MEMBANGUN KARAKTER PROFESIONAL


Judul Buku : MEMBANGUN KARAKTER PROFESIONAL
Penulis : Rahayu S Purnami
Penerbit : Simbiosa Rekatama Media
Harga : Rp …………………….

Sinopsis Buku :
Pada awalnya kita terlahir dengan potensi yang sangat luar biasa. Sebagai manusia yang terlahir dengan derajat jauh lebih tinggi dibanding dengan makhluk yang lainnya. Namun dalam perjalanan hidupnya menjadi malas, enggan membaca, berhenti belajar karena menganggap belajar hanya di institusi formal, menunda-nunda, rakus, egois, susah bekerjasama, sibuk dengan mencari kekurangan orang lain, boros, mau menang sendiri, suka mengeluh, mudah putus asa, senang kalau melihat orang lain sengsara, sedih kalau melihat orang lain senang, merasa kurang terus, mengikuti hawa nafsu, mengejar jabatan dengan menghalalkan segala cara termasuk ketenaran dan kekayaan, merasa pintar, mencari dan mengambil jalan pintas tanpa bersedia menjalani proses, berfikir hanya untuk jangka pendek saja. Apabila perilaku-perilaku tersebut berulang-ulang akhirnya akan menjadi kebiasaan dan apabila dikerjakan secara terus menerus akan menjadi karakter yang melekat pada diri seseorang. Hasil akhirnya adalah semakin tua kualitasnya justru semakin menurun. Apakah orang seperti itu ada?

Bayi yang sangat lemah namun memiliki kekuatan yang sangat dahsyat, potensi dan kecerdasan yang siap untuk diasah dan dimanfaatkan serta dioptimalkan. Seiring bertambahnya usia, ia senantiasa mengasah kepekaan dan kepedulian kepada lingkungan dan sesamanya, menambah ilmu, berlatih, menambah wawasan, mencoba hal –hal yang baru, membantu orang lain, pantang mengeluh, bangkit dari kejatuhan, bekerjasama dengan orang lain, rendah hati, memiliki mentalitas yang berkelimpahan, melayani, amanah, pantang menunda-nunda, adil, menahan hawa nafsu, pantang menyakiti orang lain. Walaupun bisa jadi secara materiil tidak begitu menonjol tapi secara kualitas manusia semakin membaik. Semakin tenang dan bersungguh-sungguh menjalani hidup ini sebagai sarana mengumpulkan bekal yang sebanyak-banyaknya untuk perjalanan kehidupan selanjutnya. Kehadirannya senantiasa membawa kemanfaatan. Walau secara fisik semakin menurun kualitasnya namun secara ruhani semakin indah pribadinya, semakin menjadi orang besar.

DIAGNOSA

Kualitas bangsa tentu tidak terlepas dari kualitas individu rakyatnya baik sebagai rakyat maupun pemimpin. Menurut saya, dari hasil mengamati dan berpikir ada tujuh hal besar yang menjadi penyebab dan membutuhkan kerja keras untuk mengatasinya secara menyeluruh mengapa kita tidak segera “tinggal landas” seperti jargon yang sangat terkenal di era orde baru tapi justru “tinggal di landasan”, bukan hanya jalan ditempat bahkan justru mengalami kemunduran.

1. Kurang percaya diri

Mentalitas ini ditandai dengan tidak bangga pada hasil karya sendiri. Bagaimana bisa meyakinkan orang lain kalau dengan dirinya sendiri saja tidak yakin. Mudah heran dan terkagum-kagum dengan produk buatan orang lain. Sangat bangga kalau mengatakan barang yang dipakai adalah “luar punya” bukan buatan sendiri. Kurang berani tampil beda, artinya senang mengikuti tren. Saya teringat di salah satu pidato Bung Karno, beliau menyampaikan supaya kita bisa menjadi seperti burung elang, walaupun sendirian dia berani terbang mengangkasa dengan gagah berani. Jangan seperti bebek yang kesana-kemari harus selalu bersama-sama, makanya kemudian muncul istilah ”membebek” untuk menggambarkan orang yang harus selalu bersama-sama tidak berani sendirian. Yang lebih berbahaya adalah biasanya bebek-bebek tersebut ada yang menggembalakan, kesana kemari mengikuti instruksi dari penggembala. Apa jadinya bila hidup kita harus senantiasa dikendalikan oleh orang lain dan harus menunggu orang lain untuk memiliki keberanian melakukan tindakan. Kurang percaya diri ini juga akhirnya mengarah pada kecenderungan percaya kepada mistis untuk meningkatkan kepercayaan diri.

2. Tidak berpikir jangka panjang

Berpikirnya bersifat jangka pendek. Instan, cepat saji. Berpikir hanya untuk dirinya sendiri. Enggan bermimpi, enggan mencoba berkreasi, enggan menjalani proses terlebih yang bersifat jangka panjang alias malas. Enggan memikirkan dampak jangka panjang dari tindakan yang diambil sehingga tanpa disadari menghasilkan kerugian dan kerusakan tidak hanya untuk jangka pendek tapi juga jangka panjang. Ingin segera menikmati, cepat bersenang-senang, berpesta dan memiliki simbol-simbol kemewahan. Dalam sebuah riwayat diceritakan seorang bapak tua sedang menanam biji kurma, orang yang sedang lewat menertawakan, untuk apa menanam pohon sedangkan hidupnya hanya tinggal sementara dan tidak akan sempat menikmati hasilnya. Orang tua tersebut menjawab kalau saya tidak bisa menikmati, generasi selanjutnya yang akan menikmati. Apabila kita perhatikan hukum alam bercocok tanam, dari menabur biji hingga berbuah untuk siap dinikmati, tanaman membutuhkan waktu. Bahkan buah yang matang di pohon akan jauh lebih enak rasanya daripada hasil peraman, walaupun waktunya lebih cepat. Apabila diperhatikan makanan yang cepat saji seringkali gizinya pun sangat rendah bahkan dalam jangka panjang bersifat merusak. Lebih menyukai membeli daripada membuat. Lebih bangga ”konsumtif” padahal seperti yang saya baca di buku membangun karakter bank Indonesia, orang yang konsumtif adalah orang yang tidak memiliki karakter.

3. Kurang memiliki kesatuan tindakan yang penuh keberanian.

Tidak membentuk barisan yang kokoh dalam melangkah, bergerak masing-masing. Ingin menjadi pahlawan. Semua ingin menjadi pemimpin padahal ibarat pasukan pasti ada pemimpin dan yang dipimpin. Keburukan yang terorganisir akan lebih berhasil dibandingkan dengan kebaikan yang tidak terorganisir.

4. Cepat merasa puas.

Mentalitas seperti ini terlihat pada keengganan untuk melakukan perbaikan yang bersifat terus menerus baik dalam hal keilmuan maupun proses. Dalam istilah manajemen disebutkan continuous improvement, continuous learning. Adanya kecenderungan tidak mau beranjak dari comfort zone. Tidak mau menantang diri sendiri untuk menghasilkan yang lebih baik.

5. Hilangnya rasa malu.

Tidak Malu melihat orang lain sengsara. Tidak Malu melihat orang lain tertindas. Tidak Malu menerima lebih dari yang diusahakan. Tidak Malu memanfaatkan fasilitas umum untuk kepentingan sendiri. Tidak Malu kalau tidak memberikan dan melakukan yang terbaik. Tidak Malu berhutang apalagi untuk digunakan bersenang-senang.

6. Melunturnya kepekaan dan kepedulian

Apabila ada yang berpendapat bahwa masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan egois sepertinya disebabkan karena :

• Anggapan bahwa kita boleh berbagi kalau kita sudah cukup atau telah berlebihan. Sehingga ukurannya menjadi tidak jelas dan menjadi semacam excuse. Bagaimana saya mau menolong kalau diri sendiri saja masih kurang. Padahal ukuran cukup disini tidak ada ukuran yang jelas, cukup menurut si A belum tentu cukup menurut si B.
• Mentalitas berkekurangan scarsity mentalism. Merasa kurang sehingga enggan atau sayang untuk berbagi.
• Adanya anggapan bahwa dia sudah bekerja keras untuk memperjuangkan hasil yang diperolehnya sehingga menjadi teramat sayang untuk dibagikan.
• Kekhawatiran akan masa depan sehingga menimbun berlebihan supaya tidak kekurangan di masa yang akan datang.

7. Ambivalensi tradisional dan profesional

Di satu pihak kita menuntut profesionalisme, namun di pihak lain unsur tradisi masih dipegang. Seperti dalam pemberian parsel yang jumlahnya sudah tidak wajar, secara tradisi itu merupakan bentuk ucapan terimakasih dan penghormatan, namun secara profesional hal tersebut bisa dianggap ada unsur korupsinya. Atau dalam pengangkatan pemimpin yang menghormati senioritas sedangkan dalam hal kemampuan sangat tidak mendukung.

MEMBANGUN KARAKTER PROFESIONAL
Identitas sebagai seorang “profesional” merupakan identitas baru yang diinginkan melekat pada diri seseorang setelah menyelesaikan serangkaian tahap belajar. Siapakah seorang “profesional” ini? Menurut Wikipedia, seorang profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya. Orang tersebut juga merupakan anggota suatu entitas atau organisasi yang didirikan sesuai dengan hukum di sebuah negara atau wilayah. Meskipun begitu, seringkali seseorang yang merupakan ahli dalam suatu bidang juga disebut “profesional” dalam bidangnya meskipun bukan merupakan anggota sebuah entitas yang didirikan dengan sah. Sebagai contoh, dalam dunia olahraga terdapat olahragawan profesional yang merupakan kebalikan dari olahragawan amatir yang bukan berpartisipasi dalam sebuah turnamen/kompetisi demi uang.

Mau tahu lebih lengkapnya ????
Hadirilah Talkshownya pada hari Sabtu 07 Agustus 2010 jam 12.30 s.d 15.00 di Landmark Convention hall Jl. Braga No. 129 Bandung. Acaranya Gratis dengan registrasi peserta caranya :
Ketik : PBB # Nama # Profesi # Instansi

ke 022-76697476

Catatan : Tempat sangat terbatas.

Iklan

WAKAF PRODUKTIF


Bagaimana Wakaf agar produktif ?

Wakaf didayagunakan dan hasilnya yang disedekahkan. ”Keabadian” atau ”kekekalan” benda wakaf harus senantiasa terjaga; oleh karena itu, dalam wakaf uang, uang yang diwakafkan harus dijadikan modal (ra’s al-mal); yang diterima oleh pihak-pihak yang berhak adalah hasilnya; hasil usaha yang modalnya berasal dari benda wakaf.

Dibandingkan dengan peraturan perundang-undangan sebelumnya, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 memiliki kelebihan karena mengatur peruntukan wakaf secara eksplisit. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1977 tentang Perwaakafan Tanah Milik ditetapkan bahwa fungsi wakaf adalah mengekalkan manfaat benda wakaf sesuai dengan tujuan wakaf. Ketentuan yang persis sama juga terdapat dalam Kompilasi Hukum Islam.
Dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 ditetapkan bahwa dalam rangka mencapai tujuan dan funngsi wakaf, harta benda wakaf hanya dapat diperuntukan bagi:
1. Sarana dan kegiatan ibadah.
2. Sarana dan kegiatan pendidikan serta kesehatan.
3. Bantuan kepada fakir miskin, anak terlantar,yatim piatu, bea siswa.
4. Kemajuan dan peningkatan ekonomi umat.
5. Kemajuan kesejahteraan umum lainnya yang tidak bertentangan dengan syariah dan peraturan perundang-undangan.
Selanjutnya dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 diatur mengenai waktu dan pihak yang dapat menentukan peruntukan benda wakaf. Pertama, pihak yang berhak menentukan peruntukan benda wakaf adalah nazhir pada saat ikrar pelaksanaan wakaf di hadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf; dan kedua, nazhir dapat menetapkan peruntukan harta benda wakaf yang dilakukan sesuai dengan tujuan dan fungsi wakaf apabila wakif tidak menentukan peruntukan benda wakaf.
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 ditetapkan mengenai kewajiban-kewajiban nazhir. Ketentuan-ketentuan tersebut pada dasarnya merupakan penguatan terhadap ketentuan yang telah ada dalam Undang-Undang Wakaf. Dalam Peraturan Pemerintah ditetapkan bahwa: pertama, nazhir berkewajiban mengadministrasikan, mengelola, mengembangkan, mengawasi, dan melindungi harta benda wakaf; dan kedua, nazhir berkewajiban membuat laporan secara berkala kepada Menteri Agama dan Badan Wakaf Indonesia mengenai kegiatan yang berkaitan dengan kewajiban-kewajibannya sebagai nazhir (mengadministrasikan, mengelola, mengembangkan, mengawasi, dan melindungi harta benda wakaf).
Kewajiban nazhir juga diulangi (ditegaskan ualang) dalam Bab V (Pengelolaan dan Pengmbangan) Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006. Dalam bab tersebut ditetapkan bahwa: pertama, nazhir wajib mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan peruntukan yang tercantum dalam Akta Ikrar Wakaf; dan kedua, nazhir dibolehkan bekerjasama (sesuai dengan prinsip syari‘ah) dengan pihak lain dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf untuk memajukan kesejahteraan umum.
Dalam Peraturan Pemerintah juga ditetapkan mengenai pengelolaan benda wakaf yang berasal dari warga atau organisasi asing. Pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf dari perorangan warga negara asing, organisasi asing, dan (atau, pen) badan hukum asing yang berskala nasional dan internasional, serta harta benda wakaf yang terlantar, dilakukan oleh Badan Wakaf Indonesia. Di samping itu, pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf harus berpedoman pada peraturan Badan Wakaf Indonesia.
Dalam Penjelesan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 ditetapkan bahwa pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf dilakukan secara produktif antara lain dengan cara pengumpulan, investasi, penanaman modal, produksi, kemitraan, perdagangan, agrobisnis, pertambangan, perindustrian, pengembangan teknologi, pembangunan gedung, apartemen, rumah susun, pasar swalayan, peretokoan, perkantoran, sarana pendidikan ataupun sarana kesehatan dan usaha-usaha yang tidak bertentangan dengan syariah.
Pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf uang dilakukan dengan: pertama, benda wakaf uang hanya dapat dilakukan melalui investasi pada produk-produk Lembaga Keuangan Syari‘ah atau instrument keuangan syariah; kedua, nazhir hanya dapat mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf uang pada Lembaga Keuangan Syari‘ah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU) dalam jangka waktu tertentu apabila Lembaga Keuangan Syari‘ah Penerima Wakaf Uang menerima wakaf uang untuk jangka waktu tertentu; ketiga, pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf uang yang dilakukan pada bank syariah harus mengikuti program lembaga penjamin simpanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan; dan keempat, pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf uang yang dilakukan dalam bentuk investasi di luar bank harus diasuransikan pada asuransi syariah.

pengelolaan tanah wakaf yang memiliki dua kegiatan: 1) kegiatan pokok; dan 2) kegiatan penunjang. Menurut hasil penelitian Rachmat Djatnika dan kawan-kawan (tahun 1999-2000), tanah wakaf di Bandung Jawa Barat yang pengelolaannya agak profesional disederhakan menjadi tiga model kegiatan pokok; 1) lembaga pendidikan; 2) masjid; dan 3) layanan kesehatan. Di samping itu, hasil penelitian Djatnika dan kawan-kawan juga dilengkapi dengan informasi yang didapat mengenai pendayagunaan wakaf yang termasuk terbaik di Asia Tenggara, yaitu wakaf di Pondok Modern Gontor Ponorogo. Hasil Penelitian Djatnika diurai ulang secara ringkas setelah penjelasan pendayagunaan wakaf di Pondok Modern Gontor.

1. Pondok Modern Darussalam Gontor
Salah satu lembaga pendidikan tertua dan konsisten menjalankan fungsi utamanya dalam menyiapkan kader ilmuan muslim adalah Pondok Pesantren Gontor. Alumninya tersebar di mana-mana dan banyak yang sudah menjadi ulama (kyai), pemimpin organisasi masa Islam, politisi, akademisi, pengusaha, dan yang lainnya. Oleh karena itu, wajar jika pondok Modern Darusslaam Gontor dianggap sebagai selah satu pesantren yang terbaik dalam mengelola harta wakaf.
Wakaf adalah salah satu instrumen yang memberikan kontrubusi besar bagi kelangsungan pendidikan agama (keagamaan) bagi pondok Modern Darusslaam Gontor, terutama wakaf tanah yang luas dan tersebar di berbagai tempat.
Tanah wakaf di Gontor yang dikelola oleh pihak Pesantren memiliki dua jenis pendayagunaan: 1) pendayagunaan pokok; dan 2) pendayagunaan penunjang/pengembangan. Sebagai pesantren, kegiatan utamanya adalah menyelenggarakan pendidikan Islam dari tingkat yang paling rendah (dasar) hingga pendidikan tinggi (Perguruan Tinggi). Sedangkan kegiatan pengembangan antara lain berupa kegiatan ekonomi/bisnis yang hasilnya didayagunakan untuk kemajuan pesantren tersebut.

Dalam rangka menjaga harta wakaf secara seimbang dengan pemanfaatan atau pendayagunannya, maka akta ikrar wakaf yang mencantumkan peruntukan wakaf tidak ditulis secara kaku. Peruntukan wakaf dapat disertai dengan kata/kalimat lain yang membuat pengelolaan wakaf berjalan secara dinamis. Tentu saja, yang berperan adalah Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW). Misalnya, dalam kolom peruntukan ditulis: ”untuk mendirikan masjid dan fasilitas pendukungnya;” ”untuk penyelenggaraan pendidikan Islam dan fasilitas pendukungnya; atau ”untuk pelayanan kesehatan/rumah sakit serta fasilitas pendukungnya.
Hasil penelitian Djatnika dan kawan-kawan menunjukan bahwa wakaf yang cenderung produktif karena dalam pengelolaan wakaf terdapat: 1) peruntukan yang pokok (mondial); dan 2) peruntukan yang bersifat pendukung atau sertaan; seperti wakaf untuk layanan kesehatan, maka didirikanlah Rumah Sakit al-Islam Bandung; sebagai pelengkapnya, rumah sakit tersebut menyelenggarakan pendidikan yang berkenaan dengan kesehatan, seperti manajemen rumah sakit, dan lain-lain.

Mau tahu lebih banyak lagi ????

Baca Bukunya : Wakaf Produktif

Harga : 50.000

Buku dapat diperoleh di : Gramedia, Gunung agung, Kurnia agung, Lubuk agung, BBC Group, Togamas dan toko-toko buku terdekat di kota anda.

AL-QURANKU KEREEN ( BUKU REMAJA )


REFLEKSI
SERI AL-QURANKU KEREN
Karya Bambang Q-Anees

SK DIRJEN PENDIS NO.D.J.I/375/2009

Sebagai buku pengayaan akhlak dan Aqidah bagi pelajar mulai SD s/d SMA

Tersedia di Gramedia, Gunung Agung, BBC Palasari, Togamas, Paung Bona,Kurnia Agung dan toko-toko buku terdekat di kota anda.

Buku Seri Al-Quranku Keren adalah buku yang menawarkan cara pembacaan Al-Quran secara lebih santai, menggunakan bahasa remaja, dialogis, dan menggunakan model. Memang buku ini mirip dengan sebuah novel, memiliki tokoh utama (Hagia) yang berguru mengaji pada seorang ustadz (Pak Mursyid). Hagia adalah anak SMA biasa, tidak memiliki kehebatan kecuali kemauannya untuk terus bertanya dan gigih pulang pergi ke rumah gurunya itu. Dalam kisah ini, Hagia adalah murid tunggal dari Pak Mursyid.

Cara penceritaan Pak Mursyid dalam buku Seri Al-Quranku Keren ini dapt menjadi model cara pendidikan karakter (akhlak) berbasis Al-Quran. Pak Mursyid, dalam buku ini, diceritakan sebagai orang yang sabar, penuh senyum, dan tidak memaksakan pendapatnya. Kadangkala Hagia dibiarkan berpikir liar dalam memahami Al-Quran, namun secara perlahan, Pak Mursyid membimbingnya sampai Hagia tersadar akan kesalahannya sendiri dan berniat mengubah perilakunya secara sukarela.

AL-INSYIRAH

 SURAT KELUHAN DARI TEMAN

Hagia menatap surat itu. Nggak percaya. Hagia bahkan mencubit-cubit tangannya, siapa tahu semua ini hanya mimpi. “Auh !” ia merasa sakit. Bukan mimpi rupanya. Ini nyata, gadis yang sering satu angkot dengannya yang mengirim surat ini. Wah…ini sih bukan kejatuhan rembulan lagi namanya, tapi kejatuhan matahari.

“Maukah kau menjadi temanku ? Maukah kau mendengarkan keluhanku, aku benar-benar tertekan. Ada banyak yang ingin aku muntahkan sebelum semuanya berantakan. Please, kamulah satu-satunya harapan.” Demikian sebagian isi surat itu.

Siapakah gadis yang berkirim surat itu ? Masalah apakah yang sedang dihadapinya ? Bisakah Hagia membantunya memecahkan masalahnya itu ? Mengapa Pak Mursyid menyuruh Hagia membaca Surat Al Insyirah ketika ia mengeluhkan masalah Surat itu ? Temukan jawabannya pada Buku Seri Al Quranku Keren Al Insyirah ini.

Prinsip Nilai yang bisa dipetik dari buku ini :

• Kemarahan, kesusahan, kegagalan, dan keburukan lainnya bermula dari cara pandang yang salah, perbaiki cara pandang maka semuanya akan berubah
• Yakinlah pada cara pandang Al-Quran bahwa Allah menawarkan 2 kemudahan bagi setiap kesusahan yang telah dihadapi dengan sabar dan syukur.
• Kegagalan atau kesusahan disebabkan beban pikiran/pekerjaan yang terlalu menumpuk.
• Yakinlah pada cara pandang Al-Quran, kerjakan segala sesuatu secara bertahap, jangan memikirkan pekerjaan yang akan datang bila pekerjaan yang ada dihadapan belum selesai.
• Hasil dari setiap usaha (mendapat pujian atau cercaan) bergantung pada cara kita memasrahkan seluruh pekerjaan pada Tuhan.

Komentar Pembaca :

• “Ya ampun…gak nyangka banget ternyata isi Al Quran bisa dijadiin cerita yang seru banget. Bahasanya yang ringan pas banget dibaca bwat remaja, trus banyak banget deh contoh kehidupan sehari-hari yang bisa qta dapetin dari buku ini.” (Biadara, Kelas 9D SMPN 28 Bandung)
• “Subhanallah… buku ini bener-bener bagus. TOP BGT. Bikin kita ngerti makna dari setiap ayat Al-Insyirah. Bener-bener keren!”(Nithy, KElas 3 IPS-1, SMAN 20 Bandung)
• Ceritanya, gaya bahasanya, dan isinya bener-bener nyentuh kalbu gw. Pokonya buku ini gw banget deh!! Sukses dah buat buku ini.” (Esa Mahira, Kelas XI IPA-4 SMAT Krida Nusantara Bandung)
• “Ternyata kita bisa belajar banyak banget dari hanya sebagian kecil ayat-ayat Al Quran! Buku ini cool abiz! Bahasanya ringan en gak bikin pusing… Pokonya salut deh buat penulisnya!!” (Reni Armanita, Kelas X-9 SMAN 3 Bandung)
• “Its fresh! I learnt another important thing ‘bout dealing with this life. Ringan tapi meaningful. Buku ini ibarat nyomblangin kita ama Al-Quran, karena kita diliatin bahwa Al-Quran tuh deket n sayang banget ama kita.” (Uphie, SR ITB 2005 Bandung)

AN-NAS

ADA SISWA SMA KESURUPAN

Hagia menghentikan wudunya, bulu kuduknya mendadak merinding. Dua hari yang lalu, di sekolahnya ada peristiwa heboh. Anak-anak perempuan menjerit-jerit, meronta-ronta, mengeluarkan sumpah serapah. Saat itu ia berkomentar iseng, kegenitan banget sih tu cewek, tapi ternyata yang terjadi bukanlah kegenitan. Anak-anak perempuan jadi nggak terkendali, mereka yang meronta-ronta nggak bisa lagi dikendalikan.
Mereka….”KESURUPAN…!!!” Entah siapa yang memulai teriakan itu, namun teriakan itu membuat semua orang jadi menyadari apa yang sedang terjadi…rasa takut semakin menjalar ke tengkuk semua siswa.

“Kenapa ada orang yang kesurupan?” “Apakah memang kesurupan itu ada?” tanya Hagia kepada Pak Mursyid.

Kenapa ada orang yang kesurupan? Apakah memang kesurupan itu ada? Apa yang bisa menyebabkan orang kesurupan? Simak ulasannya dalam buku ini!

Prinsip Nilai yang bisa dipetik dari buku ini :

• Pada diri manusia ada dorongan untuk menyerah sebelum berusaha, mengalah sebelum mencoba, malu, dst; yang dapat diungkit dengan keyakinan bahwa Allah punya rencana besar atas penciptaan setiap individu.
• Kesurupan terjadi karena kita menginginkannya, yaitu dengan meletakkan diri lebih rendah daripada jin dan setan.
• Tak ada yang bisa mengganggu kita (baik jin atau manusia) kecuali kita memberinya peluang untuk mengganggu.

Komentar Pembaca :

• “Buku ini bagus banget, soalnya isinya berguna dan bikin saya lebih ngerti tentang Surat An-Nas yang maknanya ternyata dalem banget!!” (Aqmarina Septiani, Kelas 9 A SMPN 7, Bandung)
• “Subhanallah, bagus. Ternyata satu surat saja bisa membahas lebih dalam. Cara penyajiannya pun dengan bentuk dialog, bagus sekali!” (Iman Kurniawan, KElas XII Agama/ Ketua Rohis MAN I 2 Bandung)
• “Buku in bagus banget. Buku ini bikin saya berusaha untuk bener-bener berlindung dar syarr, juga bikin saya heran, ternyata di balik surat An-Nas, ada isi yang sangat penting banget. Pokoknya buku ini keren!” (Dini Lestari,Mega Rahmawati Kelas XI IPA 7, SMAN 3 Bandung)
• ”AN-NAS, surat pendek yang pastinya sering hadir dalam salat-salat kita, dari anak kecil ampe orang tua. Tapi mungkin banyak yang belum tau kekuatan dahsyat apa yang terkandung di dalamnya. Ternyata maknanya nggak sesederhana terjemahannya. Makanya, baca aja buku ini!” (RIZKI, Farmasi ITB, 2003 Bandung)
• “Awal Al-Quran telah menyatakan bahwa dia tidak boleh diragukan (Al-BAqarah : 2). Akhir Al-Quran menuntut kita untuk memohon perlindungan kepada Allah dari sikap was-was (ragu-ragu) (An-Nas:4). Uraian An-Nas dalam berbagai kajian sangat langka. Karena itu buku ini sangat penting untuk kita, terutama untuk remaja Islam. Silahkan pelajari!” (BAHRUL HAYAT, Guru Agama Islam MAN I Bandung, Pembina Gabungan Remaja Islam (GARIS) Bandung-

AL-‘ALAQ

GENERASI NOL BUKU

Hei…ternyata Indonesia pada tahun 1943-2005 memiliki prestasi nggak tertandingi : NOL BUKU. Anak-anak sekolah di negeri ini nggak pernah baca buku? Padahal pada saat sebelumnya, pada saat negeri ini masih dijajah Belanda siswa-siswa SMA diwajibkan baca buku antara 15-25 buk setiap tahunnya.
“Bagaimana , apakah kamu juga berada di “Nol Buku” itu, Tanya Pak Mursyid.
Hagia nggak menjawab, kepalanya mengangguk. Diam-diam ia merenung. Sebenarnya sih nggak nol buku. Tapi, kalau dihitung antara waktu membaca dan menonton pastilah lebih banyak menonton atau main Play Station.
“Inilah kelalaian umat Islam yang paling besar,” seru Pak Mursyid, “kita kehilangan modal terbesar. Kamu tahu anakku, membaca adalah modal utama orang beriman. Begitu umat Islam malas membaca, maka keimanannya menjadi kacau balau, mudah diadu domba dan dikorbankan. Sekali lagi, kelalaian kita yang terutama adalah melupakan kewajiban membaca!”
Simak terus uraian Pak Mursyid mengenai kewajiban membaca ini di buku Al-Alaq ini.

Prinsip Nilai yang bisa dipetik dari buku ini :

• Membaca adalah menghimpun makna, menggabungkan seluruh pengetahuan dan pengalaman untuk mendapatkan pemahaman baru dari apa pun yang dibaca. Objek yang dibaca bukan hanya buku, melainkan kehidupan.
• Membaca adalah menghubungkan diri dengan seluruh alam semesta dan Tuhan.
• Membaca adalah meyakini bahwa semua yang ada berasal dari hal yang sederhana.
• Membaca merupakan syarat awal kebaikan dan perbaikan karakter.

Komentar Pembaca :

• “Bahasanya mudah dimengerti dan ceritanya perfect banget. Bener-bener nyentuh kalbu gw. Sukses dech buat buku ini. Selamat untuk penulisnya, semoga terus berkarya dan menghasilkan buku-buku bermutu.“(Egi Mahira Irham, Kelas VIII A, SMP Taruna Bakti Bandung)
• “Isinya berbobot yang dkemas dalam bahasa simple dan interaktif merupakan nilai tambah bagi buku ini. Buku yang menarik di zaman sekarang, memberikan andil yang besar untuk meningkatkan semangat membaca bagi remaja!” (Ari Sanjaya, Kelas XI IPS, SMAN 3 Bandung)
• “Buku ini membangkitkan semangat membaca, bikin kita ngeh ama pentingnya membaca. Diulas berdasarkan sudut pandang islam, jadi nambah pengetahuan n beda!” (Alia Nur Dwirahmani, Kelas XF, SMAN 70 Jakarta).
• “Wow…sangat menarik! Buku ini membahas Surat Al-Alaq dengan cara yang unik! Sederhana, dengan gaya bahasa yang khas, tapi juga sarat makna dan tepat sasaran! Saya bener-bener nggak nyangka kalo ‘membaca’ adalah kegiatan menyenangkan yang tak terbatas ruang dan waktu! Sudah saatnya kita bangun dan mencetak sejarah baru tentang kejayaan Islam.” (Susan, Fakultas Kedokteran UNISBA, 2006)

Metode dialog adalah metode yang kerap digunakan Pak Mursyid. Dengan keterampilannya untuk mendengarkan apapun komentar Hagia (kadang-kadang Hagia mengaitkan makna Al-Quran dengan pengalaman hidup atau pengalaman bacanya, bahkan dengan kondisi teman perempuan Hagia, yaitu Sophia). Pak Mursyid kadang-kadang mau berlama-lama mendengarkan apa pun pendapat Hagia, apapun komentar Hagia, lalu dengan sabar ia menunjukkan kesalahan berpikir muridnya itu seraya mengantarkannya pada pola berpikir atau prinsip nilai Al-Quran.

Serial ini telah terbit dalam 10 jilid, masing-masing jilid mengemukakan satu nama surat. Kesepuluh jilid itu adalah :

AL-‘ASHR

JAGALAH WAKTU LUANGMU !

Besok Sophia ulang tahun. Hagia tiba-tiba gelisah memikirkan apa yang harus diberikan pada Sophia sebagai hadiah ultah.
Iseng-iseng Hagia memencet tombol televisi,…sampai pada sebuah channel yang menayangkan gambar seorang remaja di tengah lingkaran jam, kuis. Hagia menghentikan pencarian channel televisi. Ia ingin melihat kuis itu. Jarum kecil pada jam berputar, peserta mencoba menjawab pertanyaan demi pertanyaan. “Apakah yang ketika kamu mendapatkannya, kamu sebenarnya kehilangan dia ?” tanya pembawa acara kuis. “Pass” kata anak itu tidak bisa menjawab..
“Apakah yang kamu mendapatkannya, kamu sebenarnya kehilangan dia, adalah umur atau waktu”, jelas pembawa acara kuis pada akhir acara.
“Waktu memang seperti itu, misterius!” kata Pak Mursyid. “Maksudnya gimana, pak? Tanya Hagia. Temukan jawabannya di buku ini !

Prinsip Nilai yang bisa dipetik dari buku ini:

• Bila semuanya sudah terlambat, kita akan menyesal dan sesal itu tak bisa memperbaiki lagi apa yang sudah berlalu.
• Isilah waktu dengan pekerjaan yang penting dan urgent.
• Orang yang terus-menerus saling sabar dan menyebarkan kebenaran akan mendapatkan waktu yang luang (seberapapun sempitnya waktu yang dimiliki)
• Manusia adalah makhluk yang terus menerus berubah, manusia akan berubah menjadi merugi, kecuali terus memelihara iaman dan beramal saleh.

Komentar Pembaca :

• “Wah … salut deh bwat buku ini !! Emang bener, setiap surat, bahkan setiap ayat, ternyata memiliki seribu makna yang luar biasa. Pokoknya aq ngerasa banyaaakk…banget manfaat yang aq dapetin setelah baca buku ini. Ditunggu ya…buku yang ngebahas surat-surat lainnya!! (Laila Amalina, Kelas 8B SMPN 14, Bandung)
• “Buku ini keren banget…Buku ini bikin kita sadar bahwa waktu itu penting ‘n sering banget kita sia-siain” (Dini Lestari, Kelas X-1, SMAN 5 Bandung)
• “Dari buku ini, saya tau kalo hidup kita ini digambarkan seperti lilin, yang lama kelamaan pasti bakal habis. Dan kita diajarkan untuk tidak membuang –buang waktu untuk hal-hal yang sia-sia. Wajib deh baca buku ini!” (Raya, Kelas XI IPA 7, SMAN 2 Bandung)
• “Salut buat penulisnya. Jadi gampang en mudah ngerti apa yang disampaikan dalam Al Quran. Kita jadi makin seneng en bangga ama Al Quran kita. Emang Al Quran itu sumber segala ilmu!” (Bana, Kelas X IPS, Al Istiqomah, Sukabumi)
• “Pokoknya amazing!! Wajib deh baca buku ini, karena banyak pelajaran yang bisa diambil. Nggak Cuma hafal Al ‘Ashr aja, tapi juga tau makna dan cara mengamalkannya. Kita jadi ngerti bahwa setiap detik yang dilewati oleh seorang muslim untuk hal yang baik itu sebenarnya adalah kebajikan.” (M. Ekazakki Kurnia, Kelas XII IPS 2, SMAN 23, Bandung)
• “AJAIB! That’z my first sight ‘bout thiz book! Mulai dari prolognya dan kerasa hebatnya buku Al ‘Ashr ini. Esensinya jelas banget! 2 izi 2 understand, anak kecil juga ngerti.” (Jepf. Biologi, STIH ITB 2005, Bandung)

AL-FALAQ

KETIKA BENCANA MENGGUNCANGMU !

Hagia sedang menonton TV. Ia melihat jalanan aspal yang retak, bangunan runtuh, beberapa candi retak, dan orang-orang yang menangis menemukan sanak saudaranya yang meninggal dunia. Bahkan ada anak kecil yang luka-luka dan kedinginan nggak terawat. Iihhh serem….pikir Hagia.

Hagia merinding membayangkan dirinya terkena bencana seperti itu. Ia masih tidur, dan tiba-tiba saja bumi bergoyang lalu rumah runtuh menimpa tubuhnya yang masih lelap tertidur. Hii… pasti seluruh tubuh akan patah, berdarah, dan luka yang menyakitkan.”Kenapa ada bencana yaa…?” tiba-tiba Hagia menggumamkan pertanyaan ini. “Kenapa Tuhan membiarkan ada bencana?” Hagia bertekad akan menanyakan masalah ini pada Pak Mursyid sore ini.

Kenapa ada bencana? Kenapa Tuhan membiarkan ada bencana? Simak jawabannya di buku ini!

Prinsip Nilai yang bisa dipetik dari buku ini:

• Walaupun dunia ini dipenuhi bahaya dan penyakit, namun Tuhan memberikan cara-cara dan peralatan pada manusia untuk bisa menghadapinya.
• Bahaya dan penyakit terutama berasal dari hati yang iri dengki dan ketakutan. Begitu kita takut, maka kejahatan dan penyakit dari luar diri akan menguasai diri kita.
• Keinginan orang untuk memecahkan persahabatan berasal dari kedengkian dan akan berakhir bila dibalas dengan kasih sayang.

Komentar Pembaca :

• “Awalnya waktu baca buku ini, aku merasa kesindir sekali, soalnya aku memang penakut (sama seperti Hagia). Tapi ternyata setelah selesai aku baca buku ini, aku yakin aku nggak perlu takut lagi karena Allah yang Maha Memberi Perlndungan. Beruntung aku bisa baca buku sebagus ini, semoga bukan hanya untuk aku!” (Fakhrul Raz Kelas 8-4, SMPN 11, Bandung)
• “Bersama buku ini kita belajar untuk tdak menjad penakut dan kalah oleh rasa takut, dan juga kita harus percaya akan kebesaran Allah!” (Sholikhun Musyafa, Kelas x IPS, SMA Al-Ma’soem )
• “Abis baca uraian Al-Falaq ini, aku baru ngerti bahwa bwat ngelindungin diri, surat in bukan cumin buat sekadar dihafal n dibaca aja, tapi ternyata juga mesti dimengerti trus diterapin dalam sikap n langkahku sehari-hari. Buku ini bener-bener ngasih pencerahan bwatku. Aku akan tunggu semua seri buku ini sampe lengkap bwat penuntun langkahku” (Rahma Widya, Kelas XI IPA, SMA Pribadi 5 Bandung)
• Buku ini membuat qta lebih memahami Al-Quran, bukan hanya artinya saja, tapi jadi lebih tau makna dan tujuan diturunkannya surat tersebut. Rugi banget buat temen-temen yang belum baca buku ini.” (Bubun Hidayat, Jurusan KEuangan & Perpajakan 2004, LPKIA Bandung)
• “Subhanallah, luar biasa tulisan-tulisan dalam buku ini mampu memberikan inspirasi bagaikan oase saat kita kehausan di gurun pasir yang sangat panas, khususnya bagi remaja, untuk menghadapi hidup ini dengan tenang, semangat, optimistis, sehingga hidup lebih bermakna, indah untuk dijalani dalam rida ilahi. Jadi, baca buku ini sangat disarankan! SElamat membaca!” (ISNEN MUNANDAR, S.Pdi, Guru Agama SMP-SMA Al-Ma’soem Rancaekek-Jatinangor)/

ADH-DHUHA

KULDESAK, Judul Kehidupan Remaja.

“Pernah dengar kata “Kuldesak” ? tanya Pak Mursyid pada Hagia. “Itu sih judul film”, pak !” ujar Hagia. “Tidak juga, kuldesak adalah judul kehidupan remaja. Kuldesak itu “jalan buntu”. Kamu berjalan di sebuah lorong panjang dan gelap. Di ujung sana ada seberkas cahaya, kamu selusuri jalan itu karena ada harapan bahwa lorong itu akan mengantar kamu keluar dari lorong gelap. Tapi setelah sampai pada ujung lorong, kamu menemukan jalan buntu. Tak ada jalan keluar. Cahaya itu ternyata dari lampu neon yang dipasang di dinding lorong. Kamu tertipu dan merasa sia-sia. Mau balik lagi, kamu sudah cape. Untuk meneruskan perjalanpun, kamu merasa tak berdaya, harus kemana lagi ?” ujar Pak Mursyid. “Apa kehidupan remaja seseram itu, Pak ?” tanya Hagia. “Ya”, jawab Pak Mursyid singkat.

Apakah jawaban singkat itu memuaskan Hagia ? Tentu saja tidak. Hagia akan meminta Pak Mursyid menjelaskan segalanya tentang “Kuldesak” termasuk bagaimana jalan keluarnya.

Prinsip Nilai yang bisa dipetik dari buku ini :

• Setiap individu terkait (berhutang budi atau membutuhkan) dengan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.
• Tidak semua kesusahan adalah hukuman, kesusahan adalah kesempatan kita untuk menyalurkan manfaat kepada yang membutuhkan.
• Memberikan bantuan kepada orang lain akan menghasilkan rasa percaya diri dan sikap optimis.
• Berilah bantuan kepada orang lain, namun katakan padanya, ”Balasan atas bantuan ini jangan berikan kepada saya, berikan pada 2 orang lain dan begitu seterusnya.”

Komentar Pembaca :

• “Subhanallah, saya belum pernah baca buku yang bener-bener ngebahas tentang ayat Quran, apalagi untuk remaja pula. Insya Allah abis baca buku ini saya akan lebih inget lagi ama Yang Maha Kuasa.” (Aldita, Kelas 3 H SMPN 7 Depok)
• “BACAANNYA GUE BANGET!! Seperti bercermin karena sering ngerasa kayak gitu. Trus kita juga bisa tau makna Surat Adh Dhuha. Pokoknya, buku ini top en bagus banget dech!” (Zi-a, kelas 7A SMPN 13 Bandung)
• “Buku ini menarik dan cocok untuk remaja. Isi dari buku ini juga cukup berbobot dan berhasil dikemas dengan bahasa remaja.” (Rudiharto, kelas 1B SMA Plus Muthahhari Bandung)
• “Terus terang aja, setelah saya baca buku ini, saya jadi ngerti akan pentingnya makna Surat Adh Dhuha. Karena penulisnya ngebahas dengan cara yang “BEDA BANGET” deh!” (Fajar, kelas 3 IPS I SMAN 1 Bandung)
• ”Ternyata Al Quran emang keren yaa… Bisa diterapin buat semua umur. Setelah baca ini, kita rasanya jadi lebih kenal diri sendiri.” (Abi, kelas XI-2 SMAN XI Bandung)

AL-IKHLASH

GENERASI ANAK AYAM

”Kenapa remaja bisa terjebak narkoba?“ tanya Hagia.
Itu pertanyaan yang bagus untuk memulai pembicaraan Surat Al-Ikhlash,” jawab Pak Murysid dengan tangkas. Untuk menjawab pertanyaanmu ini, mari kita pergi ke pasar.
”Kenapa harus ke pasar segala? Biasanya seluruh cerita tentang Al-Quran cukup disampaikan di dalam rumah, tetapi kenapa hari ini beliau mengajak ke Pasar?” Hagia bertanya-tanya dalam hatinya.
Ikuti pengalaman dan pelajaran berharga dari kunjungan Hagia ke Pasar bersama Pak Mursyid.

Prinsip Nilai yang bisa dipetik dari buku :

• Hanya Allah yang harus dibutuhkan karena hanya Allahlah yang tidak membutuhkan apa pun.
• Keikhlasan berarti melakukan tindakan murni, tanpa keinginan mendapatkan pujian dari siapa pun kecuali berdasarkan keyakinan bahwa Allah akan menolong.

Komentar Pembaca :

• “Dulu aku anti baca buku kayak gini. Abis kesannya nggak seru sih! Tapi setelah baca buku ini, ternyata berguna banget sebagai inspirasi. Yang awalnya aku tau Surat Al-Ikhlash cuma sebatas artinya aja, ternyata punya makna yang dalem banget. Pemikiranku berubah jadi lebih luas lagi. Pokoknya ga rugi deh!” (Vaskhia Viega S, Kelas XI 8B SMAN 3, Bandung)

• “Saya suka banget Al-Ikhlash, dari kecil …apalagi sekarang! Sesudah tau makna sebenernya dari Al-Ikhlash, saya makin suka deh! Buku ini penting banget dibaca para remaja sekarang…!” (Qatrinnadya P. Elvinaro, Kelas XII A-5 , SMAN 6 Bandung)

• “Abis gwa baca ini buku, ternyata gwa baru nemuin 2 kata simple, tapi complex banget artinya, yaitu ahad dan shamad. Persepsi gwa tentang buku ini yang cuma buat orang tua aja tuh ternyata salah. Gwa bisa ngerti juga koq, karena bahasanya nyantai, tapi isinya bisa ngebuka wawasan kita jadi lebih tentang apa itu Al-Quran. Rugi deh kalo kamu ampe nggak baca!” (Annisa Nuraini, Kelas XI A7, SMAN 8 Bandung)
• “Subhanallah…such a very good book, two thumbs up for the writer! Direkomendasiin banget buat orang-orang yang ingin lebih dekat sama Allah dan ingin tumbuh sebagai diri sendiri. Mau sukses? Be your self!”(Shafa, Fakultas Kedokteran UNPAD 2005)
• “Speechless banget baca buku ini. Surat sependek Al-Ikhlash ternyata punya makna yang luas sampe ke hal-hal yang kecil, yang kita anggap sepele. Begitu dikaji di sini, mata kita jadi terbuka lebih lebar ngeliat bahwa hal-hal kecil itu bisa jadi hal yang luar biasa istimewa.” (Mische I M, Fakultas Psikologi UNISBA 2006)

AL-KAFIRUN

AKU MALU

”Aku malu, hari ini aku benar-benar malu!. Ceritanya bermula dari kunjungan sekolahku ke sekolah kristen, biasa studi banding. Dari awal aku udah terkagum-kagum pada sekolah itu, bahkan udah minder duluan. Soalnya dari tahun ke tahun sekolah ini menghasilkan siswa-siswi dengan nilai ujian nasional yang bagus-bagus. Belum lagi kegiatan ekskulnya, sudah terkenal seantero jagat. Hanya beberapa kali saja sekolahku bisa mengimbangi prestasi mereka. Jadi pas menginjak halamannya, aku udah degdegan, membayangkan pertemuan dengan sekolah para juara, sekolah yang diminati dan bisa menghasilkan orang-orang jenius”, demikian catatan Hagia memulai buku ini. Apa yang membuat Hagia malu dengan teman barunya yang non muslim? Pada buku ini Hagia mendapat pengalaman dan pelajaran berharga terlibat kerjasama dengan orang non muslim membantu korban bencana alam. Apa saja? Baca aja deh buku Al-Kafirun ini.

Prinsip Nilai yang bisa dipetik dari buku ini:

• Keyakinan harus dinyatakan dalam tindakan, yaitu dengan bersikap tegas pada perbedaan tanpa harus melukainya.
• Bertoleransi berarti menghormati tanpa mencampurkan cara dan objek ibadah.

Komentar Pembaca :

• Buku ini bagus banget! Bisa bikin qt tw banyak hal tentang agama. Selain itu, bisa bikin qt jadi orang yang lebih baik n berbuat hal-hal yang positif. Aku nggak nyangka kalo surat ini punya banyak makna, padahal surat Al-Kafirun ini surat yang pendek. Buat orang yang mau mengubah drinya jadi lebih baik, buku ini wajib dibaca. Dijamin nggak bakalan rugi!! (Tika Sekar T, Kelas 7E SMPN 5, Bandung)
• “Ya Allah… buku ini bagus banget! 2 thumbs up! Bahasanya mudah dimengerti. Penjelasan dengan metode ilustrasi dan dialog yang dipakai juga cocok untuk pembaca segala umur. Uraian Surat Al-Kafirun bener-bener dikupas! Keislaman kita insya Allah bener-bener makin kuat. Pokoknya, wajib baca deh!” (Helin Mayangsari, Kelas XI IPA 4, SMAN 3 Bandung)
• “Subhanallah..bener-bener beda! Buku ini bisa nyampein hal yang berat n penting dengan cara yang sederhana. Bener-bener ngenalin kekafiran, tapi nggak dengan cara yang ekstrem, Extraordinary deh! Salut n kudu baca! Aku sendiri banyak ngerasa kurang n malu pas selesai baca buku ini..Bisa jadi media muhasabah. Selamat datang generasi pecinta Al-Quran…!” (Nadya Amalia, Kelas XII IPA, SMA Darul Hikam Bandung)
• “Dengan gaya penulisan khas anak remaja pada umumnya, buku ini menjadi pas dibaca setiap remaja muslim yang saat ini tengah dilanda krisis identitas diri. Semoga buku ini bisa menjadi salah satu ikhtiar dalam menajamkan persepsi remaja gaul, tapi tidak kehilangan jati dirinya sebagai remaja muslim unggul, kreatif, dan istiqamah.” (Dadang Komarudin, Staf Pengajar SMA Darul Hikam dan SMAN 19 Bandung).

AL-FATIHAH

TERSEKAP DI RUANG KACA TERKUNCI
Hagia yang sedang mendengarkan cerita pak Mursyid langsung merinding. Ia tak bisa membayangkan bagaimana jadinya ia berada di ruang aneh itu. “Ruang itu membatasi gerak kamu, melangkah ke depan tak bisa, ke kiri pun tak kuasa. Bahkan untuk menggeser tubuhmu pun, kamu tak mampu. Sialnya lagi, dinding dan atap ruang itu terbuat dari kaca sehingga kamu bisa melihat semua yang ada di luar sana. Kamu melihat ada pentas musik di luar sana, ada lomba ini dan itu, ada makanan yang enak-enak, ada teman sebayamu yang begitu cool. Semuanya ada di luar sana. Semuanya terhidang buat kamu, begitu dekat dan mudah dijangkau kalau saja kamu tidak tersekap di ruang itu” Kata Pak Mursyid.

“Apa ada ruang seperti itu ? Kalau ada, siapa sih yang iseng menyekap seorang manusia untuk diam di situ ?“ Hagia akhirnya bertanya, ia penasaran. “Bukankah kamu sekarang sedang berada di ruang kaca terkunci itu ?” tanya Pak Mursyid. Benarkah Hagia sedang berada di “Ruang Aneh” itu ?

Prinsip Nilai yang bisa dipetik dari buku ini :

• Setiap tindakan pasti dilakukan atas dasar apa atau atas dasar siapa, tindakan yang baik dilakukan atas dasar kasih sayang (prinsip Bismillahirrahmaanirrahiim)
• Kebaikan yang patut mendapat pujian didapatkan pada orang yang memelihara lingkungan, kasih sayang pada sesama, dan merencanakan masa depan (prinsip ayat 1-3)
• Kebaikan ditemukan ketika kita terus melayani Tuhan dan memperbaiki cara memikirkan anugerah Tuhan.

Komentar Pembaca :

• “Makin deket makin indah. Itu juga yang kita rasain waktu deket ama Allah lewat buku ini” (Q-ka, Kelas VII-A, SMP Taruna Bakti Bandung)
• Buku ini ngungkapin kalo masalah kita bisa kebantu lewat mahamin Al Fatihah lho…! “(Gdish, Kelas X-D, SMAN 2 Bandung)
• “Cuma 2 kata buat buku ini : BAGUS BUANGET!!!. Ngulas makna-makna ayat-ayat di Surat Al Fatihah. Jadi kita tau makna n artinya. Trus, kalo kita baca Surat ini waktu salat jadi khusyu, soalnya sambil dibaca sambil dibayangin juga maknanya. Dijamin nggak bakal rugi beli ni buku. Two thumbs up deh.” (Myrna Annisaniwaty, Kelas III IPA SMA Darul Hikam Bandung)
• “Ternyata Al Fatihah nggak se-simple yang saya kira. Buku ini ngasih berbagai inspirasi baru dan motivasi saya buat jadi the best.” (Ilham, Kelas XII-I, SMAN 5 Bandung)
• “Buku ini asyik untuk dibaca, ngajarin tentang Al Quran dengan cara yang nggak biasa, MENARIK!! Nggak usah deh, khawatir nggak ngerti apa yang dibaca waktu salat kalo dah baca buku ini.” (Reza, Manajemen UNPAD ’05)

AYAT KURSI

KUBURAN TUA DAN PAK DAMIN

“Nah, anakku,”lanjut Pak Mursyid, “agar kamu bisa faham ayat kursi ini kamu harus mencari maknanya sendiri. Kamu harus keluar, bertemu dengan orang-orang dengan pelbagai profesi, ngobrollah dengan mereka dan bertanyalah tentang isi Ayat Kursi ini. Ayat ini berisi tentang Yang Mahahidup dan Yang terus-menerus Mengurusi, Mengembangkan. Cobalah kau datangi pembuat nisan (penggali kubur) di pinggir kota ini. Ngobrollah dengan tukang ronda dan orang paling kaya” demikian tugas Pak Mursyid kepada Hagia.

Simak obrolan dan pengalaman menarik Hagia beberapa hari bersama penjaga kubur, Pak Damin, yang dingin dan Aki Muslih si tukang ronda. Mengapa Hagia harus bertemu dua tokoh ini untuk dapat memahami Ayat Kursi.

Prinsip Nilai yang bisa dipetik dari buku ini :

• Kekuasaan Allah lebih besar daripada tipu daya siapa pun.
• Allah terus menerus berjaga untuk keselamatan hamba-Nya yang terus meyakini kekuasaan-Nya.

Komentar Pembaca :

• “Bukunya bagus banget! Apalagi tentang Ayat Kursi-nya. Aku tersentuh banget pas baca buku ini. Pokoknya acungin jempol buat yang nulis. Semoga banyak novel islami kayak gini, biar para remaja tau gunanya membaca ayat-ayat Al-Quran.” (Lidia Tyas, Kelas VII, SMPN 28 Bandung)
• ”Subhanallah ..Al-Quranku emang bener-bener keren! Buku ini membahas secara detail isi dan makna Ayat Kursi dengan gaya bercerita yang cocok buat para remaja. Jadi gampang untuk dimengerti. Sukses deh bwt penulisnya. Pokoknya buku ini keren banget! Wajib dibaca! (Fathiyah Rahmi Hidayat, Kelas XII IPA, SMAN 3 Bandung)
• “Isi bukunya bagus banget dan bermanfaat banget buat para remaja sekarang. Banyak ngajarin kita untuk lebih pasrah kepada-Nya dan ngeyakinin kita untuk tidak sedikit pun meragukan-Nya. Buku ini akan bermanfaat buat temen-temen remaja” (Sulastri, Kelas XII IPS, SMAN 11 Bandung)
• “Satu lagi karya Bambang Q-Anees yang penuh dengan pencerahan. Remaja Muslim wajib membaca, menghayati, dan mengamalkannya. Buku ini dapat mengubah cara pandang dan hidup kita, dapat menjawab pertanyaan yang sering muncul dalam diri kita, khususnya remaja. Dahsyat! Insya Allah, akan menjadi ilmu yang sangat bermanfaat.” (Arifa, Fakultas Kedokteran UNISBA, 2006)
• “Luar biasa…Buku yang sangat cocok tidak hanya untuk remaja tetapi juga untuk kaum dewasa. Perpaduan yang khas antara cerita sarat hikmah dan penulisan dengan gaya bahasa yang lugas dan natural. Memuat pembacanya terjebak dalam aliran cerita secara mendalam, seolah menjadi pelaku dari setiap kata yang digoreskan sehingga sangat mudah memahami isi buku ini.” ( Prasetiyono Hari Mukti, Ketua Umum Karisma ITB, Mahasiswa Teknik Elektro ITB)

DAHSYATNYA SALAT


DAHSYATNYA SALAT DALAM MENCAPAI SUKSES DUNIA AKHIRAT

Manusia seringkali lupa akan hikmah dan manfaat salat yang dilakukannya. Salat adalah strategi mencapai sukses yang telah terbukti keberhasilannya oleh para pendahulu yang telah mengukir tinta emas dalam hidupnya sehingga sampai sekarang begitu banyak cahaya yang masih menerangi kehidupan.

“Supaya Engkau mengeluarkan manusia dari aneka gelap gulita menuju cahaya yang terang benderang ”
(QS. Ibrahim (14) : 1

” maka apabila telah menunaikan salat, maka hendaklah kamu bertebaranlah dimuka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung ”
QS Al-Jumua’ah (62) : 10

Kutipan tersebut dapat membuat kita semangat tentang bagaimana dahsyatnya salat dalam menerangi kehidupan manusia sehingga salat menjadi kunci dalam mencapai kesuksesan hidup, serta bagaimana kita mengukur kualitas salat kita ?

Untuk menjawab hal tersebut kita sudah terbitkan buku terbaru tentang salat .

Judul Buku : Dahsyatnya Salat
Karya : Enjang AS
Terbitan : Simbiosa Rekatama Media
Harga : 38.000

Info lengkap hubungi : Simbiosa Rekatama Media
Tlp / Fax : 022 5208370

HISTORY IN WEST JAVA


Adventure in west java
Nagalalana di Jawa Barat

Bubuka.

Bismillahirahmanirahim
Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji sukur ka hadirat Illahi Robbi anu tos masihan umur ka panulis keur ngarengseken ieu buku dimana tujuan ngadamel ieu buku hoyong nonjolkeun basa sunda tur ngenalkeun Jawa Barat ka luar atanapi ka turis mancanagara pikeun aranjeuna dongkap ka Jawa Barat.
Lantaran para turis dongkap ka Jawa Barat nu salah sahiji propinsi di Indonesia nu pang cakeutna ti Jakarta tos sapantesna urang salaku warga Jawa Barat bebenah diri pikeun narik devisa tina kadongkapan para turis ka wewengkon Jawa Barat.
Pariwisata mangrupakeun sarana tempat hiburan nua aya di tiap daerah ngabogaan ciri jeung kaahengan sorangan jeung carita sewang-sewangan jadi perlu ku panulis dibuka pikeun nambih wawasan keur anumaca nu ngajantenkeun urang mikacinta tur mikadeudeuh kana alam nu geus dipaparin ku gusti Alloh.
Daerah anu ku panulis ditonjolkeun dina buku edisi ngawitan ieu the diantarana Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cirebon, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kuningan, Indramayu, Majalengka jeung sababaraha kota deui nu dipedar kalayan tina sumber anu dikaluarkeun ti daerah masing-masing nu ngajantenkeun ieu buku mudah-mudahan pinuh ku makna jeung mawa leuwih kacinta urang ka lemah cai lembur urang sarerea Jawa Barat.

Panulis ngadamel ieu buku nyandak sumber tina rupi-rupi sumber tiap daerah ngalangkungan brosur sareng leaflet anu dikaluarkeun ku tiap daerah anu ngajantenkeun ieu buku datana akurat jeung bisa dipertanggung jawabkeun kabeneranana.
Panulis ngahaturkeun nuhun ka sadayana pihak nu tos masihan saran, kritikan jeung nambihan materi dina buku pariwisata edisi basa Sunda ieu.

Buku Ieu ngaguar tempat wisata nu aya di sababaraha daerah di Jawa Barat kumargi kitu dina edisi nu kapayun kuring salaku panulis nampi saran sareng kritikan ti para inohong kanggo kasampurnaan ieu buku lantaran kasampurnaan anu hakiki mah kagungan Gusti Alloh.

Ka numaraca ieu buku panulis ngucapkeun rebu nuhun kana panampian ieu buku upami bade saran sareng kritik kirim ka E-mail : diskandar_sh@yahoo.com.

Wasalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Dody Iskandar,S.H.
Panulis.

Daftar Eusi Buku
1. Pariwisata Jawa Barat dina raraga taun pariwisata Kaca
2. Wisata Kota Bandung ……………………………………… Kaca
3. Wisata di Kabupaten Bandung ………….…….…… Kaca
4. Wisata di Kota Garut……………………….………. Kaca
4. Wisata di Kota Bogor …………………………….. Kaca
5. Wisata di Majalengka ……………………………. Kaca
6. Wisata di Indramayu ……………………………… Kaca
7. Wisata di Kuningan …………………………………………. Kaca
8. Wisata di Kabupaten Subang ………………………………. Kaca
9. Wisata di Karawang…………………………………………….. Kaca
10.Wisata di Kabupaten Tasikmalaya ……………………….. Kaca
11. Wisata di Kota Cirebon ………………………………………. Kaca

DAFTAR PUSTAKA
1. Profil Wisata Kabupaten Bogor ( Disbudpar Kab Bogor )
2. Profile Pariwisata Kab Bogor tahun 2008
3. Dinamika Pembangunan Kab Subang.
4. Macangkrama Bandung (Pemkot Kota Bandung Dinas Pariwisata) tahun 2006.
5. Profile Potensi Pariwisata Kab Majalengka ( Disperindag & Pariwisata) tahun 2008
6. Profil Investasi Kabupaten Tasikmalaya ( Sekda Bag penananam Modal ) tahun 2006
7. Peluag Usaha & Investasi Karawang ( Pemkab Karawang )
8. Ayo Tamasya Jawa Barat ( Indramayu ) Kantor Budaya & Pariwisata Kab Indramayu.
9. Produk Unggulan Kabupaten Kuningan ( Dekranasda Kab Kuningan)
10. Peta Wisata Garut Jawa Barat ( Disbudpar Kabupaten Garut ).

BIODATA PANULIS
Wasta Dody Iskandar Kalahiran Bandung ping 9 juli 1973 namatkeun sakola Tk sareng SD di YWKA Bandung neraskeun SMP di SMPN 6 Bandung teras SMA di SMAN 17 Bandung, Namatkeun Sarjana Hukum di Universitas Islam Bandung. Aktivitas panulis sadidinten nyaeta di dunia percetakan jeung penerbitan ti ngawitan taun 2004 dugi ka ayeuna. Oge pernah janten tutor kanggo program pengembangan barudak sales di percetakan kanggo masarkeun buku-buku ka sakola-sakola tur ngembangkeun pasar di luar pulau jawa.
Panulis gaduh garwa namina Ira Sastrawati sareng 1 putra namina Issar Ikhwan Iskandar.
Panulis oge nguriling Indonesia kanggo mukaan seminar pendidikan sareng tilas Kadisdik Propinsi Jawa Barat keur nyebarkeun informasi pendidikan kanggo PAUD ( Pendidikan Usia Dini ) sareng Tematik di Indonesia.

Panulis pernah kenging penghargaan Eagle Award nyaeta panghargaan tos nykseskeun seminar pendidikan di luar pulau Jawa ti salah sahiji parusahaan penerbitan nu kantor pusatna di Bandung.

(SINOPSIS) NGAGUAR WISATA DI JAWA BARAT.
Potensi wisata tiasa ngajadikeun PAD kanggo daerah masing-masing upami tempat pariwisatana dipalihara tur dikenalkeun ka luar nganggo promosi anu rupi-rupi tergantung kaperyogian sewang-sewangan.

Buku ieu nyobian ngabantosan kanggo ngenalkeun potensi wisata di sababaraha daerah di Jawa Barat jeung ngahaja ngango basa Sunda supados ngemutan yen basa sunda the masih aya bari jeung dina undak-usuk basana rada kirang merenah.

Potensi Wisata nu aya dina buku ieu nyaeta potensi wisata laut, darat, guha jeung leueung anu ngabogaan nilai pariwisata anu kacida gedena teras aya sababaraha daerah ngabogaan situs sajarah anu bisa ngaguar sajarah hiji daerah jaman baheula pikeun nu aya jaman kiwari bisa ngaca kana sajarah nu ngajadikeun mika cinta kana budaya jeung daerah masing-masing nu jadi lemah cai.
Gambaran tiap daerah anu tiasa diguar tina ieu buku nembe sababaraha daerah kumargi data anu nembe aya di panulis masih sakeudik.

Pariwisata di Jawa Barat dina raraga mapag Indonesia salaku tempat kunjungan tujuan wisata di Indonesia.

Dina raraga liburan sakola Udin, Anang jeung Asep ngeusi liburan ku ngalalana di Jawa Barat salaku tempat lahir jeung sakolana eta barudak. Tilu sobat dalit teh hoyong terang kana potensi wilayah nu aya di Jawa Barat pikeun nembongken ka babaturan sejenna yen Jawa Barat teh ngagaduhan potensi wisata anu kacida munelna jeung kedah ku urang sarerea dijagi potensi alamna.
Dina obrolanana Udin ngawitan ku ngadongeng kababaturanana perkawis Jawa Barat dimana Udin nanya ka babaturanana kieu obrolannana teh :

Udin : Nang, Sep naha aranjeun nyaho teu potensi Jawa Barat ?
Asep : Teu nyaho ari gemlengnamah Din
Anang : Kuring ge teu apal teuing Din, cing atuh dongengkeun ka urang duaan majarkeun Udin Apal ?
Udin : Kuring ge apal tapi teu kabeh, Tapi ku urang rek di dongengkeun nu urang apal.Kieu caritana teh :

Jawa Barat anu kuurang dicicingan teh nyaeta Propinsi nu pangcakeutna ti Jakarta salaku ibukota nagara Indonesia jadi tos kedahna Jawa Barat bebenah kanggo janten wilayah nupasti kadongkapan jalmi nu dongkap ti sadayana wilayah di Indonesia jeung Jawa Barat tos janten surga kanggo usaha jeung sajabana diluar Kota Jakarta.
Jawa Barat mangrupakeun wilayah anu kacida seeurna nyimpen tempat kanggo wisata jeung potensi sumber daya alamna anu teu aya papadana.
Sumber daya alam anu aya mangrupakeun titipan ti gusti Alloh anu kedah dijagi ku urang sadayana dina kalastarianana jeung teu meunang ku urang diruksak lantaran manusa teh aya di bumi Alloh salaku kalifah jeung rahmatan lil alamin ceuk Udin ka babaturanana.
Udin bangga salaku urang Jawa Barat hoyong ngarojong kana kalastarianana wisata di Jawa Barat jeung ngenalkeun sababaraha wilayah di Jawa Barat anu ngagaduhan objek wisata sareng potensi wilayahna kanggo bahan referensi dina ngenalkeun Jawa Barat ka para turis mancanagara jeung nagmumule basa sunda . Si Anang Jeung Asep nanya deui ka si udin :
Anang : Din lamun urang nyartitakeun Jawa Barat siganamah panjang teuing
Kumaha lamun ngadongeng teh urang awalan ti kota Bandung anu jadi
Tempat urang ayeuna cicing ?
Asep : He..eh Din soalna Bandung ge pasti ngagaduhan tempat wisata nu hade
Jeung bisa ditembongkeun ka bangsa deungeun.
Udin : Enyalah urang mulai ti Bandung we nya

Kieu caritana Kota Bandung teh ngawitanana pendak dina raraga neangan sumber keur bahan baku lahan jang dipake kebon kopi ku Abeaham Van Riebeck dina tahun 1712. Terus perkembanganana Bandung jadi kota kabupaten Bandung dialihkeun ti Krapyak ( ayeunamah Dayeuh Kolot ) ka pusat kota Bandung ayeuna.
Ngalihna ibu kota Kabupaten Bandung ieu lantaran tahun 1810 saatosna pangwangunan jalan raya anu ngahubungkeun Batavia jeung Bandung ngalangkungan Bogor jeung Cianjur. Pangpindahan ieu teh mangrupakeun cikal bakal berkembangna Kota bandung tin u awalna desa atawa kampong jadi kota.
Sairing jeung berkembanna Bandung teh jadi pamicu pangwangunan fasilitas sejenna dina raraga ngalengkepan kahirupan jeung kamajuan Kota Bandung. Sapertos Gedong Sate, Musium Geologi ( anu diresnikeun tanggal 16 Mei 1929), Musium Pos Indonesia ( diresmikeun tahun 1931) jeung lain sajabana.
Sep, Nang ceuk Udin ayeuna Bandung teh geus jadi kota anu camperenik jeung ngabogaan hawa anu sejuk dimana mangrupakeun surgana cagar budaya, Surga balanja keur turis nu rek meakeun waktuna di kota Bandung.
Asep masih panasaran jeung loba partanyaan ka Udin kieu cenah nanyana :
Asep : Din, naha maneh nyaho artina Bandung teh disebut “Paris Van Java” ?
Udin : Kuring rada apal saeutik Sep
Asep : Sok atuh dongengken ka kuring jeung Anang.
Heug ku kuring didongengkeun ngeunaan Paris Van Java teh nyaeta sebutan keur Bandung dimana artina Bandung teh nawarkeun mangrupi kamolekan sumber daya alam, wisata balanja , wisata rohani anu kacida seeurna jeung para turis teh bisa ngarasakeun endahna alam parahyangan saperti Taman Hutan Raya Juanda, Curug dago, Curug Cimahi jeung sajabana. Terus naon deui Din anu bisa diandelkeun ti Bandung teh ? Ceuk Anang nyeletuk.

Salain kaendahan alamna Bandung ngabogaan tempat wisata balanja anu kuurang ayeuna bisa ditinggali ku lobana tempat balanja ( Factory Outlet ) nu aya di sabudereun kota Bandung.
Cing ayeuna kuring rek nanya ka Asep jeung Anang naon istilah sejenna keur kota Bandung teh ? ceuk Udin.
Anang : Kuringmah teu nyaho lantaran kuring mah urang Bogor
Asep : Kuring ge teu nyaho Din da kuring ge can pati lila cicing di Bandung.
Wisata di Kota Bandung.
Heug atuh ari teu nyahomah, yeuh Bandung teh terkenal oge ku sebutan kota kembang jeung kota kofrensi Asia Afrika ceuk Udin. Udin neruskeun deui caritana ngenaan Kota Bandung dimana panduduk kota Bandung teh diberkahan ku gusti Alloh ngabogaan sumber daya alam nu endah jeung masarakatna anu bisa nembongkeun kreativitas seni. Bandung lamun kuurang ditingali aya di dasar lengkungan anu dikuriling ku barisan gunung anu kokoh jeung jumlah desa atawa kampong anu loba dimana ieu oge anu jadi kalewihan kota Bandung salain kakayaan budaya ti sababarah desa diantarana Dago ( nu ayeuna geus ngalebur jadi kota Bandung} jeung Lembang ( desa leutik nu tempatna antara Bandung jeung Tangkuban Parahu).
Lembang dikenal lantaran hawana anu sejuk jeung hasil bumina anu ngabogaan kualitas alus sadengkeun dago ayeuna geus jadi tempat Factory Outlet anu loba pisan dimana barang anu ditawarkeun rupa-rupa pisan mulai ti baju, sapatu, calana jeung sajabana.
Asep nyeletuk ka Udin, Din Bandung teh disebut kota kembang naha aya ayeuna taman kota jeung lingkungan anu ngarojong kana kaendahan kota Bandung ?
Udin ngajawab : aya atuh Sep Bandung teh ditengan sejukna hawana oge nyimpen kapaduliaan jeung karamahan dimana urang lamun ngarasa cape jalan-jalan di Bandung bisa ngaso jeung istirahat heula dihandapeun tangkal anu garede di pusat kota dimana aya sababarah tempat diantarana Taman Cilaki anu tempatna sabeulaheun Gedung Sate anu mere kanyamanan di tengah pasulierna kandaraan di sapanjang Jl. Diponegoro. Salain bisa istirahat oge urang bisa jajan di warung-warung anu aya di sabuderen jalan.
Saterusna aya Taman Lalu Lintas “ Ade Irma Suryani Nasution” anu tempatna di Jl. Sumatra eta oge nyuguhkeun tempat hiburan jang keluarga urang dimana ditengah taman anu iuh ku tatangkalan oge aya tempat ulin barudak nu bisa ngarangrang jeung ngalatih motorik kasar barudak.

Salain ti dinya aya oge Taman Baikota anu merenahna di sabelaheun balaikota nyaeta Jl. Wastu kancana anu nyimpen sababaraha carita. Di taman ieu aya patung Dewi Sartika, aya patung Badak dimana cenah aya legendana Di Bandung baheula loba dipanggihan Badak Putih.
Taman anu lainna nyaeta Taman Ganesha anu tempatna Jl. Ganesha sabeulaheun gedung Salman nyaeta taman anu kawilang leutik jeung asri anu sok diparake ku mahasiswa ITB lantaran aya di kawasan kampus anu taman Ganesha teh ngabogaan balong leutik ditengahna anu nambah endahna taman ieu.
Anu terahir aya oge taman Tegallega anu tempatna Jl. Tegallega payunen musium Sri Baduga Maharaja. Kamonesan taman Tegallega nyaeta gaduh monument Bandsung lautan api anu dikuriling ku taman bunga jeung rupa-rupa tatangkalan nu dipelak ku para kapala pamarentahan nagara dina raraga konfrensi Asia Afrika.
Din salain taman naon deui nu aya di Bandung anu bisa diandelkeun jadi bahan keur narik turis supaya dating ka Bandung soalna pasti aya nu jadi kabanggaan kota Bandung , ceuk Anang.
Aya Nang ku kuring urang coba tataan tempatna nya anu kahiji nyaeta wangunan antik jeung ngabogaan nilai sajarah nyaeta wangunan antik nu diwangun ku urang Belanda nu nepi ka ayeuna masih tiasa katinggal jeung weweg wangunanana nu jaman kiwarimah geus teu panggih deui wangunan nujiga kitu kumargi kitu urang tataan heula ngarah aramjeun apal tur nyaah kana bangunan sesa sajarah tea :

No Ngaran wangunan Alamat wangunan
1 Gedung Sate Jl. Diponegoro
2 Gedung Bank Indonesia Jl. Braga
3 Bumi Siliwangi ( Isola ) Jl. Setiabudhi
4 Balai Kota Jl. Wastu Kancana
5 Balai Pakuan Jl. Kebon Kawung
6 Pendopo Jl. Dewi Sartika

Salain wangunan bersejarah aya oge taman rekreasi di kota Bandung nyaeta :
No Ngaran taman rekreasi Alamat taman
1 Hutan Djuanda Jl. Dago Pakar
2 Taman Lalu Lintas Jl. Sumatra
3 Kebon Binatang Jl. Taman Sari
4 Taman Cibeunying Jl. Cibeunying
5 Taman Maluku Jl. Maluku
6 Taman Dewi Sartika Jl. Merdeka
7 Taman Gedung Sate Jl. Cimandiri
8 Taman Ganesha Jl. Ganesha
9 Taman Cilaki Jl.Cilaki
10 Taman Alun-Alun Jl. Alun – alun
11 Taman Gedung Sate Jl. Diponegoro
Di Bandung oge aya pusat –pusat kagiatan masarakat anu tos kakoncara ka mana-mana diantarana :

No Ngaran tempat Produksi
1 PHH. Mustofa / Jl.Suci Kaos, sweter, jeket, sablon
2 Sabuderen binongjati Raksukan Rajut
3 Cibaduyut Sapatu, kantong
4 Cihampelas Lancingan Jins, cinderamata

Janten geuning sabenernamah potensi anu aya di kota Bandung the meni loba tur bisa ngadatangkeun devisa jeung ngaronjatkeun pendapatan asli daerah kota Bandung salaku kota jasa bermartabat anu ayeuna keur disorang boh tina infra struktur jeung fasilitas sejenne anu ngajadikeun Bandung salah sahiji kota anu geunah tur tumaninah keur turis anu daratang ka Kota Bandung.

Tempat Wisata Di Kabupaten Bandung
Udin nerusken deui dongengna saenggeus urang tinggali potensi kota Bandung di sabuderen kota Bandung oge ngabogaan objek wisata anu teu eleh alusna jeung lebar lamun urang jalan-jalan di Bandung teu sakalian ulin ka ieu patempatan diantarana :

1. Situ Cimanggu
Lamun urang hayang ngarasaan mandi ci panas anu sumberna ti alam tempat ieu bisa jadi pilihan keur urang. Tempatna pamandiaan ieu teh di perkebunan teh ciwidey dimana salain bisa mandi oge aya tempat jang ngopi, neangan cinderamata jeung fasilitas kasenian. Situ Cimanggu letakna kira-kira 45 Km arah selatan kota Bandung.

2. Waduk Saguling.

Teu ngan waduk hungkul dimana di Saguling aya pamandian cai panas Cisameng Curug Jawa Sanghiang Tikoro. Waduk Saguling sumber caina nyaeta Walungan Citarum salaku salah sahiji walungan anu pang gedena di Jawa Barat. Posisi waduk Saguling nyaeta antara Jl. Bandung-Cianjur.

3. Situ Pateggang.

Situ Patenggang salah sahiji kawasan wisata anu aya di wewengkon Ranca Bali 47 Km ti Kota Bandung dimana tempatna dikuriling ku kebon enteh anu matak nambahan kaendahan nana.

4. Situ Cileunca.

Situ Cileunca legana sekitar 1400 hektar dikuriling ku bukit-bukit anu ngabogaan kaendahan nu taya bandingna dimana lamun urang rek ka ieu patempatan jarakna 40 Km arah selatan kota Bandung jeung ngabogaan suhu antara 16 – 23 derajat celcius jadi geus kabayang tempatna tiis tur sejuk.

5. Situ Ciburuy.

Lamun urang rek indit ka Cianjur pasti ngaliwatan ieu situ dimana tempatna 22 Km ti Bandung nu ngabogaan sumber daya alam nyaeta gunung kapur anu bisa katingali sapanjang jalan jeung situ ciburuy nawarkeun wisata rarakjitan ulkin ka pulo nu aya di tengah make rakit atawa parahu.

6. Curug Cisarua.

Curug dina basa sunda nyaeta cai anu ragrag ka handap tina gawir anu luhur dimana Curug Cisarua luhurna 15 M jeung lamun urang rek kaditu kudu nurunan tangga anu lumayan nurugtug posisi ieu patempatan nyaeta dicakeut taman bunga Cihideung Lembang.

7. Tangkuban Parahu.

Lamun urang inget dongengna Sangkuriang jeung Dayang sumbi pasti bakal inget ngaran tempat wisata anu ieumah geus teu bireuk deui lantaran ayana di pagunungan anu boga kawah endah diantarana kawah utama ( kawah ratu) ,kawah domas jeung kawah upas jeung jarak ti Bandung ngan sakitar 1 jam ti pusat kota arahna di utara kota Bandung. Bau walirang nu bisa nyageurkjeun panyakit kulit pasti kaambeu pisan di ieu patempatan.

8. Bumi parkemahan Cikole.

Tempat wisata ieu legana 4,88 hektar tempatna 1300 m diluhur permukaan laut. Ngagaduhan fasilitas taman bunga, lapang anu lega, taman jeung area parker dimana urang lamun rek ngajugjug ka tempat ieu antara Bandung –Subang.

9. Pamandian Ciater ( sari Ater)

Tempat pamandian cai panas anu sumberna ti gunung Tangkuban Parahu dimana ciater aya sagedengan gunung anu dikuriling ku kebon enteh anu endah dimana posisi ieu patempatan antara Bandung-Subang sateuacan jalan cagak.

10. Bumi parkemahan Ranca Upas

Tempat ieu ayana diantara pepelakan Ecaliptus. Jarakna 42 Km ti Kota Bandung ka arah Selatan ngabogaan suhu 18 – 23 derajat celcius . Objek wisata daerah ieu nyaeta Punceling nu sok dipaparake leumpang babarengan ( Hiking) jeung panagkaran rusa oge aya tempat mandi cai panasna ditambahan ku warung-warung anu nyayogikeun bandrek salah sahiji inuman khas daerah Ranca Upas.

11. Wisata Kawah Putih.

Wisata Kawah Putih teu jauh ti Ranca Upas tempatna dimana tempat ieu can lila diresmikeun jeung bisa didatangan ku para turis lokal jeung manca nagara. Saacanna tempat ieu terkenalna tempat tambang walirang bisa katinggal nyaeta areal wisata kawah putih mangrupa guha panambangan walirang ( belerang). Jarakna nyaeta 44Km arah selatan kota Bandung.
Di daerah ieu urang oge tiasa mendakan kebon straubery anu aya di sapanjang Jalan raya ngawitan ti Pasar Soreang teras dugi ka Pamandian Ciwalini.

12. Pamandian Cai Panas Salam Walini.

Pamandian cai panas ieu ngagaduhan sumber cai ti alam dimana nyayogikeun fasilitas mangrupa tempat ngojay cipanas, bungalow, restoran jeung sajabana. Tempatna nyaeta di Bandung Selatan saatos ngalangkungan Ranca Upas Jeung Kawah Putih.

13. Situ Patenggang.

Situ Patenggang ngabogaan wilayah kurang leuwih 150 Ha mangrupakeun tempat tujuan nu dijorag ku pangunjung obyek wisata wewengkon Ciwidey. Lebahna aya diantara kebon enteh Rancabali jeung kawasan leuweung Rancabali. Situ Patenggang bener-bener ngamangfaatkeun kaendahan alam nu jadi daya tarikna.

14. Kampung Wisata Seni jeung Budaya Pasir Kunci.

Kampung wisata seni jeung budaya Pasir Kunci ayana di wewengkon RW 11 Kalurahan Pasirjati Kacamatan Ujung berung Kota Bandung. Lebahna aya di handapeun gunung Manglayang wewengkon bukit anu endah jeung tumaninah, di sisi jalan Pasir Kunci geus alus jalannna jeung ulah poho aya kebon straubery , kembang sedep malem, kebon awi, padepokan jeung aya tempat pangojayan ditambah fasilitas pamancingan pikeun anu resep mincing.

15. Maribaya.

Maribaya, cai anu sering dijadikeun tempat pangistirahatan, ngumpul jeung kulawarga sarta ngarasakeun endahna pamandangan alamna. Ngan sababaraha menit ti Timur Lembang jeung bisa dijorag ku tutumpakan boh motor atawa mobil. Dina poe Minggu tempat ieu pinuh kui pangunjung lantaran sumber cai panas dialirkeun kana balong leutik keur umum jeung sababaraha pamandian husus. Mun resep kukudaan aya oge kuda sewaan anu disadiakeun di ieu patempatan teh.
Tah kitu kira-kira nu ku kuring bisa didongengkeun ka Asep jeung Anang ngeunaan potensi kota Bandung jeung sabuderennana .Cing atuh ayeunamah Asep atawa Anang anu ngadongeng ka kuring ngenaan daerah sejena di Jawa Barat, ceuk Udin.
Ayeuna giliran Anang anu rek nyaritakeun kota Garut tempat ninina ayeuna jeung tempat kalahiran Anang nyaeta Bogor anu katelah kota hujan ceuk Udin jeung Asep lantaran maranehna oge hayang apal tempat – tempat wisata diluar Bandung ngarah sawaktu-waktu ulin ka Bogor henteu pareumeun obor. Anang ngamimitian ngadongeng kota Bogor dimana kota Bogor teh loba pisan tempat wisata alamna anu henteu eleh ti Bandung diantarana ceuk Anang aya kawasan wisata Gunung Salak Endah, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Bodogol, Puncak. Lido jeung sarupaning tempat wisata sejenna anu mnasih loba keneh.
“ Nang, kuring teh asa panasaran cing dongengkeun lah sing jentre ngarah teu panasaran “ Ceuk Asep bari nyeletuk.
Heug Sep ku kuring rek dipedar hiji-hiji ngarah lewih kenal ka kota kuring ceuk Anang.

Tempat Wisata di Kota Garut.

Cing arapal teu dimana Garut Teh ? ceuk Anang ka babaturanana. Teuing Nang kuringmah teu nyaho tur lantaran ku anjeun di tanyakeun kuring jadi panasaran ceuk Udin. Sok atuh regepkeun urang dongengkeun Kota Garut. Garut lebahna kurang leuwih 64 Km bagian tenggara Bandung lamun ti Jakarta Mah kurang leuwih 250 Km. Garut watesna langsung jeung Samudra Hindia di bagian selatan jeung Kabupaten Bandung jeung Sumedang. Garut kakoncara salaku panyadia sayur, palawija, jagong jeung beas keur kabutuhan nasional oge aya tutuwuhan anu boga nilei ekonomis nyaeta Akar Wangi, salaku bahan dasar keur minyak seungit. Garut mangrupakeun kota nu ngamimitian jadi sentra sutra alam mimiti taun 1920 jeung palopor usaha kulit tradisional Nasional.
Garut kawentar salaku sentra ternak domba unggulan boh keur domba adu atawa keur didahar dagingna, Garut salaku wewengkon anu jadi usaha kebon Jeruk Garut jeung indistri kadaharan has nyaeta dodol Garut.

Tah ayeunamah aya gambaran meureun ngeunaan Garut. Ayeuna urang mundur katukang ngadongengkeun Garut dimana Garut dina taun 1920 han kakoncara ngarana Swiss van java lantaran kaendahan alamna jeung ngabogaan kontur nu eksotik ditambah hawa anu seger jeung bersih nu ngajadikeun Garut kota kenangan nepi ka kiwari dimana Garut ngabogaan wisata laut jeung gunung.
Ayeuna urang guar obyek wisata Lautna ku kuringnya nu aya di Garut diantarana :

1. Laut Ranca Buaya.

Ranca Buaya ngabogaan ombak Laut selatan nu liar jeung gawir nu luhur.

2. Laut Cijayana.

Tekenalna Laut anu ngabogaan batu hideung nu geus pasti jarang dipanggihan di daerah sejenna.

3. Laut Taman Manasulu.

Kunaon disebut Laut Taman Manasulu lantaran dipopulerkeun ku incuna Karl Manasulu Tambunan dimana ay ataman laut nu matak takjub saha wae anu ninggali.

4. Gunung Geder.

Nyaeta laut anu ngabogaan pasir bodas anu matak betah lamun urang jeung kulawarga ulin dina waktu libur sakola.

5. Laut Santolo / Cilaut Eureun.

Laut ieumah dipake jadi palabuhan nalayan tradisional jeung jadi darmaga sesa titinggal Belanda abad ka 18.

6. Laut Sayang Heulang.

Laut anu ngabogaan View pamandangan anu matak takjub saha wae anu ninggalina.
Saengeus wisata laut atawa Laut di Garut oge ngabogaan obyek wisata gunung anu ku kuring rek diguar nyaeta :

1. Kawah Papandayan

Kawah anu ieu mah geus kahot tur kakoncara di Asia mah lantaran ngabogaan kaldera pang legana nu matak jadi panasaran keur anu resep ulin ka gunung mah.

2. Kawah Talaga Bodas.

Kawah talaga bodas nyaeta kawah anu ngabogaan leuweung hujan tropis.

3. Kawah Darajat

Kawah darajat ayana disabudeureun kebon rahayat nu taneuhna subur dimana ayeunamah dijieun pambangkit listrik nu deukeut jeung,

4. Kawah Kamojang

Mangrupakeun salah sahiji pambangkit tanaga listrik nu tina gas alam lebahna di wates Garut jenung Bandung.
Garut oge ngabogaan tempat wisata cai terjun jeung paranti olahraga cai diantarana :

1. Curug sang hyang taraje.

Mangrupakeun curug kembar nu luhurna 90 M.

2. Curug Orok.

Cai nyurug nu kaluarna tina gawir nu ngabogaan landscape anu matak takjub lamun urang geus nempo langsung.

3. Curug Citiis.

Nyaeta cai terjun nu ayana deekeut jeung Cipanas Garut.

4. Curug Cihanyawar.

Nyaeta cai terjun nu ayana di tengah kebon enteh Dayeuh Manggung.

5. Situ Bagendit.

Nyaeta situ nu ngabogaan legenda Nyi Endit dimana situ ieu pang legana di Kabupaten Garut (128 Ha) urang bisa lalayaran ka tengah make rakit tina awi tradisional.

6. Candi Cangkuang.

Mangrupakeun hiji-hijina candi nu aya di Jawa Barat nu ayana di tengah Situ Cangkuanh nu dihias ku tarate jeung urang bisa manggihang Kampung Adat di pulo ieu. Lamun urang rek ka pulo make rakit tina awi.

7. Cagar Budaya Kampung Ciburuy.

Mangrupakeun tempat paninggalan naskah-naskah kuno nu ditulis dina daun lontar.

8. Kampung Dukuh.

Nyaeta kampung tradisional nu ngabogaan 38 suhunan nu seragam jeung boga historis sorangan mirip jeung Kampung Naga.

9. Makam Godog.

Mangrupakeun makam Prabu Kiansantang anakna Prabu Siliwangi, aki ti Sunan Gunung Djati Cirebon dimana patempatan ieu loba pisan didatangan ku warga komo dina bulan Maulud .

10. Makam Pangeran Papak.

Salah saurang anu ntebarkeun Agama Islam jeung pajuang lokal ngalawan panjajah Belanda.

11. Cipanas Garut.

Mangrupakeun tempat ngojay anu boga sumber cai panas pang bersihna tur herang di Indonesia .
Tah sakitu nu ku kuring nyaho ngeunaan Garut. Ayeuna kuring rek medar Kota Bogor ngarah maraneh apal ka kota kuring. Urang guar ku kuring nya :

Tempat Wisata di Kota Bogor

1. Ekowisata Gunung Mas.

Ekowisata Gunung mas mangrupakeun tempat perkebunan enteh nu pamarentah ayana di Cisarua Puncak. Tempat ieu teh geus terkenal ka mancanagara lantaran boga kaendahan alam, hawana sejuk jeung babari dijorag lantaran teu jauh teuing ti jalan gede. Di Gunung Mas urang bisa ningali carana metik enteh, mroses enteh dugi ka jadi enteh nu siap diinum ku urang sarerea. Jarak ti Jakarta mah ngan 1,5 Jam ka Gunung Mas teh.

2. Curug Cilember.

Curug cilember masih lokasina di daerah Bogor. Pas namah di desa Jogjogan kacamatan Cisarua, 20 km ti kota Bogor. Curug Cilember boga daya tarik sorangan salain hawana anu sejuk oge aya taman anggrekna jeung urang bisa manggihang 12 macem spesies kupu-kupu. Salah sahiji kaahengan di Curug Cilember nyaeta aya 7 ( tujuh ) curug anu ngajajar dimana caina anu herang. Seger tur aliranana nagli nepi ka walungan Cilember Cisarua. Lamun urang ngeresakeun nepi ka curug anu ka tujuh merlukeun waktu kurang leuwih 3 Jam ku leumpang terus urang bisa neruskeun ngaliwatan leuweung pinus nu masih alami can kajarah ku jelema.

3. Situ Lido.

Situ ( danau ) Lido ayana di Jl. Raya bogor-sukabumi km.21 Bogor bisa ditempuh ku kendaraan ti Jakarta lilana kurang leuwih 2 Jam.Situ Lido dijieun ku jelema make cara ngabendung salah sahiji anak walungan. Loba pisan fasilitas alam didieu diantarana olah raga rakit di tengah wahangan, outbond, arung jeram jeung sajabana aktivitas bisa dilakukeun dina raraga ngeusi liburan kulawarga.

4. Taman Nasional Gunung Halimun Salak

( TNGHS).
Kawasan taman nasional ieu teh ayana di wilayah Bogor di kacamatan Nanggung, kabupaten Bogor dimana urang bisa ninggali saruipaning sasatoan jeung tutuwuhan anu dilindungi ku nagara. Legana taman wisata ieu 113.375 ha dimana tempatna di Propinsi Jawa Barat jeung Banten . “Halimun” tina basa sunda nu artina ibun ( kabut). Aya oge objek wisata anu bisa didatangan kuurang nyaeta Stasiun penelitian Cikaniki jeung perkebunan unteh Nirmala dimana urang bisa ninggali hejo ngemplohna tangkal enteh lir ibarat karpet nungajadikeun titinggalian urang bengras deui.

5. Gunung Salak Endah (GSE ).

Mangrupakeun curug ( air terjun ) anu endah jeung boga daya tarik sorangan nu lokasina di Kacamatan Pamijahan Kabupaten Bogor dimana luhurna ieu curug kira-kira 50 m, diwangun ku suasana alam anu endah, cai anu herang jeung aya sababaraha curug leutik disabuderen eta curug.

6. Curug Seribu.

Curug seribu lokasina masih di Kacamatan Pamijahan kawasan Gunung Salak Endah lokasi pastina di loka Purna sateuacan Pasir Reungit jarak ti jalan utama kurang leuwih ngan 300 meter dimana mun rek kalokasi uarng leumpang nurugtug mapay jalan satapak nugeus ditata rapih. Jangkungna curug ieu ngan 50 m tapi lantaran babari nepi ka lokasi jeung tempatna teu hara-haraeun ngajadikeun tempat ieu loba wisatawan anu daratang.

7. Pamandian cai panas Gunung Salak Endah.

Lokasi pamandian teh ayana dihandapeun Gunung Salak di Kampung Ciparay Kacamatan Pamijahan. Didieu anu daratang bisa mandi make cai panas anu masih alami ti alam dimana bisa nyageurken panyakit kulit.

8. Taman Nasional Gunung Pangrango ( TNGP).

Taman nasional ieu lokasina dilamping belah barat tanman nasional Gunung Pangrango nyaeta di kacamatan Cigombong kabupaten Bogor , Jawa Barat anu luasna 15.000 ha jeung asup kana hotspot sundaland. Taman nasional ieu boga fungsi penting salaku panampung jeung panyadia cai beresih keur sababaraha kota di Jawa Barat saperti Bogor, Cianjur, Sukabumi jeung Jakarta.
Di Bodogol urang bisa ninggali kahirupan rupa-rupa sasatoan anu dilindungi salain leuweng tropisna Taman Nasional Gunung Pangrango bisa manggihang Elang Jawa Jeung Owa Jawa dimana geus jarang urang bisa manggihang eta sasatoan.

9. Taman Wisata Mekar Sari.

Taman wisata Mekar Sari lokasina aya di wilayah Bogor Timur di Kacamatan Cileungsi Kabupaten Bogor ngabogaan wilayah 290 ha anu dilengkapi ku kebon kulawarga, garden Center, Outbond jeung aktivitas lain saperti naek kuda, budidaya pepelakan tur bisa diajar melak pare, tur dunia bamboo jeung paket wisata sejenna nu bisa dipilih ku kulawarga urang dina raraga liburan sakola barudak.
Ku kuring rek dibejaan tempat –tempat ekowisata di kabupaten Bogor diantarana ngarah babari neangan ari ulin ka Bogor nyaeta :

No Ngaran tempat Alamat lengkep

1 Bukit Sentul Jl. Siliwangi, Taman Budaya Bukit sentul
2 Kebon Wisata Pasir Mukti Jl. Raya Tajur Pasirmukti Km.4 Citeureup.
3 Taman Nasional Halimun Salak Jl. Raya Cipanas Kec. Kabandungan Parungkuda – Sukabumi.
4 Bodogol Desa Wates Jaya Jl. Raya Bogor Sukabumi KM.18 Cisempur Cinagara Caringin Bogor.
5 Danau Lido Jl. Raya Bogor Sukabumi Kec. Cijeruk.
6 Wisata Agro Gunung Mas Jl. Raya puncak Km.87 Cisarua.
7 Talaga Warna Kecamatan Cisarua
8 Curug Cilember Desa Jogjogan Kecamatan Megamendung
9 Curug Seribu Kecamatan Pamijahan Gunung Salak Endah
10 Curug Cigamea Kecamatan Pamijahan Gunung Salak Endah
11 Curug Ngumpet Kecamatan Pamijahan Gunung Salak Endah
12 Pamandian Cai Panas Kecamatan Pamijahan Gunung Salak Endah
13 Bumi perkemahan Gunung Bunder Kecamatan Pamijahan Gunung Salak Endah
14 Taman Mekarsari Jl. Raya Cileungsi-Jonggol Kec. Cileungsi Kabupaten Bogor .
15 Desa Cikoneng Kecamatan Cisarua.

Tah Din kira-kira sakitu gambaran ngeunaan kota Bogor teh. Ayeunamah cing Sep anjeun ngadongeng ka kuring duaan ngeunaan daerah sejen di Jawa Barat .
Saenggeus dititah ku Udin Jeung Anang ayeuna bagian si Asep nu tatadi ngan ngadengekeun carita rek nyobaan medar daerah nu lainna di Jawa Barat nu masih bisa diandelkeun dina widang pariwisata nyaeta wilayah Kabupaten Majalengka. Kieu dongengna teh ceuk Asep :

Kabupaten Majalengka mangrupakeun salah sahiji kabupaten hu aya di Jawa Barat nungagaduhan luas wilayah kurang leuwih 1.204,24 Km2. Tempatna Beulah barat 108.12 nepi ka 108.25 Bujur Timur jeung belah utara 6,36 nepi ka 6,58 Lintang Selatan. Tina luasna wilayah majalengka 10,24% atawa 25.333 ha mangrupakeun pasawahan nu nganggo irigasi teknis, 21,25% atawa 25,592 ha pasawahan non teknis 21,24% atawa 25,576 ha mangrupakeun tegal / kebon, lading/huma jeung tempat ngangon sasatoan piaraan, 8,52% atawa10,256,169 ha kebon campuran, 3,67% atawa 4,425,533 ha mangrupakeun wilayah perkebunan, 3,23% atawa 3.884 ha mangrupakeun hutan rakyat, 16,72% atawa 20,140 ha mangrupakeun hutan nagara jeung nu lain- lain legana 6,656 ha atawa 5,53%.Nurutkeun monografi Kabupaten Majalengka, jumlah pandudukna taun 2005 nyaeta 1.170.100 jiwa .

Tempat Wisata di Kota Majalengka
Asep nuluykeun deui caritana dimana Kabupaten Majalengka oge ngabogaan objek wisata ngan teu loba diantarana :

1. Objek wisata Cipadung.

Objek Wisata Cipadung tempatna aya dihandapeun gunung nu ngajadikeun hawana anu sejuk, seger tur babas polusi. Lokasina anu strategis jeung babari didugdag aya di kacamatan Sukahaji ngan 60 menit ti pusat kota Majalengka. Mangrupakeun tempat anu endah dimana aya talaga, parahu cai, situs sejarah jeung tempat pamancingan lauk.

2. Objek Wisata Sanghiang.

Panorama alam anu endah jeung asri ngahiji jeung hejona lahan tatanen hortikultura sapanjang jalan mangrupakeun cirri objek wisata Sanghiang. Lokasina di desa Sanghiang kacamatan Banjaran ngan 20 menit ti pusat kota Majalengka. Sanghiang mangrupakeun tempat objek wisata aktivitas Zarah, pamancingan jeung tempat pangojayan di talaga .

3. Objek Wisata Situ Cipanten.

Objek wisata Situ Cipanten aya di desa Gunungkuning kacamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka jarakna kurang leuwih 15 Km ka arah Timur ti pusat kota majalengka. Legana ngan 3 ha dimana mangrupakeun tempat anu strategis kanggo nu resep mincing lauk di tengah alam anu endah tur asri keneh.

4. Objek wisata Taman Buana Marga.

Eksotikna panorama alam bisa kuurang dirasakeun bari santei atawa istirahat di Taman Buana Marga. Patempatan ieu teh ayana di Desa Lemahputih Kacamatan Lemahgugih. Kawasan wisata ieu dilengkepan ku ayana lapangan golf kelas internasional jeung pangojayan ditambih tempat istirahat kanggo mondok anu merenah tur tumaninah kanggo ngeusi liburan sakulawarga.
Tempat Wisata di wewengkon Indramayu
Asep ngadongeng deui ngeunaan daerah sejen di Jawa Barat anu ngabogaan potensi dina widang pariwisata nubisa dijantenkeun ku urang salah sahiji tempat pikeun liburan kulawarga nyaeta Indramayu.

Urang pedar ngeunaan Indramayu dimana ngarupakeun salah sahiji kabupaten anu aya di pesesir Utara Jawa Barat. Didirikeun ku Raden Aria Wiraloka, putra Tumenggung Gagak Singalodra ti Bagelen Jawa Tengah. Dina dinten Jumat Kliwon, 1 Muharam 934 H atanapi 1 Sura 1449 S, nu numutkeun kalender Masehi tanggal 7 Oktober 1527, Titimangsa etateh jadi poean ulang taun kota Indramayu.

Tempat Wisata di Kota Indramayu,

Wilayah Kabupaten Indramayu legana 204.011 Ha jeung panjang Lautna 114 Km dimana loba dipelakan tutuwuhan Mangrove. Indramayu dikenal salaku “Lumbung Padi” ngemutkeun 58,27% tina luas wilayahna mangrupakeun tempat tatanen pare, salain eta kudeukeutna kalaut ngajadikeun Indramayu salakau panghasil laut lauk dimana sapertiluna “lauk laut” Jawa Barat ti Indramayu. Salain dikenal oge panghasil “Buah Mangga” nu jadi merek dagang Indramayu. Salain eta Indramayu ngabogaan potensi wisata nu lengkap, boh wisata alamna, wisata elmu pangatahuan jeung teknologi (IPTEK), wisata Argo jeung wisata Rohani ditambih ku potensi seni jeung budaya nu aheng saperti : upacara adat Ngarot,Nadran,Ngunjung,Sintren, Tarling jeung Genjring akrobat.
Ayeuna urang tataan hiji-hiji ngarah apal potensi wilayahna di Indamayu teh aya :

1. Laut Tirtamaya

Salaku tempat wisata Laut Tirtamay loba dikunjungan soalna lautna nu aman oge ngabogaan panorama alam anu endah dina kaluarna jeung leungitna srangenge ( Panon Poe ). Lokasi Laut ieu aya dijalur jalan raya Indramayu-Cirebon, kurang leuwih 16 Km ti Kota Indramayu atanapi kurang leuwih 38 Km ti Kota Cirebon.

2. Laut Eretan

Laut Eretan letakna di kacamatan Kandanghaur Kurang leuwih 39 Km ti Kota Indramayu dimana cocok pisan pikeun tempat istirahat keur ngaleupaskeun kacape lamun rek indit jeung balik ti Jakarta. Disapanjang Laut eretan dipinuhan ku tutuwuhan mangrove nu iuh jeung aya restoran jeung tempat dahar anu nyiapkeun menu utamana lauk laut anu seger keneh.

3. Pulau Biawak.

Obyek wisata Bahari jeung taman laut lauk hias nu aralus ditambah terumbu karang nu asri ayana di pulau Biawak nu dilengkepan ku pasir putih. Tutuwuhan bakau jeung budidaya rumput laut , aya oge mercusuar
Anu dibangun ku ZM. Wilem dina taun 1827 mangrupakeun daya tarik sorangan.
Aktivitas rekreasi anu sering dilakukeun di pulau ieu nyaeta nyelam (Diving), mancing Snorkling jeung wisata patualangan. Pulau Biawak legana kurang leuwih 120 Ha, letakna 40 Km sabeulah utara Indramayu nu sok dijorag ku parahu nalayan.

4. Situ Bojongsari.

Situ Bojongsari lokasina aya di pusat kota Indramayu ngabogaan luas parmukaan cai Kurang leiwih 6 Ha. Boga daya tarik sorangan nyaeta tenpat mancing, ngemah jeung rekreasi cai siga aya sapedah cai, parahu wisata jeung fasilitas olah raga dayung.

5. Situ Bolang

Situ Bolang mangrupakeun tempat wisata anu bisa dijajal lantaran boga daya tarik sorangan siga tempat mancing, area kemah jeung rekreasi cai. Letakna aya di Desa Jatisura kacamatan Cikedung Kurang leuwih 20 Km ti kota Indramayu, ngabogaan suasana padesaan anu dihias ku pasawahan, ternak domba jeung embe oge boga wilayah kebon buah mangga nu nyien eta patempatan endah tur tumaninah.

6. Koloni Monyet Banjar.

Tempatna aya di Desa Bulak Kacamatan Jati Barang kurang leuwih 17 Km ti Kota Indramayu loba dikunjungan ku turis lantaran boga daya tarik aheng mangrupa Koloni ( kumpulan) monyet anu ti baheula nepi ka ayeuna ngan 41 teu kurang teu leuwih.

7. Wisata Kota Alun-alun.

Pusat kota Indramayu dikenal Alun-alun, sakaligus tempat pamarentahan daerah mangrupakeun ceter point Kota Indramayu. Dina Sore sok loba didatangan ku barudak ngora.

8. Wisata Kota Tugu Kijang.

Tugu Kijang diwangun di parsimpangan rek ka Indramyu ti arah Cirebon, nu mangrupakeun gambaran sajarah ti kijang Emas nu nungtun jeung nunjukeuan arah posisi padukuhan ti Muara walungan Cimanuk nu jadi cikal bakal kabupaten Indramayu.

9. Wisata Kota Masjid Agung.

Masjid Agung mangrupakeun hasil arsitek Cina. cicingna ieu masjid pagigir-gigir jeung kantor pamarentahan Daerah Indramayu.

10. Wisata Kota Tugu Mangga.

Tugu Mangga tempatna aya di parsimpangan lima jalan leubet ka Kota Indramayu arah ti Jakarta. Tugu ieu mangrupakeun gambaran yen Indramayu mangrupakeun panghasil buah anu khas jadi ciri Kota Indramayu.
Salian ti leuweung jati, kobon buah jeung tiwu, Indramayu ogr ngabogaan kebon kayu putih. Proses melak dugi ka jadi hasil produksi nyaeta minyak kayu putih mangrupakeuan daya tarik utama tina wisata argo nu tempatna di Kacamatan Cikedung.
Desa Camara jeung Cangkring ayana disisi walungan nu tenang jeung latar belakang ( leuweung bako) nu iuh tur asri nembongkeun pamandangan alam anu eksotis, komo dina waktu leungitna srangenge dina wanci sore. Make parahu motor anu nalayan bareng jeung kulawarga mangrupakeun kagiatan anu kreatif dibarengan ku sora manuk disakurilingna.
Indramayu salain ti wisata argo oge ngabogaan wisata rohani nyaeta Ma’had Al-Zaitun nu mangrupakeun salah sahiji pasantren moderen jeung pangmegahna di Asia Tenggara boga legana pasantren nu ngomplek 1200 Ha posisins / cicingna ieu pasantren aya di Desa Mekarjaya Kacamatan Haur geulis Kabupaten Indramayu.
Ma’had Zaitun lain wungkul salaku pondok pasantren terpadu nu ngajadikeun pusat pendidikan jeung pengembangan budaya. Toleransi sareng papada jalmi jeung budaya perdamaian nuditunjang ku fasilitas anu kawilang lengkep.
Di wewengkon Indramayu oge ngagaduhan tempat wisata kanggo Zarah (Ziarah) anu geus kakoncara diantarana :

1. Situs Makam Raden Aria Wiralodra.

Raden Aria Wiralodra mangrupakeun tokoh pendiri kota Indramayu anjeuna salah sahiji putra ti Raden Gagak Singalodra saurang Adipati ti Bagelen. Makan Raden Aria Wiralodra aya di Desa Sindang (Lapangan Krapyak) Kacamatan Sindang ngan 500 M belah barat Pendopo Kabupaten Indramayu.

2. Situs Makam Salawe.

Situs Makam Pangeran Guru nu ngabogaan 24 murid. Asalna ti Palembang nu pupus saatos perang sareng Nti Mas Endang Dharma. Dinamian Makam Salawe kumargi situs makam ieu jumlahna 25 Makam.

Makam Salawe letakna di Desa Dermayu Kacamatan Sindang ngan 1 Km ti pusat kota Kabupaten Indramayu. Kaunikan makam ieu numutkeun dongeng jumlah makamna kadang kurang kadang leuwih, saurna kanggo jalmi anu tiasa ngitung jumlah makamna pas aya 25 bakal kenging barokah.

3. Situs Makam Buyut Tambi.

Makam Buyut Tambi salah sahiji situs nu loba didatangan kunu zarah ti sagala pelosok dimana boga tujuan sewang-sewangan. Makam Buyut Tambi aya di Desa Tambi Kacamatan Sliyeg Jalan Raya Karangampel – Jatibarang jarakna 20 Km ti Kota Indramayu.
Sanggeus urang nataan tempat wisata kuring rek nepikeun ka aranjeun yen di Indramayu teh boga seni jeung budaya anu bisa jadi acara anu langka tur moal bisa dipanggihan di daerah sejen.

Seni budaya nu ku kuring dimaksud nyaeta :

1. Ngarot.

Upacara adat Ngarot nyaeta upacara adat nu geus aya saprak abad ka 16 samapi nepi ka kiwari dimana diayakeunnana ku masarakat Desa Lelea upami bade ngawitan rek tatanen pare. Lokasi acara ngarot teh kurang leuwih 17 Km ti Kota Indramayu.
Ngarot atanapi Kasinoman dilaksanakeun poe Rebo, Minggu ka opat bulan Nopember, palaku Ngarot nyaeta para pamuda jeung pamudi nu marake baju khas jeung dirarangkenan ku perhiasan nu mewah mangrupakeun daya tarik kagiatan pariwisata. Salain kasenian tradisional, Tari Topeng, Ronggeng Ketuk nu diayakeun babarengan, oge direuah-reuah ku pasar malam nu diayakeun salila saminggu lilana.

2. Nadran.

Ngucapkeun rasa sukur tina beubenangan lauk, ngahareupkeun paningkatan beubenangan lauk di taun kapayun jeung ngadu’a supados teu aya gangguan dina neangan kipayah di laut, nyaeta maksud utama tina Upacara Adat Nadran nu diayakeun tiap taun. Salain upacara ritual adat, kasenian tradisional tur pasar malam oge diayakeun salila saminggu.
Umumna upacara adapt Nadran dilaksanakeun antara bulan Oktober nepi ka Desember nu tempatna di Laut Eretan, Dadap, Karangsong, Limbangan jeung Glayem.

3. Sintren.

Sintren atanapi Lais mangrupakeun salah sahiji kasenian rayat anu masih aya jeung berkembang di masarakat pasisir utamana di Laut Utara. Salain aya hawa mistis, kurungan hayam, ngajadikeun daya tarik kasenian Sintren ieu, oge ku tatabeuhan alat musik nu khas saperti buyung, kendi jeung bumbung atanapi watang awi.

4. Tari Topeng Dermayon.

Gerak tari anu khas, papakean anu cirina Topeng husus, ngabedakeun tari Topeng Dermayon benten jeung daerah sejenna. Indramayu ngabogaan maestro tari Topeng nyaeta Ibu Rasinah ( 74 taun) nu geus kakoncara ka mancanagara lantaran ngigelkeun Tari Topeng Dermayon.

5. Kasenian Tarling.

Indramayu mangrupakeun tempat lahirna kasenian Tarling dina abad ka 16, mangrupakeun seni musik jeung lagu nu mimitina diayakeun dina bentuk lalaguan (Kiser) nu diiringan gitar jeung suling hungkul.
Sajalan jeung parkembangan Zaman, Kasenian Tarling geus dilengkepapan ku alat-alat modern tapi teuteup Tarling Klasik masih loba dipikareuseup ku wisatawan mancanagara.

6. Genjring Akrobat.

Salah sahiji jenis kabudayaan tradisional masarakat Indramayu nyaeta mintonkeun acara akrobat / atraksi nganggo media tangga, sapedah roda 1 ( hiji ) jeng sajabana.
Kasenian Genjring Akrobat dina panyajianana direuah-reuah ku alat musik Genjring / rebana anu ditambih ku Tari Rudat.

Tempat Wisata di Kota Kuningan.

Asep jeung Anang nitah Udin ngadongengkeun Kuningan lantaran aya bejana cenah kolot Udin urang Kuningan jadi kuring duaan ( Asep, Anang ) hayang pisan nyaho Kota Kuningan jeung hayang nyaho silsilahna ngarah nyaho kana kabenerannana kota Kuningan ulah ceuk beja hungkul.
Heug atuh ceuk Uding urang dongengkeun tapi cing regepkeun ku aranjeun nya ngarah teu kudu ngadongeng dua kali. Kieu caritana :
Sacara historis / sajarah Kuningan dibentuk dina taun 1948 dina raraga dinobatkeunana Pangeran Adipati. Kuningan dina sajarahna dicaritakeun kuda anu gagah jeung wanian tutunggangan Dipati Ewangga nu dilandih si Windu. Dugi ka kiwari Kuningan dikenal ku kudana anu laleutik tapi lincah jeng cerdik.
Kabupaten Kuningan sabagian gede wilayahna mangrupakeun pagunungan legana 1.178.57 Km2 atawa 117.857 Ha, tempatna aya di Propinsi Jawa Barat, Bagian Timur bateas wilayah administrasina jeung Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sabeulah Barat jeung Kabupaten Majalengka Jawa Barat Sabeulah utara jeung Kabupaten Cirebon Beulah selatan jeung Ciamis Jawa Barat. Kondisi demografis numutkeun data statistic taun 2006 panduduk Kuningan lobana 1.048.770 jiwa. Ditinggali dina struktur parekonomian Kabupten Kuningan taun 2005, sektor panggedena anu nyumbang produk lokal ( domestik) regional Bruto 42,69% sadangkeun pangwangunan jangka menengah ditujukeun kana pancapaian visi Kuningan nyaeta ngabangun parekonomian rahayat nu berbasis kamitraan dina suasana tengtrem jeung agamis serta Dinamis.
Salain sektor partanian, sektor pariwisata oge teu eleh pentingna kumargi Kabupeten

Kuningan ngabogaan sumber daya alam saperti Leuweung, Cai jeung sarana hiburan ditunjang tranportasi anu babari. Tempat wisata nu tiasa ku urang di dongkapan nyaeta Waduk Dharma, Darmaloka, Linggarjati Indah, Gedong sajarah Linggarjati, Talaga Reumis, Taman Purbakala Cipari, Tempat Ngojay Cibulan, Sangkanurip alami, Cigugur jeung taman rekreasi Bumi Panawuan Adikarama. Urang pedar hiji-hijina eta patempatan teh :

1.Obyek wisata Alam Lembah Cilengkrang.

Wisata Alam Lembah Cilengkrang ngabogaan kaistimewaan salaku wana wisata nu dibagi ku 3 Bagian :

a. Bagian / tempat jang wisata poean, kemah jeung kahirupan manuk.

b. Bagian/ tempat jang mandi cipanas jeung curug Sabuk.

c. Bagian / tempat jang mandi cipanas jeung Curug Sawer.

Tempat wisata ieu boga fasilitas : Pos jaga, tempat markirkeun kandaraan, Saung paristirahatan, tempat tuang leueut. Sacara geografis tempatna aya sabeulah barat desa Pajambon Kacamatan Karangmulya atawa 13,5 Km ti pusat Kota Kuningan.

2. Obyek Wisata Palutungan.

Lokasina di Desa Cisantana Kacamatan Cigugur ti Kota Kuningan kaarah Barat. Situasi nu endah jeuang potensi leuweung jeung pagunungan, jeung sok dipake kemah. Di wisata Palutungan oge aya curug (air terjun) nyaeta curug putri jeung curug Landung.

3. Curug Sidomba.

Obyek wisata Curug Sidomba mangrupakeun obyek wisata alam pagunungan nu ngabogaan nuansa alami lokasina di Desa Peusing Kacamatan Jalaksana-Kuningan. Daya tarik ieu patempatan nyatea Balong lauk, titikna panggih 3 walungan ( Cisadane, Ciliwung jeung Cikalapa), Curug Batu Ajaib, Cai Mancur, Manara At-Tien, Masjid tangga ular, Camping ground, sarana olah raga, jeung sajabana fasilitas sejenna nu matak urang tumaninah.

4. Taman Purbakala Cipari.

Lokasi Taman Purnakala Cipari di Desa Cipari Kacamatan Cigugur. Jarak ti Kota Kuningan 4,7 Km. Situs Purbakala panggih mimiti taun 1972, mangrupa kuburan batu. Panalitian nu diping[pin ku Teguh Asmar,MA ti LPPN taun 1975 ngahasilkeun papanggihan mangrupa parkakas batu, Grabah, Perunggu jeung urut pondasi bangunan masa prasejarah jeung wangunan batu gede anu disebut Meganit. Hasil panalitian nunjukkeun situs Cipari ngalaman dua kali pamukiman dina ahir Neolitikum antara taun 100 SM nepi ka 500 M. Masarakat dina eta mangsa geus ngenal organisasi jeung panujaan ka luluhur. Taman Purbakala Cipari diresmikeun tanggal 23 Pebruari 1978 ku Mentri Pendidikan jeung kabudayaan Prof. Dr. Syarif Thayeb.

5. Obyek wisata Waduk Dharma.

Waduk Dharma tempatna aya di sabeulah barat Kota Kuningan, tempatna di Kacamatan Darma di lintasan jalan raya Cirebon, Kuningan, Ciamis. Waduk Darma ngabogaan fungsi pikeun ngabendung cai jeung salaku tempat ulin anu endah tur tumaninah komo dina pasosore. Fasilitas sejenna : areal camping, Pangojayana, parahu motor, Pangistirahatan.

6. Gedong Parundingan Linggarjati.

Wangunan ieu ayana di DEsa Linggarjati Kacamatan Cilimus di handapeun gunung Ciremai bagian tenggara, Jarak ti Kota Kuningan nyaeta 14 Km arah utara. Dina tanggal 11 nepi ka 15 Nopember 1946, dipake tempat parundingan Pamarentah Indonesia jueung Walanda ( Belanda) Di Indonesia diwakilan ku PM. Sutan Syahrir jeung anggota A.K.Ghani, Susanto Tirtidiprojo jeung Mohammad Roem salaku panengah ti karajaan Inggis Lord Killearn di belanda diwakilan ku Dr. Van Boer. Hasil parundingannana ngahsilkeun naskah Parjajnjian Linggarjati nu disusun ku 17 pasal jeung ditandatanngan tanggal 25 Maret 1949

7. Obyek wisata Linggarjati Indah.

Linggarjati Indah aya di Desa Linggarjati Kacamatan Cilimus, jarak ti kota Kuningan 14 Km arah utara. Luasna tempat ieu 11,5 Ha dimana urang bisa manggihan tutuwuhan alam tropis nu hawana sejuk jeung cocok pikeun rekreasi dimana aya tempat ngojay ( kolam renang) tempat mincing lauk jeung sajabana,

8. Obyek wisata Pamandian Cai Panas Sangkanurip.

Pamandian cai panas Sangkanurip ayana di Desa Sangkanurip Kacamatan Cigandamekar jarakna 12 Km arah utara ka selatan kota Kuningan. Tempat ieu nawarkeun ngojay dina cai alam anu panas alami ngandung yodium. Fasilitas nu aya di ieu patempatan nyaeta tempat istirahat , tempat ngojay terbuka jeung aya nu tertutup ( di kamar mandi).

9. Obyek wisata Padwsaan Sitonjul.

Wisata padesaan Sitonjul ayana di Desa Sangkanurip Kacamatan Gandamekar nu ngaliputi dusun Simenyan, Tonjong jeung Munjul. Wisata padesaan ieu dilakonan ku leumpang mapay dusun dimana urang bakal nempo kaendahan asli padesaan, rupa-rupa tutuwuhan sora cai walungan , bebas polusi jeung kagiatan tatanen.

10. Obyek wisata Talaga Remis.

Talaga Remis nyaeta talaga alam anu tempatna di Desa Kaduela Kacamatan Pasawahan , lokasina 37 Km ti Kota Kuningan. Ari ngaran Talaga Remis teh dicokot tina ngaran sasatoan sajenis karang warnana koneng nu loba hirup di talaga, sasatoan ieu disebut “ Remis”. Talaga Remis mangrupakeun parpaduan antara leuweung jeung cai sarta talaga nu ngagenclang herang caina didukung ku hawa pagunungan anu seger sejuk ngadatangkeun panasaran keur ngajajal ka leuweung.

11. Obyek wisata Kolam Ikan Kramat.

Ayana di Cigugur nyaeta Kalurahan Cigugur 3 Km ti Kuningan. Kahengan ieu tempat mangrupa ayana lauk Kancra Bodas (Labeobarbus Doumensis). Lauk ieu jarang dipanggihan di daerah sejenna. Dikaramatkeun jeung disebut lauk Dewa. Kasenian unik Di Cigugur nyaeta Tari Buyung nu ngagambarkeun kagiatan masarakat jaman baheula keur sok ngala cai make Buyung di balong Cigugur.

Tempat Wisata Kabupaten Subang

Kabupaten Subang mangrupakeun salah sahiji tujuan wisata di Jawa Barat nu ngabogaan pesona alam anu endah jeung budaya anu unik, ngajadikeun Kabupaten Subang mundel ku potensi wisata nu jadi kaunggulan daerah Subang, Hal ieu anu mangrupakeun kaunggulan komparatif jeung kompetitif keur para pangusaha wisata di Subang.

Dipangaruhan ku karakter jeung bentang alamna, sacara topografis daerah tujuan wisata di Kabupaten Subang bisa dibagi ku 2 hal, Mimiti daerah tujuan wisata pagunungan nu ayana di bagian selatan daerah Subang, saperti Gunung Tangkuban Parahu, Ciater hotspring water, curug cijalu waterfall, curug batu kapur, curug cileat, curug cina jeung sajabana deui. Samentara ngarasakeun panorama alam pagunungan jeung sejukna hawa pagunungan, urang oge bisa ngarasakeun haneutna cai anu asal muasalna ti Tangkuban Parahu nu ngalir sabudeureun obyek Ciater Spa. Ceunah ceuk beja lamun ngeueum dina cai anu boga suhu sakitar 40 darajat Celcius jeung kandungan walirang bisa nyageurkeun rupa-rupa panyakit kulit.

Pindah ka daerah tengah, salian bisa ngarasakeun legana pasawahan, turis bisa ninggali rupa-rupa atraksi wisata. Diantarana Gotong Sisingaan, Genjring Bonyak, Kliningan, Doger Kontrak jeung loba deui, oge aya situs paninggalan sajarah purbakala Subang di Musium daerah anu tempatna aya di Gedong Wisma Karya Subang.

Daerah sejen nyaeta daerah Laut Utara, loba obyek wisata nu teu eleh alusna diantarana, Wisata alam leuweung Mangrove di Pondok Bali Legokulon, Panagkaran buaya di Blanakan, wisata laut ( mancing) disapanjang laut Laut utara Jawa.
`Kacatet data kunjungan wisatawan taun 2005 lobana 4.606.757 urang, dimana dampakna tina kunjungan wisatawan eta teh kana PAD ( Pandapatan Asli Daerah ) Rp. 5.320.290.866 ( Sumber Disbudpar,2005). Ayana paningkatan para turis nu daratang ka Subang teu leupas ti dukungan sadayana pihak nu ngalaksanakeun program panataan obyek wisata jeung promosi anu dilakukeun Pamarentah Daerah Kabupaten Subang jeung jajaranana saperti promosi kapariwisataan, apresiasi seni budaya ku diayakeunnana festival kasenian nu rutin tiap taun diayakeun mun rek nyambut ulang taun Kabupaten Subang,

Tempat Wisata di Karawang.

Karawang masih asup di wilayah Jawa Barat oge ngabogaan tempat wisata anu teu eleh alusna ti daerah sejenna.Urang coba tataan hiji-hijina ngarah apal tempat pariwisata pinunjul di Karawang.

1. Kawasan Wisata Laut Tanjung Pakis.

Posisi ieu Laut aya di desa Tanjung Pakisjaya. Bentangan Laut nu ngabogaan pasir sapanjang 7 Km mangrupa potensi wisata Laut nu kudu di prioritaskeun keur dikembangkeun nyaeta di blok bungin, Karangjaya jeung blok Pakis I nu legana nepi ka 305 Ha.
Vegetasi alam di Laut ieu ngadukung pisan, cau laut anu cukup herang tur tipan angina laut nu teu pati gede. Gelombang laut anu aman nyieun para turis anu datang ngarasa nyaman bari saenyana masuh kirang dukungan sarana jeung prasarana parwisata Laut.

2. Kawasana Wisata Laut Pisangan.

Posisi ieu Laut aya di Desa Cemarjaya Kacamatan Cibuaya. Jarakna ti Kota Karawang kurang leuwih 42 Km dimana kondisi jalan ka ieu patempatan kawilang alus jeung diaspal. Kaayaan di Laut pisangan leuwih pas jang neangan kajajanan, loba tempat kadaharan mangrupa restoran anu nyayogikeun kadaharan tina hasil laut.
Panunjang kana majuna ieu tempat wisata nyaeta lokasina nu teu jauh ti palelangan lauk. Laut Pisangan boga segmen pasar sorangan boh ti pangunjung lokal Karawang atawa ti luar saperti Bekasi, Jakarta, Subang jeung Purwakarta.

3. Curug Cigentis.

Curug ( air terjun ) Cigentis, guha jeung leuweung wisata ayana di Desa Mekarbuana Kacamatan Pangkalan. Jarakna kurang leuwih 35 Km ti pusat kota Karawang diwangun ku sarana mangrupa jalan hotmix.

4. Wana Wisata Cikiong.

Lokasina aya di Desa Sedari Kacamatan Cibuaya ngabogaan jarak ti Karawang nyaeta 50 Km. Wana Wisata Cikiong boga fungsi salaku obyek wisata agro boga nilei ekonomis anu luhur. Mangrupakeun leuwung Mangrove nu geus ditata apik, boga sarana panunjang Camping Ground jeung tempat berburu laut nu dilengkeupan fasilitas manara pangintei disela-sela leuweung bakau. Ayeuna tempat ieu kuarang kapiara loba karusakan anu lantaran kurang dipalire ku pangalola.

5. Laut Tanjung Baru.

Laut ieu lokasina aya di Desa Talagajaya. Kacamatan Cilamaya boga jarak ti Karawang 40 Km, dimana mun rek ka tempat ieu jalanna alus jeung bisa diliwatan ku mobil. Di Laut ieu bisa nyaksian kaendahan alam, oge bisa ninggali lauk laut anu ditewak ku nalayan nu langsung dijual ka palelangan lauk dimana rupa-rupa pisan jenis lauk laut teh geuningan.
Di Laut Tanjung Baru ogr boga potensi nu bisa dikembangkeun nyaeta gugusan karang jeung taman laut nu jarakna teu pati jauh ti Laut. Di taman laut ieu bisa nyaksian sasatoan laut saperti lauk hias, jeung sasatoan sejen dina cai nu teu pati jero.

6. Kawasan Guha ( Goa) Alam Tamnsari.

Lokasina aya 40 Guha alam jeung rupa-rupa bentuk jeung jerona. Jenis guha vertical jeung horizontal . Kaendahan alamna nu kagambar tina bentuk guha jeung salagnit nu masih mangrupakeun daya tarik sorangan jang wisatawan dimana lamun urang beuki ka jero beuki loba nau bisa ditinggali kaendahan alamna.
Guha anu geus kahot nyaeta guha haji ( Goa Haji), Guha Bagong ( Goa Bagong), Guha Walet ( Goa Walet), Guha Cilele ( Goa Cilele) nu ngabogaan jalur cai handapeun tanah kota Citaman jeung tiap guha ngabogaan kartakter masing-masing. Guha-guha alam di Deswa Tamansari bisa jadi obyek Wisata Karawang anu pinunjul lantaran jarakna teu jauh ti Kota Karawang jeung deuket ti Jalan Tol.

7. Situs Purbakala Candi Jiwa.

Situs Purbakala di Kacamatan Batujaya lokasina di Desa Segaran ieu ngabogaan wilayah anu cukup lega nyaeta 40 Ha. Sabahagian gede masih mangrupa “Unur” ( Tanah darat anu ngajurungkunung diantara pasawahan. Jeung can digali. Situs nu geus digali jeung ditaliti ku para ahli purbakala nyaeta Situs Candi Jiwa jeung Candi Blandongan nu jarakna teu pati jarauh. Kawasan situs candi ieu cocok pisan keur naliti sajarah baheula.

Tempat Wisata di Kabupaten Tasikmalaya

Di Jawa Barat aya daerah nu ngarana Tasikmalaya dimana dibagi 2 bagian nyaeta Tasik kotamadya jeung Kabupaten Tasikmalaya. Nurek dipedar ayeuna nyaeta potensi wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Obyek pariwisata abu bisa ditinjokleun di Kabupaten Tasikmalaya nyaeta :

1. Kawasan Wisata Gunung Galunggung.

Gunung Galunggung anu ngabeledug sakitar taun 1985 ayeuna geus jadi obyek wisata anu teu eleh ti daerah sejen dimana tempatna teu patijauh ti Singaparna Tasikmalaya.

2. Kawah Gakunggung.

Kawah Gunung Galunggung ngabentuk balong anu gede tur ayeuna jadi tempat mincing lauk lantaran ku masarakat dihaja dipelakan lauk nu ayeuna jadi daya tarik sorangan anu teu dibogaan ku daerah sejen dimana ku pamarentah satempat dipiara tur jadi andelan.

3.Cipanas Galunggung.

Cai panas Gunung Galunggung ayeuna geus bisa keur nyageurkeun panyakit kulit, kumargi kitu ayeuna dijieun tempat ngojay ngarana Cipanas Galunggung nu aya teu pati jauh ti Gunung Galunggung.

4. Laut Pamayang sari.

Laut ieu kacida parawanana lantaran can loba nu nyaho jeung alamna nu masih keneh endah tur asri matak betah mun urang ngahaja datang ka ieu patempatan.

5. Laut Karang Pawitan.

Laut anu masih asri tur endah masih ngajadikeun ieu patempatan jadi salah sahiji tempat jang kulawarga meakeun waktu dina liburan dimana urang bisa ngaleupaskeun kapusing sapopoe gawe.

6. Goa Pamijahan ( Guha Pamijahan ).

Guha ( Goa ) Pamijahan ayana di Tasik Malaya bagian selatan dimana numutkeun dongeng yen ditempat ieu pernah jadi tempat kumpulna para wali jeung ngajadikeun tempat ieu keur urang nempo ayana guha alam anu endah. Urang bisa asup ka jerona make bantuan para pamandu make bantuan senter atawa patromak.

7. Rumah adat Kampung Naga.

Kampung naga salah sahiji patempatan nu aya diantara Garut jeung Tasik dimana bisa katempo ti jalan raya. Kampung ieu ngabogaan adapt husus dimana wawangunanana sarua bentukna jeung dijerona aya bumi ageing, daerah larangan jeung leuit ( lumbung Padi ).
Fasilitas nu cukup diwangun ku jalan hotmix ngajadikeun ieu patempatan salah sahiji obyek wisata anu bisa diandelkeun ku pamarentah daerah Kabupaten Tasikmalaya.
Saenggeus ngadongengkeun Kabupaten Tasikmalaya Udin inget yen di Cirebon age aya tempat pariwisata anu masih aya sajarah kuat jeung panyebaran Agama Islam di Jawa Barat. Lamun kitu urang guar we Kota Cirebon the jeung potensi naon anu jadi andelan pariwisata. Ieu hiji-hijina tempat wisata jeung sajarahna :

Tempat Wisata di Kota Cirebon.

Posisi histories jeung sajarah Kota Cirebon.
Kota Cirebon kawentar ku ngrana “ Kota Wali”. Kunanon disebut kota wali lantaran dina abad XV – XVI Kota Cirebon jadi tempat ngumpulna para wali nu geus katelah Wali Sanga atawa wali salapan nu ngabogaan tugas nyebarkeun Agama Islam di tanah Jawa.
Dina catetan sajarah yen Kota Cirebon mulai motekar siga ayeuna dikawitan tina padukuhan anu didirikeun dina 1 Sura 1204 S atawa 1 Muharam 792 H ku putra sulung Prabu Siliwangi nu namina Kian Santang ( ngabogaan gelar Pangeran Walangsungsang Cakrabuwana , ngabogaan gelar Mbah Kuwu Cerbon Ki Somadullah) dina waktu ngan sapoe sapeuting. Padukuhan eta dibantuan ku adina Kian Santang nyaeta Rara Santang: Istrina, Nyai Indang Geulis jeung hiji aki-aki kolot misterius ngarana Ki Gde Pangalangalang ( nu ahirna jadi kuwu dukuh Lemahwunguk atawa Kuwu Cirebon I ), make Golok Cabang nu mangrupakeun hiji-hijina alat keur ngababad leuweung.
Mimitina padukuhan the ngarana dukuh Lemahwunguk,( lemah wunguk = taneuh nu ngagunduk) ku kituna dukuh Lemahwunguk dikenal kadaharannana nu dijieun tina rebon rebon ( jenis udang leutik) dina bahasa malayu atawa bahasa Indonesia jadi terkenalna Kota Udang.
Obyek jeung daya tarik kota Cirebon jeung sabudeureunnana.

1. Karaton Kasepuhan.

Karaton ieu ayana di wewengkon kasepuhan kacamatan lemahwunguk. Tradisi sajarah ngadongengkeun yen gedong istana Karaton Kasepuhan ( nami asalna Kraton Pakungwati) jeung Caruban Nagari salaku ngaran karajaannana) nu ayeuna jadi obyek wisata unggulan Kota Cirebon. Diwangun ku Syekh Syarief Hidayatullah dina 1529 M atawa 1451 Saka. Ngaran kasepuhan kaluar saenggeus dilantikna Sultan Sepuh I, PR Samsudin Martawijaya dina taun 1679.

2. Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

Masjid agung ieu masih mangrupakeun salah sahiji bagian ti karaton Kasepuhan. Masjid ieu lebahna di bagian barat alun-alun sangkalabuwana ( payuneun karaton Kasepuhan ) legana kurang leuwuh 4.750 M pasagi. Numutkeun tradisi Masjid ieu diwangundina taun taun 1422 S atawa perkiraan taun 1500 M oleh Walisanga lantaran gagasan Sunan Gunung Djati, salaku pingpinan pangwangunan dipingpin ku Sunan Kalijaga. Sadengkeun ngaran Sang Cipta Rasa sorangan ngabogaan kandungan filsafat : Sang ngabogaan arti Agung / gede, Cipta ngandung harti wangunan, rasa ngabogaan arti manfaat. Jadi lengkepna Sang Cipta Rasa nyaeta Mangfaatkeun agungna atawa gedena wangunan masjid salaku tempat ibadah jeung kagiatan syiar Islam.
Kaunikan ieu masjid nyaeta ayana Adzan Pitu nyaeta adzan anu dikumandangkeun ku tujuh urang muadzin atawa bilal dina waktu ahalat Jum’at.

3. Karaton Hanoman.

Ti Karaton Kasepuhan, Karaton Khanoman ieu jarakna kurang leuwih 600 m ka arah utara. Jalan nu kudu dijorag ngaliwatan pasar tradisional nu jadi tempat keur balanja oleh-oleh has Cirebon. Saeunggues Panembahan Ratu II alias Pangeran Mas Karim ngantunkeun ( 1677), Tina kasapakatan jeung kamufakatan ngaliwatan kabijakan Sultan Banten, Pangeran Ageng Tirtayasa, Jadi we kraton Pangkuwati dimekarkeun jadi karaton Kasepuhan dimana PR Samsudin Martawijaya janten Sultan Sepuh I jeung karaton Khanoman make PR Muhammad Badridin Kartawijaya salaku Sultan Anom I ( dilantik leuwih awal nyaeta dina taun 1678).

4. Karaton Kacerbonan.

Karaton ieu ayana di wewengkon Pulaseran Kacamatan Pakalipan. Karaton Kacerbonan saenyana mangrupakeun sempalan atawa pamekaran ti karaton Kanoman. Pamekaran ieu sanggeus Sultan Anom IV, PR Muhammad Khaerudin ngantunkeun. Alkisah, saurang putra mahkota nu sajatina ngabogaan hak jadi Sultan Anom diasingkeun ku Belanda. Dina balikna ka Cirebon, tahta karaton geus dicekel ku dulurna PR Abu Sholeh Imanudin tina dasar kasapakatan Intern kulawarga, PR Anom Mahenda ngawangun Istana Kacerbonan, sanggeus kitu bijil Sultan Carbon I salaku Sultan Kacerbonan kahiji.

5. Tamansari Guha Sunyaragi.

Tamansari Guha Sunyaragi atawa anu kahotnamah sebutan gua Sunyaragi nyaeta tilas tamansari pasanggrahan ti kraton Kasepuhan nu ngabogaan fungsi utama keur nyepi atawa ngasingkeun raga. Sebutan gua nu dimaksud dina ieu carita sanes gua alam tapi gua artificial. Dina kata lain gaya arsitektur tamansari loba mirip jeung gua dihias ku cai jeung memang eta nu jadi daya tarik ieu patempatan. Tradisi nyebutkeun yen Tamansari Gua Sunyaragi diwangun tahun 1448 Saka ( gajah derum tirta linuwih: gajah = 8, derum = 4, tirta = 4, Linuwih = 1) atawa 1526M ku Panembahan Gusti Ratu Pangkuwati I atawa PM Muhammad Arifin II.

6. Situs Kalijaga.

Situs ieu lebahna di wewengkon kalurahan Kalijaga Kacamatan Harjamukti. Situs ieu disebut oge Taman Kera Kalijaga lantaran di situs ieu bisa manggihan kera ( monyet) nu loba jeung geus karab ka pangunjung. Tradisi yakin yen monyet-monyet nu aya the asalna jelmaan para pangikut Sunan Kalijaga anu teu taat kana ajaran Rasulullah.
Tradisi satempat nyebutkeun yen situs ieu mangrupakeun situs patilasan Sunan Kalijaga dina wanci Sunan Kalijaga keur ngalaksanakeun tugas nyebarkeun Agama Islam.

7. Vihara jeung Klenteng-Klenteng.

Aya tilu tempat ibadah keur Umat Budha jeung Khonghucu di Kota Cirebon nu bisa didatangan. Katilu tempat the kabehannana mangrupakeun wangunan kuno nu ngabogaan arsitektur klasik Tiongkok.
Katilu tempat the nyaeta :

a. Vihara Dewi Welas Asih ( taun 1658)
disebut klenteng Tay Kak Sie nu lebahna ngan 50 m ti pintu I palabuhan Muara jati ka arah Barat.

b. Klenteng Talang ( taun 1577).
Disebut Klenteng Kongcu bio ( keur Umat Khonghucu), 100 M ti klenteng Dewi Welas Asih ka arah barat daya nu ayana di Jalan Talang.

c. Kuil Pemancar Keselamatan ( taun 2231 Imlek ).
Disebut oge Klenteng Bun San Tong kurang leuwih 150 M ti klenteng Talang ka arah barat daya ayana di Jalan Kanoman.
Tah Sakitu heula obrolan antara Anang, Udin jeung Asep lantaran maranehna rek papisah tur baralik ka imah masing-masing. Lamun paranggih deui rek ngadongengkeun daerah sejenna anu can diguar dina ieu obrolan.
Mudah-mudahan ieu buku nu disusun bisa ngajadikeun Jawa Barat salah sahiji Propinsi di Indonesia anu maju dina widang pariwisata da geuning loba potensi wisata anu bisa diguar ku urang pikeun nambahan cakrawala urang dina widang pariwisata boh pariwisata darat, Laut, leuweung jeng wisata Agro di tiap-tiap daerah sewang-sewangan.
Sakali deui panulis pesen ka nu maraca ieu buku pikeun :

1. Ngajaga kalastarian alam Indonesia umumna, Jawa Barat hususna.

2. Ngalastarikeun budaya nu aya salaku saksi sajarah keur anak incu urang jaga.

3. Ngamumule basa sunda salaku basa indung supaya urang teuteup ngabogaan bahasa anu bisa dibanggakeun ka bangsa deungeun.

Sakieu anu tiasa dihaturken ku panulis , kirang merenahna bahasa mugi nyuhunkeun dihapunteun kumargi nembe diajar nyerat.

Hatur nuhun

Wassalamu alaikum Warahmatulahi wabarakatuh.

%d blogger menyukai ini: