berbicara sebaik mungkin, jangan sia-siakan dengan berbicara yang bathil karena di akhirat nanti tidak ada lagi kesempatan itu yang ada hanyalah pertanggungjawaban setiap kata yang keluar dari mulut kita.
Di akhirat kelak, ketika umat Nabi Muhammad Saw menyeberangi jembatan (shirath) dimana jembatan ini adalah jalan terakhir yang menentukan apakah manusia masuk surga atau neraka. Ketika itu, tidak seorangpun yang boleh bicara, hanya Nabi Saw yang diizinkan oleh Allah Swt untuk berbicara.

Di Akhirat nanti ketika menyeberangi Shirath (Jalan Menuju Surga) hanya Rasul yang Boleh Bicara
Rasulullah Saw bersabda, “Aku dan umatku yang paling pertama yang diperbolehkan melewati sirath dan ketika itu tidak ada seorangpun yang berbicara kecuali Rasul dan Rasul berdoa, ‘Ya Allah selamatkanlah, selamatkanlah’. (HR Bukhari)

Perkataan yang Paling Berat Timbangannya di Sisi Allah Swt
Rasulullah Saw bersabda, ” Musa berkata: “Ya Rabb, ajarkanlah kepadaku sesuatu untuk mengingat-Mu dan berdoa kepada-Mu”, Allah berfirman:” ucapkan hai Musa لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ Musa berkata: “ya Rabb, semua hamba-Mu mengucapkan itu”, Allah menjawab:” Hai Musa, seandainya ketujuh langit serta seluruh penghuninya –selain Aku- dan ketujuh bumi diletakkan dalam satu sisi timbangan dan kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ diletakkan pada sisi lain timbangan, niscaya kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ lebih berat timbangannya”.
(HR. Ibnu Hibban, dan Hakim sekaligus menshahihkan-nya)

Ucapan Terakhir yang Akan Menyelamatkan kita di Akhirat Kelak
Rasulullah Saw bersabda, ”Barangsiapa akhir ucapannya “Laa ilaaha illallah” (Tiada Tuhan selain Allah) niscaya dia masuk surga”. (HR. Abu Dawud)
Rasulullah Saw bersabda, ”Barangsiapa mati dan dia bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah dengan ikhlas dari hatinya, maka Allah mengharamkan badannya dari Neraka” dalam riwayat lain : “Maka dia akan masuk Surga”. [Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Ahmad (5/236), Ibnu Hibban (4) dalam Zawa’id dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (3355)].
Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya Allah Swt mengharamkan neraka bagi orang orang yang mengucapkanلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ dengan ikhlas dan hanya mengharapkan (pahala melihat) wajah Allah”. ( HR. Bukhari dan Muslim)
Mengucapkan kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ (Laa ilaaha illallaah) di akhir hayat, tidak semudah yang dibayangkan karena mudah atau sulitnya mengucapkan kalimat tersebut ketika saqaratul maut (menjelang kematian) tergantung dari proses perjalanan selama hidupnya.
Kalau selama hidupnya terus-menerus menjaga dan menegakkan kalimat Laa ilaaha illallaah maka mengucapkannya akan mudah. Sebaliknya, kalau selama hidupnya tidak pernah menjaga dan menegakkan kalimat Laa ilaaha illallaah maka mengucapkannya akan sulit.
Agar kita bisa mengucapkannya dengan mudah, kita harus senantiasa menjaga dan menegakkan kalimat Laa ilaaha illallaah maka kita harus tahu makna Laa ilaaha illallaah, rukun, syarat, konsekuensi dan yang membatalkannya.

WAKAF PRODUKTIF


Bagaimana Wakaf agar produktif ?

Wakaf didayagunakan dan hasilnya yang disedekahkan. ”Keabadian” atau ”kekekalan” benda wakaf harus senantiasa terjaga; oleh karena itu, dalam wakaf uang, uang yang diwakafkan harus dijadikan modal (ra’s al-mal); yang diterima oleh pihak-pihak yang berhak adalah hasilnya; hasil usaha yang modalnya berasal dari benda wakaf.

Dibandingkan dengan peraturan perundang-undangan sebelumnya, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 memiliki kelebihan karena mengatur peruntukan wakaf secara eksplisit. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1977 tentang Perwaakafan Tanah Milik ditetapkan bahwa fungsi wakaf adalah mengekalkan manfaat benda wakaf sesuai dengan tujuan wakaf. Ketentuan yang persis sama juga terdapat dalam Kompilasi Hukum Islam.
Dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 ditetapkan bahwa dalam rangka mencapai tujuan dan funngsi wakaf, harta benda wakaf hanya dapat diperuntukan bagi:
1. Sarana dan kegiatan ibadah.
2. Sarana dan kegiatan pendidikan serta kesehatan.
3. Bantuan kepada fakir miskin, anak terlantar,yatim piatu, bea siswa.
4. Kemajuan dan peningkatan ekonomi umat.
5. Kemajuan kesejahteraan umum lainnya yang tidak bertentangan dengan syariah dan peraturan perundang-undangan.
Selanjutnya dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 diatur mengenai waktu dan pihak yang dapat menentukan peruntukan benda wakaf. Pertama, pihak yang berhak menentukan peruntukan benda wakaf adalah nazhir pada saat ikrar pelaksanaan wakaf di hadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf; dan kedua, nazhir dapat menetapkan peruntukan harta benda wakaf yang dilakukan sesuai dengan tujuan dan fungsi wakaf apabila wakif tidak menentukan peruntukan benda wakaf.
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 ditetapkan mengenai kewajiban-kewajiban nazhir. Ketentuan-ketentuan tersebut pada dasarnya merupakan penguatan terhadap ketentuan yang telah ada dalam Undang-Undang Wakaf. Dalam Peraturan Pemerintah ditetapkan bahwa: pertama, nazhir berkewajiban mengadministrasikan, mengelola, mengembangkan, mengawasi, dan melindungi harta benda wakaf; dan kedua, nazhir berkewajiban membuat laporan secara berkala kepada Menteri Agama dan Badan Wakaf Indonesia mengenai kegiatan yang berkaitan dengan kewajiban-kewajibannya sebagai nazhir (mengadministrasikan, mengelola, mengembangkan, mengawasi, dan melindungi harta benda wakaf).
Kewajiban nazhir juga diulangi (ditegaskan ualang) dalam Bab V (Pengelolaan dan Pengmbangan) Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006. Dalam bab tersebut ditetapkan bahwa: pertama, nazhir wajib mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan peruntukan yang tercantum dalam Akta Ikrar Wakaf; dan kedua, nazhir dibolehkan bekerjasama (sesuai dengan prinsip syari‘ah) dengan pihak lain dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf untuk memajukan kesejahteraan umum.
Dalam Peraturan Pemerintah juga ditetapkan mengenai pengelolaan benda wakaf yang berasal dari warga atau organisasi asing. Pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf dari perorangan warga negara asing, organisasi asing, dan (atau, pen) badan hukum asing yang berskala nasional dan internasional, serta harta benda wakaf yang terlantar, dilakukan oleh Badan Wakaf Indonesia. Di samping itu, pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf harus berpedoman pada peraturan Badan Wakaf Indonesia.
Dalam Penjelesan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 ditetapkan bahwa pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf dilakukan secara produktif antara lain dengan cara pengumpulan, investasi, penanaman modal, produksi, kemitraan, perdagangan, agrobisnis, pertambangan, perindustrian, pengembangan teknologi, pembangunan gedung, apartemen, rumah susun, pasar swalayan, peretokoan, perkantoran, sarana pendidikan ataupun sarana kesehatan dan usaha-usaha yang tidak bertentangan dengan syariah.
Pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf uang dilakukan dengan: pertama, benda wakaf uang hanya dapat dilakukan melalui investasi pada produk-produk Lembaga Keuangan Syari‘ah atau instrument keuangan syariah; kedua, nazhir hanya dapat mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf uang pada Lembaga Keuangan Syari‘ah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU) dalam jangka waktu tertentu apabila Lembaga Keuangan Syari‘ah Penerima Wakaf Uang menerima wakaf uang untuk jangka waktu tertentu; ketiga, pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf uang yang dilakukan pada bank syariah harus mengikuti program lembaga penjamin simpanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan; dan keempat, pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf uang yang dilakukan dalam bentuk investasi di luar bank harus diasuransikan pada asuransi syariah.

pengelolaan tanah wakaf yang memiliki dua kegiatan: 1) kegiatan pokok; dan 2) kegiatan penunjang. Menurut hasil penelitian Rachmat Djatnika dan kawan-kawan (tahun 1999-2000), tanah wakaf di Bandung Jawa Barat yang pengelolaannya agak profesional disederhakan menjadi tiga model kegiatan pokok; 1) lembaga pendidikan; 2) masjid; dan 3) layanan kesehatan. Di samping itu, hasil penelitian Djatnika dan kawan-kawan juga dilengkapi dengan informasi yang didapat mengenai pendayagunaan wakaf yang termasuk terbaik di Asia Tenggara, yaitu wakaf di Pondok Modern Gontor Ponorogo. Hasil Penelitian Djatnika diurai ulang secara ringkas setelah penjelasan pendayagunaan wakaf di Pondok Modern Gontor.

1. Pondok Modern Darussalam Gontor
Salah satu lembaga pendidikan tertua dan konsisten menjalankan fungsi utamanya dalam menyiapkan kader ilmuan muslim adalah Pondok Pesantren Gontor. Alumninya tersebar di mana-mana dan banyak yang sudah menjadi ulama (kyai), pemimpin organisasi masa Islam, politisi, akademisi, pengusaha, dan yang lainnya. Oleh karena itu, wajar jika pondok Modern Darusslaam Gontor dianggap sebagai selah satu pesantren yang terbaik dalam mengelola harta wakaf.
Wakaf adalah salah satu instrumen yang memberikan kontrubusi besar bagi kelangsungan pendidikan agama (keagamaan) bagi pondok Modern Darusslaam Gontor, terutama wakaf tanah yang luas dan tersebar di berbagai tempat.
Tanah wakaf di Gontor yang dikelola oleh pihak Pesantren memiliki dua jenis pendayagunaan: 1) pendayagunaan pokok; dan 2) pendayagunaan penunjang/pengembangan. Sebagai pesantren, kegiatan utamanya adalah menyelenggarakan pendidikan Islam dari tingkat yang paling rendah (dasar) hingga pendidikan tinggi (Perguruan Tinggi). Sedangkan kegiatan pengembangan antara lain berupa kegiatan ekonomi/bisnis yang hasilnya didayagunakan untuk kemajuan pesantren tersebut.

Dalam rangka menjaga harta wakaf secara seimbang dengan pemanfaatan atau pendayagunannya, maka akta ikrar wakaf yang mencantumkan peruntukan wakaf tidak ditulis secara kaku. Peruntukan wakaf dapat disertai dengan kata/kalimat lain yang membuat pengelolaan wakaf berjalan secara dinamis. Tentu saja, yang berperan adalah Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW). Misalnya, dalam kolom peruntukan ditulis: ”untuk mendirikan masjid dan fasilitas pendukungnya;” ”untuk penyelenggaraan pendidikan Islam dan fasilitas pendukungnya; atau ”untuk pelayanan kesehatan/rumah sakit serta fasilitas pendukungnya.
Hasil penelitian Djatnika dan kawan-kawan menunjukan bahwa wakaf yang cenderung produktif karena dalam pengelolaan wakaf terdapat: 1) peruntukan yang pokok (mondial); dan 2) peruntukan yang bersifat pendukung atau sertaan; seperti wakaf untuk layanan kesehatan, maka didirikanlah Rumah Sakit al-Islam Bandung; sebagai pelengkapnya, rumah sakit tersebut menyelenggarakan pendidikan yang berkenaan dengan kesehatan, seperti manajemen rumah sakit, dan lain-lain.

Mau tahu lebih banyak lagi ????

Baca Bukunya : Wakaf Produktif

Harga : 50.000

Buku dapat diperoleh di : Gramedia, Gunung agung, Kurnia agung, Lubuk agung, BBC Group, Togamas dan toko-toko buku terdekat di kota anda.

QUICK READING MELEJITKAN DNA MEMBACA


MEMBACA BUKU MENGUBAH DUNIA


DNA Membaca Hanya Milik Kita

Pernahkah Anda berpikir bahwa semua buku yang ditulis dalam bahasa Inggris modern hanya terdiri dari pola-pola yang dibentuk oleh 26 huruf yang disebut alfabet? Bandingkan pula dengan bahasa Arab yang mengenal 28 (29,jika hamzah dianggap huruf) huruf yang disebut huruf Hijaiah. Sejak kapan mulai terjadi perubahan revolusioner dalam kehidupan manusia dan dunia ?
Peristiwa penciptaan sistem tulisan menduduki urutan pertama dari 100 peristiwa yang paling berpengaruh terhadap sejarah dunia, seperti yang ditulis dalam buku 100 Event that Shaped World History, karya Bill Yenne (2005). Dalam buku A History of God: The 4.000 Year Quest of Judaism, Christianity and Islam” karya Karen Amstrong, terungkap bahwa sejarah pemahaman manusia tentang Tuhan berawal dari firman yang mewujud jadi kitab suci. Demikian pula pendapat Dryden dan Voss dalam buku The Learning Revolution berkesimpulan bahwa komunikasi tulisan sebagai satu tonggak sejarah manusia.
Para pakar sejarahwan sepakat bahwa awal sejarah manusia dimulai sejak adanya tulisan. Sesuatu yang harus dibaca. Tulisan, abjad, atau huruf merupakan penanda bahasa manusia yang terpenting setelah bunyi dan gambar. Sejarah manusia dimulai sejak manusia mengenal budaya menulis. Sebelum adanya tulisan manusia adalah makhlu pra-sejarah. Adalah Mesir bangsa pertama yang mengenal budaya menulis yang disebut higriolief. Hieroglyph is a picture or written symbol that represents a word, a sound, or an idea, They were uses especially in ancient Egyp. Demikian, definisi kamusnya.
Dalam bukunya, The New Book of Knowledge the Children Encyclopaedia, (hal 171), penulisnya Martha G. Shapp menjelaskan, bahwa asal usul tulisan itu berasal dari Punisia (Phoenician), baik tulisan di Eropa maupun bangsa-bangsa yang serumpun dengan Punisia. Alfabet yang paling awal muncul sekitar 1700 SM. Bentuk-bentuk huruh Phoenician sebagai cikap bakal alphabet itu disebut sebagai Ancient Egyptian picture writing ( Childcraft Dictionary,1992) yang selama ribuan tahun berevolusi ke dalam lima fase, yaitu ancient middle eastern tribes, ancient greek, ancient tribe near Rome, Roman, dan Modern English yang kita kenal sebagai huruf Latin berjumlah 26 simbol. Informasi yang sama disebutkan dalam The World Book International (1992 : 308-309).
Huruf-huruf alphabet modern Inggris yang dikenal sekarang merupakan hasil evolusi sejak 3000 SM, mulai dari Egyptian, Semitic, Phoenician, Greek, Roman, dan Modern. Bangsa Yunani (Greek) belajar dari Punisia gagasan menulis bunyi bahasa. Huruf A, yang bunyinya oleh Punisia dibaca alif ,oleh mereka menjadi ‘alpha’ dengan perubahan bentuk hurufnya. Huruf ke-2, dibaca bait, menjadi betha,yang akhirnya menjadi huruf B.
Semua bangsa yang berperadaban tnbgi memiliki bahasa tulisan sendiri-sendiri, Tengoklah bangsa Rumawi, Arab, China, India, Mesir, dan Jepang. Kita mnengenakl abjad Latin, abdjad Arab, abjad China, Abjad Jepang, Abjad Hebrew, abjad Rusia dan abjad Sansekerta. Kertas pertama kali dibuat bangsa China,dan dicetak dalam skala industri ke seluruh dunia oleh bangsa Jerman. Industri percetakan buku yang terbesar ada di Jerman, sedangkan banga yang paling banyak menerbitkan buku adalah Amerika serikat.
Fakta-fakta ini jelas membuktikan tentang satu hal: Peran buku yang mengubah sejarah mausia dan aktivitas membaca yang membedakannya dari makhluk lain di bumi. Manusia adalah sang pembaca. DNA membaca sudah ada sejak manusia ada di bumi.
Kesimpulannya : Membaca Buku Mengubah dunia. Bagaimana caranya? Orang-orang besar yang memberi pengaruh terhadap perubahan sejarah tidak lepas dari peran buku dan aktivitas membaca. Sebuah buku terkenal di Barat, ‘Seratus Tokoh yang Paling Berpengarhuh dalam Sejarah’, Michael H. Hart, 1978 yang menempatkan Nabi Muhammad SAW di urutan No.1 sebagai manusia paling berpengaruh dalam sejarah dunia menjadi bukti tentang fakta ini. Buku apa yang mengubah sejarah dunia, sejak abad ke-7 Masehi itu? Itulah, Al Quran.
Dalam Islam, keyakinan Tawhid yang menjadi pusat ajarannya, bahkan dimulai dengan aktivitas membaca: Iqro. Membaca adalah pintu pertama ke arah keyakinan terhadap Tuhan dan ajaran-ajaran-Nya yang lain. Tidak ada keyakinan tanpa membaca. Yang buta huruf harus belajar membaca dan menulis. Yang dapat mengajarkan baca-tulis mendapat kebebasan dari statusnya sebagai tawanan perang. Demikian Nabi SAW mencontohkan. Tinta para ulama lebih berharga daripada darah syuhada dalam perang.
Tidak di Barat tidak di timur. Peradaban China yang tinggi itu karena penemuan bahan kertas yang kita kenal saat ini. Dari beribu-ribu judul buku yang pernah ditulis di China, mungkin yang paling banyak diterjemahkan dan dibaca di luar negeri itu adalah sebuah buku ditulis lebih dari 2000 tahun yang lalau, terkenal dengan nama Lao Tse atau Tao Te Ching. Buku Tao Te Ching ini atau “Cara Lama dan Kekuatannya” adalah naskah utama filosifi Taoisme yang terperinci.
Tahun 105 M, Ts’ai Lun mempersembahkan contoh kertas kepada Kaisar Ko Ti. Penggunaan kertas meluas di seluruh di seluruh China pada abad ke-2, dan dalam beberapa abad saja China sudah sanggup mengekspor kertas ke negara-negara di Asia. Lama sekali China merahasiakan cara pembuatan kertas ini. Di tahun 751 M, beberapa tenaga ahli pembikin kertas tertawan oleh orang-orang Arab sehingga dalam tempo singkat kertas sudah diproduksi di Bhagdad dan Sarmarkand. Teknik pembuatan kertas menyebar ke seluruh dunia Arab dan baru di abad ke-12 orang-orang Eropa belajar teknik ini. Sesudah itulah pemakaian kertas mulai berkembang luas dan sesudah Johann Guttenberg (1400-1468) menemukan mesin cetak modern, kertas menggantikan kedudukan kulit kambing sebagai sarana tulis menulis di Barat. Di tahun 868 M sebuah buku cetakan sudah ditemukan orang China.
Pada tahun 1799, Nicholas Louis Robert menemukan proses membuat lembaran kertas dalam satu wire screen yang bergerak dan sekarang dikenal sebagai mesin Fourdeinier. Teknologi pembuatan kertas makin maju setelah penemuan mesin silinder oleh John Dickinson pada 1809. Pada tahun 1814, Freidrich Gottol Keller menemukan proses mekanik pembuatan pulp dari kayu. Sekitar 1853-1854, Charles Watt dan Hugh Burgess mengembangkan pembuatan kertas dengan menggunakan proses soda. Pada 1857, Benyamin Chew Tilghiman mendapat hak paten untuk proses itu dengan hasil pulp yang cukup bagus dan siap diputihkan. Sampai sekarang, kertas yang kita gunakan masih menggunakan bahan baku dari kayu.

Komentar Tokoh tentang Membaca

Seorang mahasiswa Belanda bertanya kepada Bung Karno yang sedang dibuang ke Bengkulu Tahun 1938. “Tuan, saya lihat Tuan telah membaca semua buku yang Tuan pesan dengan sungguh-sungguh sekali. Mengapa Tuan belajar begitu giat?” Bung Karno mrnjawab, “Orang muda, saya harus belajar giat sekali karena insya Allah saya akan menjadi presiden di negeri ini.” Tujuh tahun kemudian hal itu menjadi kenyataan (dalam buku Musim Berganti, karya Rosihan Anwar)

Ketika dibuang ke Boven Digul, Bung Hatta membawa 16 peti bukunya. Selagi menjadi mahasiswa di Rotterdam, ia ke Jerman dan keliling Eropa Tengah. Di Hamburg ia memborong banyak buku di toko Meissner. Kegemarannya membaca dipuji Haji Agus Salim. Ketika itu Hata sudah membaca buku Baumhauer.

Soejatmiko, yang akrab dipanggil Koko, adik ipar Sutan Sjahrir, menurut Nurcholis Madjid, dikalangan intelektual Amerika dijuluki The Prince Indonesian Intellectual. Ketika masih di sekolah dasar, ia sudah membaca seri sejarah dunia dan kisah-kisah petualangan fiksi ilmiah Jules Verne. Di sekolah menengah, bacaannya mulai berat seperti karya Hegel, Karl Marx, atau Nietzsche, Ghandi, Khisnamurti serta Swami Vivekananda. (Dari artikel, Aku Ada Karena Buku: Mereka Berjuang Bersenjatakan Buku, M. Fahmi, Intisari, Mei 2005)

“Jangan terlalu banyak membaca, nanti matamu rusak”, kata sang bunda kepada Gus Dur yang kala itu berumur 10 tahun. Sejak di SMEP, ia sudah fasih berbahasa Inggris. Bacaannya, semisal What is to Be done-nya Lenin, Das Kapital Karya Karl Marx, buku filsafat Plato, Thaless, novel William Bochner, Romantisme Revosioner karangan Lenin. (dari buku, Beyond the Symbols: Jejak Antropologis Pemikiran dan Gerakan Gus Dur, Rosda Karya). Gus dur membaca pula buku Ethica Nechomochea karya Aristoteles yang hidup 1000 tahun sebelum datangnya Islam. Buku yang diterjemahkan Ibnu Rusyd menjadi Al Kitab Al-Akhlaq itu telah turut menuntunnya memahami ajaran-ajaran Islam yang mulia tentang toleransi, egaliterianisme, dan masalah-maslah mendasar lainnya dalam berhubungan antara sesama manusia. (Moh, Mahfud MD, Pemikiran dan Langkah Politik Gus Dur, artikel SINDO, 21 Feb 2008)

BJ. Habibie, mantan presiden ke-3 RI memiliki ciri khas yang melekat semenjak kecil, yaitu serakah membaca! Seolah-olah ada perasaan berdosa yang menyelinap dalam dirinya jika sampai membiarkan bacaan apapun menganggur (Mini Biografi dalam Buku MHMMD, karya Marwah D. Ibrahim).

“Membaca dan menulis itu seperti bernafas. Ada saat menghebus dan menarik. Menghembus berarti kita menulis, dan menarik berarti saat kita mencari informasi dari buku.”
Dewi dee Lestari, penyanyi dan novelis, Supernova dalam Home Library, Edisi1/III,2007,Gramedia)

Mau Tahu seberapa besar kemampuan kamu membaca ?

Baca dan beli bukunya :

Quick Reading melejitkan DNA

Harga : 38.000

Sudah bisa diperoleh di : Gramedia, Gunung agung, Togamas, Rumah buku, BBC Palasari, Balubur, Suci,Giant,Cimahi, TB. Lubuk Agung dan toko terdekat di kota Anda.

JURNALISME RADIO


PENGENALAN RADIO DAN FUNGSINYA.

Radio memiliki sejumlah fungsi, seperti mentransmisikan pesan, memdidik,membujuk, dan menghibur. Dalam penyampaian pesannya, radio bisa mengambil model komunikasi apa saja. Entah itu model satu arah, mapun dua arah. Model satu arah, maupun dua arah. Model satu arah mengasumsikan radio sebagai komunikator tunggal yang menyampaikan pesan pada khalayak pasif. Sedangkan model dua arah memosisikan radio sebagai komunikator yang melakukan intelektual timbal nalik dengan khalayak aktif. Kecenderungannya memang kini lebih banyak acara-acara interaktif di radio. Dengan Slogan “sahabat Bagi Siapa Saja”, agak sulit jika radio bertahan dengan model komunikasi klasik yang bersifat linear satu arah. Radio semacam itu akan ditinggalkan oleh para pendengar yang merasa tidak terlibat dalam program yang diudarakan.
Radio tergolong sebagai media elektronik sebagaimana media komunikasi massa lainnya radio memiliki kekhasan tersendiri.

Kekuatan Radio :

1. Radio dapat membidik khalayak yang spesifik. Artinya, Radio memiliki kemampuan untuk berfokus pada kelompok demografis yang dikehendakinya, selain itu untuk mengubah atau mempertajam segmen atau ceruk sasaran yang dituju, radio jauh lebih fleksibel dibandingkan media komunikasi massa lainnya.
2. Radio bbersifat mobile dan portable. Orang bisa menjinjing radio kemana saja. Sumber energinya kecil dan sama portablenya. Radio bisa menyatu dengan alat fungsi alat penunjang kehidupan lainnya mulai dari senter, mobil, hanphone.
3. Radio bersifat intrusif, memiliki daya tembus yang tinggi. Sulit sekali menghindar dari siaran radio, begitu radio dinyalakan, radio bisa menembus ruang-ruang dimana media lain tidak bisa masuk, misalnya dalam mobil. Walaupun kini televisi menjadi acesoris tambahan tetap radio tak terpisahkan.
4. Radio bersifat flexible, dalam arti dapat menciptakan program dengan cepat dan sederhana, dapat mengirim pesan dengan segera, dan secepat membuat perubahan.
5. Radio itu sederhana: sederhana mengoperasikannya, sederhana mengelolanya dan sederhana isinya.

Kelemahan Radio :

1. Satu-satunya yang diandalkan oleh radio adalah bunyi. Radio tidak dilengkapi dengan kemampuan menyampaikan berita melalui gambar.
2. Radio hanya menyampaikan pesan satu arah, sekilas dan tidak dapat ditarik lagi begitu diudarakan.Oleh karena itu menyampaikan pesan melalui radio tidak bisa main-main.
3. Mendengarkan radio itu rentan pendengaran. Radio hanya berurusan dengan satu indra saja:pendengaran. Begitu pendengaran terganggu, maka tidak ada lagi cerita radio dalam kehidupan seseorang. Orang kerap mendengarkan radio

Daya serap Informasi Radio.

– 7% bersumber dari ekspresi verbal,
– 38% berasal dari faktor audio
– 55% berasal dari ekspresi wajah.

Radio adalah media yang menyampaikan pesan menggunakan sarana audio. Maka keterserapan informasi atau kemampuan pendengar memaknai radio tidak lebih dari 38% saja!

Lembaga dan regulasi radio.

Undang – undang penyiaran No. 32 / 2002 yang berlaku di Indonesia memerinci jenis-jenis lembaga penyiaran sebagai berikut :

1. Lembaga penyiaran publik, yaitu lembaga penyiaran berbentuk badan hukum yang didirikan oleh negara, bersifat independen, netral, tidak komersial, dan tugasnya adalah memberi pelayanan publik yang terkait penyiaran ( pasal 14 ) contohnya RRI dan TVRI.
2. Lembaga penyiaran swasta, yaitu lembaga penyiaran berbrntuk badan hukum bersifat komersial tujuannya adalah menyelenggarakan jasa penyiaran ( pasal 16 ) atau dengan kata lain mengekpoitasi peluang ekonomi lembaga penyiaran. Sebagian besar radio dan TV yang kita kenal sekarang ini adalah lembaga penyiaran swasta.
3. Lembaga penyiaran komunitas, yaitu lembaga yang berbentuk badan hukum yang didirikan oleh komunitas tertentu, bersifat independen, tidak komersial, dengan daya pancar rendah, jangkauan wilayah cakupannya kecil dan tujuannya adalah melayani komunitas ( pasal 21 ) contohnya radio komunitas kampus, komunitas petani dan TV-TV lokal.
4. Lembaga penyiaran berlangganan, yaitu lembaga penyiaran berbentuk badan hukum yang menyelenggarakan jasa penyiaran berlangganan bermacam-macam ada yang melalui satelit, TV kabel, jaringan terestrial contohnya TV kabel yang banyak beroperasi di Indonesia.

Jurnalisme radio dipraktikan oleh RRI sebagai bagian dari tanggung jawab sosial. RRI mengemban fungsi yang sangat strategis. RRI menjadi bagian dari pendidikan massa dan pemersatu bangsa disamping menghibur masyarakat.

Ingin tahu lebih banyak ????

Beli bukunya : Jurnalisme Radio
Karya : Santi Indra Astuti
Info pesan : Dody (022) 76697476
Fax : 0225208370

Previous Older Entries

%d blogger menyukai ini: