PRIBADI DAHSYAT,SUKSES DAN PROFESIONAL


PAMERAN BUKU BANDUNG 2010

Peserta Talkshow Motivasi 2010

 

Pada Tanggal 7 Agustus 2010 telah dilaksanakan acara TALKSHOW TERDAHSYAT 2010 dengan menghadirkan :

FREEDY, EDI dan RAHAYU S PURNAMI.

– Freedy Faldi Syukur ( Master Hypnoteaching dan NLP )
– Edi Susanto ( Master motivator Financial dan Entrepreneur)
– Rahayu S Purnami ( Master konsultan kepribadian dan SDM

Banyak sekali pengunjung yang hadir sehingga mereka sangat penasaran dengan acara tersebut. Dalam waktu dekat ini rencananya akan dilaksanakan workshop mengenai entrepreneur, NLP dan Pengembangan keribadian.

Apabila anda harus memilih kira-kira workshop mana yang menarik buat anda ?

Silahkan kirim komentar anda….

Iklan

MEMBANGUN KARAKTER PROFESIONAL


Judul Buku : MEMBANGUN KARAKTER PROFESIONAL
Penulis : Rahayu S Purnami
Penerbit : Simbiosa Rekatama Media
Harga : Rp …………………….

Sinopsis Buku :
Pada awalnya kita terlahir dengan potensi yang sangat luar biasa. Sebagai manusia yang terlahir dengan derajat jauh lebih tinggi dibanding dengan makhluk yang lainnya. Namun dalam perjalanan hidupnya menjadi malas, enggan membaca, berhenti belajar karena menganggap belajar hanya di institusi formal, menunda-nunda, rakus, egois, susah bekerjasama, sibuk dengan mencari kekurangan orang lain, boros, mau menang sendiri, suka mengeluh, mudah putus asa, senang kalau melihat orang lain sengsara, sedih kalau melihat orang lain senang, merasa kurang terus, mengikuti hawa nafsu, mengejar jabatan dengan menghalalkan segala cara termasuk ketenaran dan kekayaan, merasa pintar, mencari dan mengambil jalan pintas tanpa bersedia menjalani proses, berfikir hanya untuk jangka pendek saja. Apabila perilaku-perilaku tersebut berulang-ulang akhirnya akan menjadi kebiasaan dan apabila dikerjakan secara terus menerus akan menjadi karakter yang melekat pada diri seseorang. Hasil akhirnya adalah semakin tua kualitasnya justru semakin menurun. Apakah orang seperti itu ada?

Bayi yang sangat lemah namun memiliki kekuatan yang sangat dahsyat, potensi dan kecerdasan yang siap untuk diasah dan dimanfaatkan serta dioptimalkan. Seiring bertambahnya usia, ia senantiasa mengasah kepekaan dan kepedulian kepada lingkungan dan sesamanya, menambah ilmu, berlatih, menambah wawasan, mencoba hal –hal yang baru, membantu orang lain, pantang mengeluh, bangkit dari kejatuhan, bekerjasama dengan orang lain, rendah hati, memiliki mentalitas yang berkelimpahan, melayani, amanah, pantang menunda-nunda, adil, menahan hawa nafsu, pantang menyakiti orang lain. Walaupun bisa jadi secara materiil tidak begitu menonjol tapi secara kualitas manusia semakin membaik. Semakin tenang dan bersungguh-sungguh menjalani hidup ini sebagai sarana mengumpulkan bekal yang sebanyak-banyaknya untuk perjalanan kehidupan selanjutnya. Kehadirannya senantiasa membawa kemanfaatan. Walau secara fisik semakin menurun kualitasnya namun secara ruhani semakin indah pribadinya, semakin menjadi orang besar.

DIAGNOSA

Kualitas bangsa tentu tidak terlepas dari kualitas individu rakyatnya baik sebagai rakyat maupun pemimpin. Menurut saya, dari hasil mengamati dan berpikir ada tujuh hal besar yang menjadi penyebab dan membutuhkan kerja keras untuk mengatasinya secara menyeluruh mengapa kita tidak segera “tinggal landas” seperti jargon yang sangat terkenal di era orde baru tapi justru “tinggal di landasan”, bukan hanya jalan ditempat bahkan justru mengalami kemunduran.

1. Kurang percaya diri

Mentalitas ini ditandai dengan tidak bangga pada hasil karya sendiri. Bagaimana bisa meyakinkan orang lain kalau dengan dirinya sendiri saja tidak yakin. Mudah heran dan terkagum-kagum dengan produk buatan orang lain. Sangat bangga kalau mengatakan barang yang dipakai adalah “luar punya” bukan buatan sendiri. Kurang berani tampil beda, artinya senang mengikuti tren. Saya teringat di salah satu pidato Bung Karno, beliau menyampaikan supaya kita bisa menjadi seperti burung elang, walaupun sendirian dia berani terbang mengangkasa dengan gagah berani. Jangan seperti bebek yang kesana-kemari harus selalu bersama-sama, makanya kemudian muncul istilah ”membebek” untuk menggambarkan orang yang harus selalu bersama-sama tidak berani sendirian. Yang lebih berbahaya adalah biasanya bebek-bebek tersebut ada yang menggembalakan, kesana kemari mengikuti instruksi dari penggembala. Apa jadinya bila hidup kita harus senantiasa dikendalikan oleh orang lain dan harus menunggu orang lain untuk memiliki keberanian melakukan tindakan. Kurang percaya diri ini juga akhirnya mengarah pada kecenderungan percaya kepada mistis untuk meningkatkan kepercayaan diri.

2. Tidak berpikir jangka panjang

Berpikirnya bersifat jangka pendek. Instan, cepat saji. Berpikir hanya untuk dirinya sendiri. Enggan bermimpi, enggan mencoba berkreasi, enggan menjalani proses terlebih yang bersifat jangka panjang alias malas. Enggan memikirkan dampak jangka panjang dari tindakan yang diambil sehingga tanpa disadari menghasilkan kerugian dan kerusakan tidak hanya untuk jangka pendek tapi juga jangka panjang. Ingin segera menikmati, cepat bersenang-senang, berpesta dan memiliki simbol-simbol kemewahan. Dalam sebuah riwayat diceritakan seorang bapak tua sedang menanam biji kurma, orang yang sedang lewat menertawakan, untuk apa menanam pohon sedangkan hidupnya hanya tinggal sementara dan tidak akan sempat menikmati hasilnya. Orang tua tersebut menjawab kalau saya tidak bisa menikmati, generasi selanjutnya yang akan menikmati. Apabila kita perhatikan hukum alam bercocok tanam, dari menabur biji hingga berbuah untuk siap dinikmati, tanaman membutuhkan waktu. Bahkan buah yang matang di pohon akan jauh lebih enak rasanya daripada hasil peraman, walaupun waktunya lebih cepat. Apabila diperhatikan makanan yang cepat saji seringkali gizinya pun sangat rendah bahkan dalam jangka panjang bersifat merusak. Lebih menyukai membeli daripada membuat. Lebih bangga ”konsumtif” padahal seperti yang saya baca di buku membangun karakter bank Indonesia, orang yang konsumtif adalah orang yang tidak memiliki karakter.

3. Kurang memiliki kesatuan tindakan yang penuh keberanian.

Tidak membentuk barisan yang kokoh dalam melangkah, bergerak masing-masing. Ingin menjadi pahlawan. Semua ingin menjadi pemimpin padahal ibarat pasukan pasti ada pemimpin dan yang dipimpin. Keburukan yang terorganisir akan lebih berhasil dibandingkan dengan kebaikan yang tidak terorganisir.

4. Cepat merasa puas.

Mentalitas seperti ini terlihat pada keengganan untuk melakukan perbaikan yang bersifat terus menerus baik dalam hal keilmuan maupun proses. Dalam istilah manajemen disebutkan continuous improvement, continuous learning. Adanya kecenderungan tidak mau beranjak dari comfort zone. Tidak mau menantang diri sendiri untuk menghasilkan yang lebih baik.

5. Hilangnya rasa malu.

Tidak Malu melihat orang lain sengsara. Tidak Malu melihat orang lain tertindas. Tidak Malu menerima lebih dari yang diusahakan. Tidak Malu memanfaatkan fasilitas umum untuk kepentingan sendiri. Tidak Malu kalau tidak memberikan dan melakukan yang terbaik. Tidak Malu berhutang apalagi untuk digunakan bersenang-senang.

6. Melunturnya kepekaan dan kepedulian

Apabila ada yang berpendapat bahwa masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan egois sepertinya disebabkan karena :

• Anggapan bahwa kita boleh berbagi kalau kita sudah cukup atau telah berlebihan. Sehingga ukurannya menjadi tidak jelas dan menjadi semacam excuse. Bagaimana saya mau menolong kalau diri sendiri saja masih kurang. Padahal ukuran cukup disini tidak ada ukuran yang jelas, cukup menurut si A belum tentu cukup menurut si B.
• Mentalitas berkekurangan scarsity mentalism. Merasa kurang sehingga enggan atau sayang untuk berbagi.
• Adanya anggapan bahwa dia sudah bekerja keras untuk memperjuangkan hasil yang diperolehnya sehingga menjadi teramat sayang untuk dibagikan.
• Kekhawatiran akan masa depan sehingga menimbun berlebihan supaya tidak kekurangan di masa yang akan datang.

7. Ambivalensi tradisional dan profesional

Di satu pihak kita menuntut profesionalisme, namun di pihak lain unsur tradisi masih dipegang. Seperti dalam pemberian parsel yang jumlahnya sudah tidak wajar, secara tradisi itu merupakan bentuk ucapan terimakasih dan penghormatan, namun secara profesional hal tersebut bisa dianggap ada unsur korupsinya. Atau dalam pengangkatan pemimpin yang menghormati senioritas sedangkan dalam hal kemampuan sangat tidak mendukung.

MEMBANGUN KARAKTER PROFESIONAL
Identitas sebagai seorang “profesional” merupakan identitas baru yang diinginkan melekat pada diri seseorang setelah menyelesaikan serangkaian tahap belajar. Siapakah seorang “profesional” ini? Menurut Wikipedia, seorang profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya. Orang tersebut juga merupakan anggota suatu entitas atau organisasi yang didirikan sesuai dengan hukum di sebuah negara atau wilayah. Meskipun begitu, seringkali seseorang yang merupakan ahli dalam suatu bidang juga disebut “profesional” dalam bidangnya meskipun bukan merupakan anggota sebuah entitas yang didirikan dengan sah. Sebagai contoh, dalam dunia olahraga terdapat olahragawan profesional yang merupakan kebalikan dari olahragawan amatir yang bukan berpartisipasi dalam sebuah turnamen/kompetisi demi uang.

Mau tahu lebih lengkapnya ????
Hadirilah Talkshownya pada hari Sabtu 07 Agustus 2010 jam 12.30 s.d 15.00 di Landmark Convention hall Jl. Braga No. 129 Bandung. Acaranya Gratis dengan registrasi peserta caranya :
Ketik : PBB # Nama # Profesi # Instansi

ke 022-76697476

Catatan : Tempat sangat terbatas.

100 Pikiran yang mencerahkan dan memperkaya hidup


100 Pikiran yang mencerahkan dan memperkaya hidup

Penerbit : Simbiosa rekatama media
Harga :
Terbitan : Juli 2010
Penulis : EDI SUSANTO

Ingin dikejar kekayaan ?

Kekayaan bukan merupakan tujuan, melainkan kendaraan untuk mengantarkan manusia kepada Tuhan. Kekayaan bisa memuliakan hidup jika dimilikin oleh orang yang tercerahkan atau bisa menghinakan jika dimiliki oleh orang yang belum tercerahkan.
Sebuah pengumpamaan dunia : Uang, Jabatan dan popularitas adalah BAYANGAN yang jika dikejar akan lari. Kualitas pribadi anda adalah BENDA.Memberikan manfaat dan memuliakan kehidupan orang lain adalah berkas cahaya. Sumber cahaya-nya adalah TUHAN. Dekatkan Benda ke sumber Cahaya melalui berkas cahaya.Niscaya Bayangan akan mengikuti benda. Artinya dekatkan pribadi anda dengan berkualitas kepada TUHAN dengan memberikan manfaat dan memuliakan orang lain, maka uang, jabatan dan popularitas akan mengikuti anda dengan sendirinya. Inilah hukum Alam yang sudah PASTI kebenarannya.Inilah RAHASIA AGAR DIKEJAR UANG, JABATAN dan POPULARITAS.
Namun, Realitas yang ada adalah sebagian besar orang menghabiskan hidupnya untuk mencari uang. Antara yang dicari dan yang mencari, siapa yang lebih berharga? Sahabat yang powerful, Izinkan EDI SUSANTO untuk mengingatkan anda, jangan rendahkan keberhasilan anda dengan mencari uang. Hiasi hidup anda dengan memberikan manfaat lebih dan memuliakan kehidupan lebih banyak orang, maka uang akan mencari anda.
Melalui buku ini, mari bersama-sama kita pahami, selami dan jalani hidup dengan menghidupkan pikiran-pikiran yang mampu untuk mencerahkan dan memperkaya hidup.
Selamat membaca sahabatku yang powerful.

KOMUNIKASI DAKWAH


KOMUNIKASI DAKWAH

Buku dapat diperoleh di Gunung Agung, Gramedia, Rumah buku, Kurnia agung, Kharisma, Sosial Agency, Togamas.

Komunikasi Dakwah

Secara istilah, dakwah mengajarkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat luas. ajaran Islam dan nilai-nilainya disajikan dengan menjelaskan kepada masyarakat agar mereka dapat memahami, menyetujui kandungan pesannya, dan mengamalkannya. Dakwah berupaya untuk membawa masyarakat kearah kebajikan yang dinamis dan seimbang dengan menegakkan serta menyempurnakan kepribadian yang berakhlakul karimah. Dakwah merupakan suatu proses internalisasi, transmisi, difusi, institusionalisasi dan transformasi islam yang melibatkan, antara lain komunikator dakwah (dai), komunikasi dakwah(mad’u),pesan, konteks dan respons untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik. selamat di dunia dan akhirat.

Dalam buku ini juga mengupas :
– komunikasi persuasi
– Dakwah Islam
– Pengertian dan komponen komunikasi dakwah
– Komunikasi dakwah pada tatanan pribadi dan kelompok
– Komunikasi dakwah pada tatanan publik
– media komunikasi dakwah.

Info lengkap hubungi : Dody Iskandar
Tlp : 022-76697476

Penulis : DR. bambang S. Ma’arif

KATAKAN TIDAK PADA NARKOBA


KATAKAN TIDAK PADA NARKOBA

Untuk memperingati hari Narkoba adalah hal ceremony yang mengingatkan kita semua tentang bahayanya narkoba pada generasi muda kita. Bahayanya sendiri akan merusak diri si pemakai dan perkembangan bangsa Indonesia kedepan karena majunya negara akan terlihat dari kreatifnya generasi muda yang berkecimpung disana.

Sekolah sekarang ini sudah mulai menjadi jalan masuknya narkoba di Indonesia. Oleh karena itu para pendidik harus mampu mengantisipasi masuknya Narkoba ke sekolah.

Untuk mengetahui bagaimana pencegahan dan peredaran narkoba di Indonesia telah terbit satu buku yang membuka wawasan kita mengenai narkoba yang didalamnya mencakup :

1. Bahaya Narkoba bagi si pemakai.

2. Bagaimana Peredaran Barang Haram tersebut masuk ke Indonesia.

3. Bagaimana penanggulangan Narkoba apabila telah masuk ke sekolah.

Buku yang membahas ini berjudul : Katakan Tidak Pada Narkoba”
Karya : Yusuf Apandi
Pengantar : H. Dede Yusuf ( Kepala BNN Propinsi Jabar )
Dr. H. MOH. Wahyudin Zarkasyi,AK ( Kadisdik Jabar )

Harga Buku : 39.000

Buku dapat diperoleh di Toko buku : Gunung agung, Togamas, Gramedia, Rumah buku, Paung Bona Jaya, Kurnia Agung, BBC, Lubuk agung dan toko buku terdekat dikota anda.

WAKAF PRODUKTIF


Bagaimana Wakaf agar produktif ?

Wakaf didayagunakan dan hasilnya yang disedekahkan. ”Keabadian” atau ”kekekalan” benda wakaf harus senantiasa terjaga; oleh karena itu, dalam wakaf uang, uang yang diwakafkan harus dijadikan modal (ra’s al-mal); yang diterima oleh pihak-pihak yang berhak adalah hasilnya; hasil usaha yang modalnya berasal dari benda wakaf.

Dibandingkan dengan peraturan perundang-undangan sebelumnya, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 memiliki kelebihan karena mengatur peruntukan wakaf secara eksplisit. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1977 tentang Perwaakafan Tanah Milik ditetapkan bahwa fungsi wakaf adalah mengekalkan manfaat benda wakaf sesuai dengan tujuan wakaf. Ketentuan yang persis sama juga terdapat dalam Kompilasi Hukum Islam.
Dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 ditetapkan bahwa dalam rangka mencapai tujuan dan funngsi wakaf, harta benda wakaf hanya dapat diperuntukan bagi:
1. Sarana dan kegiatan ibadah.
2. Sarana dan kegiatan pendidikan serta kesehatan.
3. Bantuan kepada fakir miskin, anak terlantar,yatim piatu, bea siswa.
4. Kemajuan dan peningkatan ekonomi umat.
5. Kemajuan kesejahteraan umum lainnya yang tidak bertentangan dengan syariah dan peraturan perundang-undangan.
Selanjutnya dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 diatur mengenai waktu dan pihak yang dapat menentukan peruntukan benda wakaf. Pertama, pihak yang berhak menentukan peruntukan benda wakaf adalah nazhir pada saat ikrar pelaksanaan wakaf di hadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf; dan kedua, nazhir dapat menetapkan peruntukan harta benda wakaf yang dilakukan sesuai dengan tujuan dan fungsi wakaf apabila wakif tidak menentukan peruntukan benda wakaf.
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 ditetapkan mengenai kewajiban-kewajiban nazhir. Ketentuan-ketentuan tersebut pada dasarnya merupakan penguatan terhadap ketentuan yang telah ada dalam Undang-Undang Wakaf. Dalam Peraturan Pemerintah ditetapkan bahwa: pertama, nazhir berkewajiban mengadministrasikan, mengelola, mengembangkan, mengawasi, dan melindungi harta benda wakaf; dan kedua, nazhir berkewajiban membuat laporan secara berkala kepada Menteri Agama dan Badan Wakaf Indonesia mengenai kegiatan yang berkaitan dengan kewajiban-kewajibannya sebagai nazhir (mengadministrasikan, mengelola, mengembangkan, mengawasi, dan melindungi harta benda wakaf).
Kewajiban nazhir juga diulangi (ditegaskan ualang) dalam Bab V (Pengelolaan dan Pengmbangan) Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006. Dalam bab tersebut ditetapkan bahwa: pertama, nazhir wajib mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan peruntukan yang tercantum dalam Akta Ikrar Wakaf; dan kedua, nazhir dibolehkan bekerjasama (sesuai dengan prinsip syari‘ah) dengan pihak lain dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf untuk memajukan kesejahteraan umum.
Dalam Peraturan Pemerintah juga ditetapkan mengenai pengelolaan benda wakaf yang berasal dari warga atau organisasi asing. Pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf dari perorangan warga negara asing, organisasi asing, dan (atau, pen) badan hukum asing yang berskala nasional dan internasional, serta harta benda wakaf yang terlantar, dilakukan oleh Badan Wakaf Indonesia. Di samping itu, pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf harus berpedoman pada peraturan Badan Wakaf Indonesia.
Dalam Penjelesan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 ditetapkan bahwa pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf dilakukan secara produktif antara lain dengan cara pengumpulan, investasi, penanaman modal, produksi, kemitraan, perdagangan, agrobisnis, pertambangan, perindustrian, pengembangan teknologi, pembangunan gedung, apartemen, rumah susun, pasar swalayan, peretokoan, perkantoran, sarana pendidikan ataupun sarana kesehatan dan usaha-usaha yang tidak bertentangan dengan syariah.
Pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf uang dilakukan dengan: pertama, benda wakaf uang hanya dapat dilakukan melalui investasi pada produk-produk Lembaga Keuangan Syari‘ah atau instrument keuangan syariah; kedua, nazhir hanya dapat mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf uang pada Lembaga Keuangan Syari‘ah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU) dalam jangka waktu tertentu apabila Lembaga Keuangan Syari‘ah Penerima Wakaf Uang menerima wakaf uang untuk jangka waktu tertentu; ketiga, pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf uang yang dilakukan pada bank syariah harus mengikuti program lembaga penjamin simpanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan; dan keempat, pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf uang yang dilakukan dalam bentuk investasi di luar bank harus diasuransikan pada asuransi syariah.

pengelolaan tanah wakaf yang memiliki dua kegiatan: 1) kegiatan pokok; dan 2) kegiatan penunjang. Menurut hasil penelitian Rachmat Djatnika dan kawan-kawan (tahun 1999-2000), tanah wakaf di Bandung Jawa Barat yang pengelolaannya agak profesional disederhakan menjadi tiga model kegiatan pokok; 1) lembaga pendidikan; 2) masjid; dan 3) layanan kesehatan. Di samping itu, hasil penelitian Djatnika dan kawan-kawan juga dilengkapi dengan informasi yang didapat mengenai pendayagunaan wakaf yang termasuk terbaik di Asia Tenggara, yaitu wakaf di Pondok Modern Gontor Ponorogo. Hasil Penelitian Djatnika diurai ulang secara ringkas setelah penjelasan pendayagunaan wakaf di Pondok Modern Gontor.

1. Pondok Modern Darussalam Gontor
Salah satu lembaga pendidikan tertua dan konsisten menjalankan fungsi utamanya dalam menyiapkan kader ilmuan muslim adalah Pondok Pesantren Gontor. Alumninya tersebar di mana-mana dan banyak yang sudah menjadi ulama (kyai), pemimpin organisasi masa Islam, politisi, akademisi, pengusaha, dan yang lainnya. Oleh karena itu, wajar jika pondok Modern Darusslaam Gontor dianggap sebagai selah satu pesantren yang terbaik dalam mengelola harta wakaf.
Wakaf adalah salah satu instrumen yang memberikan kontrubusi besar bagi kelangsungan pendidikan agama (keagamaan) bagi pondok Modern Darusslaam Gontor, terutama wakaf tanah yang luas dan tersebar di berbagai tempat.
Tanah wakaf di Gontor yang dikelola oleh pihak Pesantren memiliki dua jenis pendayagunaan: 1) pendayagunaan pokok; dan 2) pendayagunaan penunjang/pengembangan. Sebagai pesantren, kegiatan utamanya adalah menyelenggarakan pendidikan Islam dari tingkat yang paling rendah (dasar) hingga pendidikan tinggi (Perguruan Tinggi). Sedangkan kegiatan pengembangan antara lain berupa kegiatan ekonomi/bisnis yang hasilnya didayagunakan untuk kemajuan pesantren tersebut.

Dalam rangka menjaga harta wakaf secara seimbang dengan pemanfaatan atau pendayagunannya, maka akta ikrar wakaf yang mencantumkan peruntukan wakaf tidak ditulis secara kaku. Peruntukan wakaf dapat disertai dengan kata/kalimat lain yang membuat pengelolaan wakaf berjalan secara dinamis. Tentu saja, yang berperan adalah Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW). Misalnya, dalam kolom peruntukan ditulis: ”untuk mendirikan masjid dan fasilitas pendukungnya;” ”untuk penyelenggaraan pendidikan Islam dan fasilitas pendukungnya; atau ”untuk pelayanan kesehatan/rumah sakit serta fasilitas pendukungnya.
Hasil penelitian Djatnika dan kawan-kawan menunjukan bahwa wakaf yang cenderung produktif karena dalam pengelolaan wakaf terdapat: 1) peruntukan yang pokok (mondial); dan 2) peruntukan yang bersifat pendukung atau sertaan; seperti wakaf untuk layanan kesehatan, maka didirikanlah Rumah Sakit al-Islam Bandung; sebagai pelengkapnya, rumah sakit tersebut menyelenggarakan pendidikan yang berkenaan dengan kesehatan, seperti manajemen rumah sakit, dan lain-lain.

Mau tahu lebih banyak lagi ????

Baca Bukunya : Wakaf Produktif

Harga : 50.000

Buku dapat diperoleh di : Gramedia, Gunung agung, Kurnia agung, Lubuk agung, BBC Group, Togamas dan toko-toko buku terdekat di kota anda.

QUICK READING MELEJITKAN DNA MEMBACA


MEMBACA BUKU MENGUBAH DUNIA


DNA Membaca Hanya Milik Kita

Pernahkah Anda berpikir bahwa semua buku yang ditulis dalam bahasa Inggris modern hanya terdiri dari pola-pola yang dibentuk oleh 26 huruf yang disebut alfabet? Bandingkan pula dengan bahasa Arab yang mengenal 28 (29,jika hamzah dianggap huruf) huruf yang disebut huruf Hijaiah. Sejak kapan mulai terjadi perubahan revolusioner dalam kehidupan manusia dan dunia ?
Peristiwa penciptaan sistem tulisan menduduki urutan pertama dari 100 peristiwa yang paling berpengaruh terhadap sejarah dunia, seperti yang ditulis dalam buku 100 Event that Shaped World History, karya Bill Yenne (2005). Dalam buku A History of God: The 4.000 Year Quest of Judaism, Christianity and Islam” karya Karen Amstrong, terungkap bahwa sejarah pemahaman manusia tentang Tuhan berawal dari firman yang mewujud jadi kitab suci. Demikian pula pendapat Dryden dan Voss dalam buku The Learning Revolution berkesimpulan bahwa komunikasi tulisan sebagai satu tonggak sejarah manusia.
Para pakar sejarahwan sepakat bahwa awal sejarah manusia dimulai sejak adanya tulisan. Sesuatu yang harus dibaca. Tulisan, abjad, atau huruf merupakan penanda bahasa manusia yang terpenting setelah bunyi dan gambar. Sejarah manusia dimulai sejak manusia mengenal budaya menulis. Sebelum adanya tulisan manusia adalah makhlu pra-sejarah. Adalah Mesir bangsa pertama yang mengenal budaya menulis yang disebut higriolief. Hieroglyph is a picture or written symbol that represents a word, a sound, or an idea, They were uses especially in ancient Egyp. Demikian, definisi kamusnya.
Dalam bukunya, The New Book of Knowledge the Children Encyclopaedia, (hal 171), penulisnya Martha G. Shapp menjelaskan, bahwa asal usul tulisan itu berasal dari Punisia (Phoenician), baik tulisan di Eropa maupun bangsa-bangsa yang serumpun dengan Punisia. Alfabet yang paling awal muncul sekitar 1700 SM. Bentuk-bentuk huruh Phoenician sebagai cikap bakal alphabet itu disebut sebagai Ancient Egyptian picture writing ( Childcraft Dictionary,1992) yang selama ribuan tahun berevolusi ke dalam lima fase, yaitu ancient middle eastern tribes, ancient greek, ancient tribe near Rome, Roman, dan Modern English yang kita kenal sebagai huruf Latin berjumlah 26 simbol. Informasi yang sama disebutkan dalam The World Book International (1992 : 308-309).
Huruf-huruf alphabet modern Inggris yang dikenal sekarang merupakan hasil evolusi sejak 3000 SM, mulai dari Egyptian, Semitic, Phoenician, Greek, Roman, dan Modern. Bangsa Yunani (Greek) belajar dari Punisia gagasan menulis bunyi bahasa. Huruf A, yang bunyinya oleh Punisia dibaca alif ,oleh mereka menjadi ‘alpha’ dengan perubahan bentuk hurufnya. Huruf ke-2, dibaca bait, menjadi betha,yang akhirnya menjadi huruf B.
Semua bangsa yang berperadaban tnbgi memiliki bahasa tulisan sendiri-sendiri, Tengoklah bangsa Rumawi, Arab, China, India, Mesir, dan Jepang. Kita mnengenakl abjad Latin, abdjad Arab, abjad China, Abjad Jepang, Abjad Hebrew, abjad Rusia dan abjad Sansekerta. Kertas pertama kali dibuat bangsa China,dan dicetak dalam skala industri ke seluruh dunia oleh bangsa Jerman. Industri percetakan buku yang terbesar ada di Jerman, sedangkan banga yang paling banyak menerbitkan buku adalah Amerika serikat.
Fakta-fakta ini jelas membuktikan tentang satu hal: Peran buku yang mengubah sejarah mausia dan aktivitas membaca yang membedakannya dari makhluk lain di bumi. Manusia adalah sang pembaca. DNA membaca sudah ada sejak manusia ada di bumi.
Kesimpulannya : Membaca Buku Mengubah dunia. Bagaimana caranya? Orang-orang besar yang memberi pengaruh terhadap perubahan sejarah tidak lepas dari peran buku dan aktivitas membaca. Sebuah buku terkenal di Barat, ‘Seratus Tokoh yang Paling Berpengarhuh dalam Sejarah’, Michael H. Hart, 1978 yang menempatkan Nabi Muhammad SAW di urutan No.1 sebagai manusia paling berpengaruh dalam sejarah dunia menjadi bukti tentang fakta ini. Buku apa yang mengubah sejarah dunia, sejak abad ke-7 Masehi itu? Itulah, Al Quran.
Dalam Islam, keyakinan Tawhid yang menjadi pusat ajarannya, bahkan dimulai dengan aktivitas membaca: Iqro. Membaca adalah pintu pertama ke arah keyakinan terhadap Tuhan dan ajaran-ajaran-Nya yang lain. Tidak ada keyakinan tanpa membaca. Yang buta huruf harus belajar membaca dan menulis. Yang dapat mengajarkan baca-tulis mendapat kebebasan dari statusnya sebagai tawanan perang. Demikian Nabi SAW mencontohkan. Tinta para ulama lebih berharga daripada darah syuhada dalam perang.
Tidak di Barat tidak di timur. Peradaban China yang tinggi itu karena penemuan bahan kertas yang kita kenal saat ini. Dari beribu-ribu judul buku yang pernah ditulis di China, mungkin yang paling banyak diterjemahkan dan dibaca di luar negeri itu adalah sebuah buku ditulis lebih dari 2000 tahun yang lalau, terkenal dengan nama Lao Tse atau Tao Te Ching. Buku Tao Te Ching ini atau “Cara Lama dan Kekuatannya” adalah naskah utama filosifi Taoisme yang terperinci.
Tahun 105 M, Ts’ai Lun mempersembahkan contoh kertas kepada Kaisar Ko Ti. Penggunaan kertas meluas di seluruh di seluruh China pada abad ke-2, dan dalam beberapa abad saja China sudah sanggup mengekspor kertas ke negara-negara di Asia. Lama sekali China merahasiakan cara pembuatan kertas ini. Di tahun 751 M, beberapa tenaga ahli pembikin kertas tertawan oleh orang-orang Arab sehingga dalam tempo singkat kertas sudah diproduksi di Bhagdad dan Sarmarkand. Teknik pembuatan kertas menyebar ke seluruh dunia Arab dan baru di abad ke-12 orang-orang Eropa belajar teknik ini. Sesudah itulah pemakaian kertas mulai berkembang luas dan sesudah Johann Guttenberg (1400-1468) menemukan mesin cetak modern, kertas menggantikan kedudukan kulit kambing sebagai sarana tulis menulis di Barat. Di tahun 868 M sebuah buku cetakan sudah ditemukan orang China.
Pada tahun 1799, Nicholas Louis Robert menemukan proses membuat lembaran kertas dalam satu wire screen yang bergerak dan sekarang dikenal sebagai mesin Fourdeinier. Teknologi pembuatan kertas makin maju setelah penemuan mesin silinder oleh John Dickinson pada 1809. Pada tahun 1814, Freidrich Gottol Keller menemukan proses mekanik pembuatan pulp dari kayu. Sekitar 1853-1854, Charles Watt dan Hugh Burgess mengembangkan pembuatan kertas dengan menggunakan proses soda. Pada 1857, Benyamin Chew Tilghiman mendapat hak paten untuk proses itu dengan hasil pulp yang cukup bagus dan siap diputihkan. Sampai sekarang, kertas yang kita gunakan masih menggunakan bahan baku dari kayu.

Komentar Tokoh tentang Membaca

Seorang mahasiswa Belanda bertanya kepada Bung Karno yang sedang dibuang ke Bengkulu Tahun 1938. “Tuan, saya lihat Tuan telah membaca semua buku yang Tuan pesan dengan sungguh-sungguh sekali. Mengapa Tuan belajar begitu giat?” Bung Karno mrnjawab, “Orang muda, saya harus belajar giat sekali karena insya Allah saya akan menjadi presiden di negeri ini.” Tujuh tahun kemudian hal itu menjadi kenyataan (dalam buku Musim Berganti, karya Rosihan Anwar)

Ketika dibuang ke Boven Digul, Bung Hatta membawa 16 peti bukunya. Selagi menjadi mahasiswa di Rotterdam, ia ke Jerman dan keliling Eropa Tengah. Di Hamburg ia memborong banyak buku di toko Meissner. Kegemarannya membaca dipuji Haji Agus Salim. Ketika itu Hata sudah membaca buku Baumhauer.

Soejatmiko, yang akrab dipanggil Koko, adik ipar Sutan Sjahrir, menurut Nurcholis Madjid, dikalangan intelektual Amerika dijuluki The Prince Indonesian Intellectual. Ketika masih di sekolah dasar, ia sudah membaca seri sejarah dunia dan kisah-kisah petualangan fiksi ilmiah Jules Verne. Di sekolah menengah, bacaannya mulai berat seperti karya Hegel, Karl Marx, atau Nietzsche, Ghandi, Khisnamurti serta Swami Vivekananda. (Dari artikel, Aku Ada Karena Buku: Mereka Berjuang Bersenjatakan Buku, M. Fahmi, Intisari, Mei 2005)

“Jangan terlalu banyak membaca, nanti matamu rusak”, kata sang bunda kepada Gus Dur yang kala itu berumur 10 tahun. Sejak di SMEP, ia sudah fasih berbahasa Inggris. Bacaannya, semisal What is to Be done-nya Lenin, Das Kapital Karya Karl Marx, buku filsafat Plato, Thaless, novel William Bochner, Romantisme Revosioner karangan Lenin. (dari buku, Beyond the Symbols: Jejak Antropologis Pemikiran dan Gerakan Gus Dur, Rosda Karya). Gus dur membaca pula buku Ethica Nechomochea karya Aristoteles yang hidup 1000 tahun sebelum datangnya Islam. Buku yang diterjemahkan Ibnu Rusyd menjadi Al Kitab Al-Akhlaq itu telah turut menuntunnya memahami ajaran-ajaran Islam yang mulia tentang toleransi, egaliterianisme, dan masalah-maslah mendasar lainnya dalam berhubungan antara sesama manusia. (Moh, Mahfud MD, Pemikiran dan Langkah Politik Gus Dur, artikel SINDO, 21 Feb 2008)

BJ. Habibie, mantan presiden ke-3 RI memiliki ciri khas yang melekat semenjak kecil, yaitu serakah membaca! Seolah-olah ada perasaan berdosa yang menyelinap dalam dirinya jika sampai membiarkan bacaan apapun menganggur (Mini Biografi dalam Buku MHMMD, karya Marwah D. Ibrahim).

“Membaca dan menulis itu seperti bernafas. Ada saat menghebus dan menarik. Menghembus berarti kita menulis, dan menarik berarti saat kita mencari informasi dari buku.”
Dewi dee Lestari, penyanyi dan novelis, Supernova dalam Home Library, Edisi1/III,2007,Gramedia)

Mau Tahu seberapa besar kemampuan kamu membaca ?

Baca dan beli bukunya :

Quick Reading melejitkan DNA

Harga : 38.000

Sudah bisa diperoleh di : Gramedia, Gunung agung, Togamas, Rumah buku, BBC Palasari, Balubur, Suci,Giant,Cimahi, TB. Lubuk Agung dan toko terdekat di kota Anda.

Previous Older Entries

%d blogger menyukai ini: